alexametrics
32.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Wali Kota Menyerah, Vadym: Tak Ada Pilihan Lain Selain Meninggalkan Mariupol

MANADOPOST.ID – Wali Kota Mariupol Vadym Boychenko menyerah. Ia mengatakan tidak ada solusi lain selain mengizinkan penduduk meninggalkan kota dengan aman.

“Mengingat bahwa kampung halaman kami terus-menerus di bawah tembakan kejam dari penjajah,” jelasnya melansir Al Jazeera.

“Ini bukan keputusan yang mudah, tetapi, seperti yang selalu saya katakan, Mariupol bukanlah jalan atau rumahnya. Mariupol adalah populasinya, Anda dan saya,” kata Vadym seperti dikutip dalam sebuah pernyataan.

Mariupol menjadi sasaran pasukan Rusia. Infrastruktur kota di pelabuhan itu terus-menerus dihancurkan. Pihak Rusia juga dinilai sengaja membiarkan Mariupol tanpa air, pemanas atau listrik dan mencegah membawa pasokan atau mengevakuasi orang.

“Mereka merusak persediaan makanan, menjebak kami dalam blokade, seperti di Leningrad lama,” kata anggota dewan Mariupol. “Dengan sengaja, selama tujuh hari, mereka telah menghancurkan infrastruktur pendukung kehidupan kota yang penting. Kami tidak memiliki cahaya, air atau panas lagi,” sambungnya. (tkg)

MANADOPOST.ID – Wali Kota Mariupol Vadym Boychenko menyerah. Ia mengatakan tidak ada solusi lain selain mengizinkan penduduk meninggalkan kota dengan aman.

“Mengingat bahwa kampung halaman kami terus-menerus di bawah tembakan kejam dari penjajah,” jelasnya melansir Al Jazeera.

“Ini bukan keputusan yang mudah, tetapi, seperti yang selalu saya katakan, Mariupol bukanlah jalan atau rumahnya. Mariupol adalah populasinya, Anda dan saya,” kata Vadym seperti dikutip dalam sebuah pernyataan.

Mariupol menjadi sasaran pasukan Rusia. Infrastruktur kota di pelabuhan itu terus-menerus dihancurkan. Pihak Rusia juga dinilai sengaja membiarkan Mariupol tanpa air, pemanas atau listrik dan mencegah membawa pasokan atau mengevakuasi orang.

“Mereka merusak persediaan makanan, menjebak kami dalam blokade, seperti di Leningrad lama,” kata anggota dewan Mariupol. “Dengan sengaja, selama tujuh hari, mereka telah menghancurkan infrastruktur pendukung kehidupan kota yang penting. Kami tidak memiliki cahaya, air atau panas lagi,” sambungnya. (tkg)

Most Read

Artikel Terbaru

/