24.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Boikot Diplomatik, AS Absen dari Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

MANADOPOST.ID – Presiden Amerika Serikat ke-43 George W. Bush hadir di Olimpiade Musim Panas Beijing 2008 lalu. Dia memberikan semangat untuk para atlit yang bertanding.

Para pejabat tinggi AS biasanya hadir di acara olimpiade. Tapi tahun ini mereka absen di acara Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. AS secara resmi melakukan boikot diplomatik pada ajang yang akan digelar 4-20 Februari 2022 itu.

’’Pemerintah tidak akan mengirimkan perwakilan resmi ataupun diplomatik ke Olimpiade,’’ tegas Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki Senin (6/12) seperti dikutip Agence France-Presse. Alasannya adalah genosida dan kejahatan melawan kemanusiaan terhadap warga Uighur di Xinjiang serta pelanggaran HAM lain yang dilakukan oleh Tiongkok.

Hingga detik ini, kamp detensi masih berdiri di Xinjiang. Ada lebih dari satu juta warga Uighur dan penduduk minoritas yang berbicara Bahasa Turki ditahan di dalamnya. Mereka juga disinyalir melakukan kerja paksa dan para perempuan disterilkan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurut Psaki, jika mereka mengirimkan perwakilan maka itu adalah sinyal bahwa Olimpiade berjalan seperti biasanya dan AS tidak bisa melakukan hal tersebut. Meski begitu, pemerintah tetap mendukung atlit negaranya yang akan ikut bertanding. ’’Kami mendukung mereka 100 persen meski kami menyemangatinya dari rumah,’’ tegasnya. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Presiden Amerika Serikat ke-43 George W. Bush hadir di Olimpiade Musim Panas Beijing 2008 lalu. Dia memberikan semangat untuk para atlit yang bertanding.

Para pejabat tinggi AS biasanya hadir di acara olimpiade. Tapi tahun ini mereka absen di acara Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. AS secara resmi melakukan boikot diplomatik pada ajang yang akan digelar 4-20 Februari 2022 itu.

’’Pemerintah tidak akan mengirimkan perwakilan resmi ataupun diplomatik ke Olimpiade,’’ tegas Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki Senin (6/12) seperti dikutip Agence France-Presse. Alasannya adalah genosida dan kejahatan melawan kemanusiaan terhadap warga Uighur di Xinjiang serta pelanggaran HAM lain yang dilakukan oleh Tiongkok.

Hingga detik ini, kamp detensi masih berdiri di Xinjiang. Ada lebih dari satu juta warga Uighur dan penduduk minoritas yang berbicara Bahasa Turki ditahan di dalamnya. Mereka juga disinyalir melakukan kerja paksa dan para perempuan disterilkan.

Menurut Psaki, jika mereka mengirimkan perwakilan maka itu adalah sinyal bahwa Olimpiade berjalan seperti biasanya dan AS tidak bisa melakukan hal tersebut. Meski begitu, pemerintah tetap mendukung atlit negaranya yang akan ikut bertanding. ’’Kami mendukung mereka 100 persen meski kami menyemangatinya dari rumah,’’ tegasnya. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/