28.4 C
Manado
Jumat, 30 Juli 2021

Peneliti Singapura Sebut Vaksin Tidak Cukup Melindungi Diri dari Varian Delta, Ini Penjelasannya

MANADOPOST.ID — Sebuah penelitian di Singapura telah menemukan bahwa vaksinasi Covid-19 memberikan perlindungan sekitar 69 persen terhadap infeksi Covid varian Delta. Artinya vaksin apapun tidak dapat memberi perlindungan 100 persen.

 

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, mengutip studi oleh Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) dan Kementerian Kesehatan (Depkes), mengatakan data juga menunjukkan bahwa perlindungan vaksin terhadap mereka yang bergejala adalah antara 80 dan 90 persen. Vaksin diyakini tetap memberi perlindungan daripada tak ada sama sekali.

 

“Efektivitas vaksinasi terhadap penyakit Covid-19 yang parah, membutuhkan suplementasi oksigen, perawatan ICU (unit perawatan intensif) atau kematian, mencapai 93 persen,” tambahnya.

 

NCID dan Depkes Singapura baru-baru ini menyimpulkan studi tentang sekitar 1.000 kontak rumah tangga kasus Civud-19 antara September 2020 dan akhir Mei tahun ini. Temuan ini akan disampaikan untuk publikasi internasional, dan merupakan kontribusi Singapura untuk pemahaman varian Delta dan vaksin.

 

Di antara kasus lokal yang dilaporkan sejak 11 April tahun ini, sekitar 1 persen dari mereka yang divaksinasi membutuhkan oksigen, dan tidak ada yang dirawat di ICU. “Dibandingkan dengan kasus yang tidak divaksinasi yang mengembangkan penyakit parah, persentasenya adalah 10 persen,” kata Ong.

 

Direktur layanan medis Depkes Kenneth Mak mengatakan pengalaman mereka dengan infeksi, terutama dengan varian Delta, adalah bahwa mereka yang divaksinasi hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala.

 

“Oleh karena itu, kelompok yang divaksinasi, kemungkinan mendapatkan hasil yang sangat baik sangat tinggi,” katanya.

 

“Mereka yang saat ini berada di ICU adalah kasus yang tidak divaksinasi,” tambahnya.(jpc/rgm) 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru