24.4 C
Manado
Senin, 8 Agustus 2022

Kota Ini Jadi Medan Tempur Utama Ukraina-Rusia, Semua Penduduk Diinstruksikan Mengungsi

MANADOPOST.ID– Mengungsi. Itu satu-satunya pilihan bagi penduduk Sloviansk, Donetsk, Ukraina. Kota tersebut kini menjadi medan tempur utama pasukan Rusia dan Ukraina. Rusia membombardir permukiman penduduk dan pasar. Korban sipil mulai berjatuhan.

‘’Penting untuk mengevakuasi sebanyak mungkin penduduk,’’ ujar Wali Kota Slovianks Vadim Lyakh seperti dikutip The Guardian.

Senin (4/7) setidaknya 40 rumah hancur karena serangan yang menewaskan 6 warga sipil. Hari berikutnya 2 warga sipil meregang nyawa. Bersamaan dengan itu, 144 orang berhasil dievakuasi. Sebanyak 20 di antaranya adalah anak-anak.

Kemarin (6/7) pertempuran sengit kembali pecah. Lyakh meminta penduduk yang masih berada di kota tersebut untuk bersembunyi di bunker-bunker sementara waktu sembari menanti kesempatan untuk melarikan diri.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Perintah evakuasi juga datang dari Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko. Donetsk menjadi satu-satunya wilayah di Donbas yang belum dikuasai Rusia sepenuhnya. Masih ada lebih dari 350 ribu warga sipil yang tinggal di area tersebut. Kyrylenko menegaskan bahwa evakuasi bukan hanya akan menyelamatkan nyawa para penduduk, tapi juga bakal mempermudah tentara Ukraina mempertahankan kota-kota di Donetsk.

‘’Takdir seluruh negara akan ditentukan oleh wilayah Donetsk. Begitu warga sipil berkurang, kami bakal bisa lebih berkonsentrasi pada musuh,’’ tegas Kyrylenko seperti dikutip Al Jazeera.

Dia menambahkan bahwa saat ini target utama Rusia adalah kota Sloviansk dan Kramatorsk. Itu karena infrastruktur utama Donetsk ada di dua kota tersebut. Salah satunya adalah pusat penyaringan air. Kryrylenko mengungkapkan bahwa serangan Rusia kali ini brutal dan tanpa ada target spesifik. Mereka hanya ingin menghancurkan infrastruktur dan permukiman penduduk.

Pernyataan Kyrylenko adalah seruan evakuasi resmi terbesar sejak Rusia menginvasi Ukraina mulai 24 Februari lalu. Kremlin mengklaim bahwa tujuan mereka adalah membebaskan wilayah yang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Rusia. Donbas yang berbatasan langsung dengan Rusia memang didominasi oleh warga yang menggunakan bahasa dari Negeri Beruang Merah tersebut. Pekan lalu, Rusia sudah berhasil menguasai Luhansk sepenuhnya.

’’Tidak ada tempat yang aman dari serangan Rusia di wilayah Donetsk,’’ terang Kyrylenko.

Pertempuran di Ukraina telah membuat lebih dari 7.1 juta warga Ukraina kehilangan tempat tinggal dan mengungsi di dalam negeri. Sekitar 4,8 juta lainnya memilih meninggalkan Kiev menuju negara-negara tetangga. (sha/hep/jawapos)

MANADOPOST.ID– Mengungsi. Itu satu-satunya pilihan bagi penduduk Sloviansk, Donetsk, Ukraina. Kota tersebut kini menjadi medan tempur utama pasukan Rusia dan Ukraina. Rusia membombardir permukiman penduduk dan pasar. Korban sipil mulai berjatuhan.

‘’Penting untuk mengevakuasi sebanyak mungkin penduduk,’’ ujar Wali Kota Slovianks Vadim Lyakh seperti dikutip The Guardian.

Senin (4/7) setidaknya 40 rumah hancur karena serangan yang menewaskan 6 warga sipil. Hari berikutnya 2 warga sipil meregang nyawa. Bersamaan dengan itu, 144 orang berhasil dievakuasi. Sebanyak 20 di antaranya adalah anak-anak.

Kemarin (6/7) pertempuran sengit kembali pecah. Lyakh meminta penduduk yang masih berada di kota tersebut untuk bersembunyi di bunker-bunker sementara waktu sembari menanti kesempatan untuk melarikan diri.

Perintah evakuasi juga datang dari Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko. Donetsk menjadi satu-satunya wilayah di Donbas yang belum dikuasai Rusia sepenuhnya. Masih ada lebih dari 350 ribu warga sipil yang tinggal di area tersebut. Kyrylenko menegaskan bahwa evakuasi bukan hanya akan menyelamatkan nyawa para penduduk, tapi juga bakal mempermudah tentara Ukraina mempertahankan kota-kota di Donetsk.

‘’Takdir seluruh negara akan ditentukan oleh wilayah Donetsk. Begitu warga sipil berkurang, kami bakal bisa lebih berkonsentrasi pada musuh,’’ tegas Kyrylenko seperti dikutip Al Jazeera.

Dia menambahkan bahwa saat ini target utama Rusia adalah kota Sloviansk dan Kramatorsk. Itu karena infrastruktur utama Donetsk ada di dua kota tersebut. Salah satunya adalah pusat penyaringan air. Kryrylenko mengungkapkan bahwa serangan Rusia kali ini brutal dan tanpa ada target spesifik. Mereka hanya ingin menghancurkan infrastruktur dan permukiman penduduk.

Pernyataan Kyrylenko adalah seruan evakuasi resmi terbesar sejak Rusia menginvasi Ukraina mulai 24 Februari lalu. Kremlin mengklaim bahwa tujuan mereka adalah membebaskan wilayah yang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Rusia. Donbas yang berbatasan langsung dengan Rusia memang didominasi oleh warga yang menggunakan bahasa dari Negeri Beruang Merah tersebut. Pekan lalu, Rusia sudah berhasil menguasai Luhansk sepenuhnya.

’’Tidak ada tempat yang aman dari serangan Rusia di wilayah Donetsk,’’ terang Kyrylenko.

Pertempuran di Ukraina telah membuat lebih dari 7.1 juta warga Ukraina kehilangan tempat tinggal dan mengungsi di dalam negeri. Sekitar 4,8 juta lainnya memilih meninggalkan Kiev menuju negara-negara tetangga. (sha/hep/jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/