alexametrics
25.4 C
Manado
Rabu, 25 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

AS DARURAT COVID! Varian Omicron Menyebar Sampai ke Dalam Penjara

MANADOPOST.ID–Kasus Covid-19 varian Omicron membuat Amerika Serikat kewalahan. Tak hanya meluas di masyarakat, varian ini juga menulari para narapidana di penjara. Mirisnya, jumlah tes yang dilakukan begitu minim sehingga para narapidana tak tahu mereka sudah tertular atau tidak.

Penjara di negara bagian New York bahkan sudah melaporkan 4 napi terpapar sejak Desember 2021 di unit Leroy Peoples di Fasilitas Pemasyarakatan Broome County. Mereka mulai mengalami gejala seperti flu. Mereka dinyatakan positif Covid-19. Dan saat itu sekitar 60 orang di penjara Binghamton dikarantina.

Mirisnya, pengujian atau testing rendah. Para napi bebas tak berjarak. “Kami duduk dan menonton televisi, bermain kartu, bermain catur. Kami hidup dalam jarak yang sangat dekat satu sama lain setiap hari,” penjelasan Peoples kepada New York Focus.

“Tidak ada yang tahu apakah ada orang lain yang tertular Covid-19. Mereka tidak menguji siapa pun,” ungkap para napi.

Beberapa orang yang di penjara di Broome County telah diuji untuk Covid-19. Antara 1 Desember dan 26 Januari 2022. Penjara melaporkan pemberian 57 tes kepada penghuni penjara. Dan 7 tes per minggu di fasilitas yang memenjarakan lebih dari 380 orang itu.

Menurut Biro Statistik Kehakiman AS, penjara AS memiliki tingkat pertukaran napi mingguan rata-rata 50 persen pada 2019 dan 2020, terendah dalam lebih dari satu dekade. Dengan demikian, penjara rata-rata harus melakukan kira-kira lima kali jumlah tes dalam rata-rata populasi harian selama delapan minggu untuk menguji setiap orang yang dipenjara.

Dalam delapan minggu pertama penyebaran varian Omicron, hampir 3.200 orang di penjara di seluruh negara bagian dinyatakan positif Covid-19 menurut data SCOC. Ini termasuk lebih dari 2.100 di luar New York City, hampir dua kali lipat jumlah kasus sejak SCOC mulai melacaknya pada April 2020.

Pengujian Berbasis Gejala

Kepala administrator Fasilitas Pemasyarakatan Broome County, Mark Smolinsky, menjelaskan testing dilakukan hanya kepada mereka yang bergejala. Tujuannya mendeteksi Covid-19 sebagai pengujian berbasis gejala.

“Kecuali mereka menderita beberapa jenis gejala. Jika hanya kontak erat seseorang, Anda belum tentu akan diuji,” katanya.

Penjara lain telah mengambil pendekatan serupa. Jika seseorang terpapar, penjara hanya menguji mereka apakah mereka menunjukkan gejala.

Departemen Kesehatan Broome County tidak menanggapi pertanyaan email New York Focus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS sudah merekomendasikan agar penjara menguji semua warga binaan.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Kasus Covid-19 varian Omicron membuat Amerika Serikat kewalahan. Tak hanya meluas di masyarakat, varian ini juga menulari para narapidana di penjara. Mirisnya, jumlah tes yang dilakukan begitu minim sehingga para narapidana tak tahu mereka sudah tertular atau tidak.

Penjara di negara bagian New York bahkan sudah melaporkan 4 napi terpapar sejak Desember 2021 di unit Leroy Peoples di Fasilitas Pemasyarakatan Broome County. Mereka mulai mengalami gejala seperti flu. Mereka dinyatakan positif Covid-19. Dan saat itu sekitar 60 orang di penjara Binghamton dikarantina.

Mirisnya, pengujian atau testing rendah. Para napi bebas tak berjarak. “Kami duduk dan menonton televisi, bermain kartu, bermain catur. Kami hidup dalam jarak yang sangat dekat satu sama lain setiap hari,” penjelasan Peoples kepada New York Focus.

“Tidak ada yang tahu apakah ada orang lain yang tertular Covid-19. Mereka tidak menguji siapa pun,” ungkap para napi.

Beberapa orang yang di penjara di Broome County telah diuji untuk Covid-19. Antara 1 Desember dan 26 Januari 2022. Penjara melaporkan pemberian 57 tes kepada penghuni penjara. Dan 7 tes per minggu di fasilitas yang memenjarakan lebih dari 380 orang itu.

Menurut Biro Statistik Kehakiman AS, penjara AS memiliki tingkat pertukaran napi mingguan rata-rata 50 persen pada 2019 dan 2020, terendah dalam lebih dari satu dekade. Dengan demikian, penjara rata-rata harus melakukan kira-kira lima kali jumlah tes dalam rata-rata populasi harian selama delapan minggu untuk menguji setiap orang yang dipenjara.

Dalam delapan minggu pertama penyebaran varian Omicron, hampir 3.200 orang di penjara di seluruh negara bagian dinyatakan positif Covid-19 menurut data SCOC. Ini termasuk lebih dari 2.100 di luar New York City, hampir dua kali lipat jumlah kasus sejak SCOC mulai melacaknya pada April 2020.

Pengujian Berbasis Gejala

Kepala administrator Fasilitas Pemasyarakatan Broome County, Mark Smolinsky, menjelaskan testing dilakukan hanya kepada mereka yang bergejala. Tujuannya mendeteksi Covid-19 sebagai pengujian berbasis gejala.

“Kecuali mereka menderita beberapa jenis gejala. Jika hanya kontak erat seseorang, Anda belum tentu akan diuji,” katanya.

Penjara lain telah mengambil pendekatan serupa. Jika seseorang terpapar, penjara hanya menguji mereka apakah mereka menunjukkan gejala.

Departemen Kesehatan Broome County tidak menanggapi pertanyaan email New York Focus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS sudah merekomendasikan agar penjara menguji semua warga binaan.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/