alexametrics
31.4 C
Manado
Rabu, 18 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Aset Eks PM Malaysia Najib Razak Dibekukan

MANADOPOST.ID – Akibat putusan hukum, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak kehilangan banyak aset. Perintah pembekuan aset telah dikeluarkan Pengadilan Tinggi Malaysia atas permintaan 1Malaysia Development Bhd (1MDB) dan empat anak perusahaannya. Yaitu 1MDB Energy Holdings Ltd, 1MDB Energy Ltd, 1MDB Energy (Langat) Ltd, dan Global Diversified Investment Company Ltd.

Meski asetnya dibekukan, Najib masih boleh mengambil uangnya yang ada di bank. Tapi dibatasi. Yaitu MYR 100 ribu atau setara Rp 343,01 juta tiap bulannya untuk biaya hidup dan proses hukum. Jika membutuhkan uang lebih, Najib harus membuat surat izin tertulis kepada 1MDB dan Global Diversified Investment Company Ltd.

1MDB dan anak perusahaannya ingin memulihkan aset senilai MYR 2,8 miliar atau setara Rp 9,6 triliun yang telah dikorupsi Najib dan tujuh tersangka lainnya. Perintah pembekuan aset hanya berlaku untuk Najib. Sebab, dia adalah terdakwa utama dalam kasus korupsi tersebut.

Aset yang dibekukan berupa properti apa pun, baik yang bergerak maupun tidak bergerak, serta uang. Komisaris Yudisial Atan Mustaffa Yussof juga meminta Najib mengungkapkan kepada 1MDB dan penggugat lainnya di mana saja aset miliknya, baik di dalam maupun luar negeri, serta atas nama siapa saja.

Yang diajukan ke Najib saat ini adalah perintah mareva. Yaitu perintah pengadilan yang secara efektif membekukan aset terdakwa agar tidak dihamburkan sambil menunggu hasil atau penyelesaian tindakan hukum. Menurut perintah pengadilan, Najib tidak boleh mengurangi nilai asetnya hingga MYR 2,8 miliar tadi. Jika nilai asetnya di atas angka itu, dia boleh memakai, membuang, atau menghapus aset sisanya.

”Kami akan mengajukan dokumen hukum besok dan klien kami akan mengajukan keberatan,” terang Farhan Muhammad Shafee, pengacara Najib, seperti dikutip Free Malaysia Today. Sidang dengar pendapat antara berbagai pihak yang terlibat atau inter-parte akan digelar 21 Februari. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Akibat putusan hukum, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak kehilangan banyak aset. Perintah pembekuan aset telah dikeluarkan Pengadilan Tinggi Malaysia atas permintaan 1Malaysia Development Bhd (1MDB) dan empat anak perusahaannya. Yaitu 1MDB Energy Holdings Ltd, 1MDB Energy Ltd, 1MDB Energy (Langat) Ltd, dan Global Diversified Investment Company Ltd.

Meski asetnya dibekukan, Najib masih boleh mengambil uangnya yang ada di bank. Tapi dibatasi. Yaitu MYR 100 ribu atau setara Rp 343,01 juta tiap bulannya untuk biaya hidup dan proses hukum. Jika membutuhkan uang lebih, Najib harus membuat surat izin tertulis kepada 1MDB dan Global Diversified Investment Company Ltd.

1MDB dan anak perusahaannya ingin memulihkan aset senilai MYR 2,8 miliar atau setara Rp 9,6 triliun yang telah dikorupsi Najib dan tujuh tersangka lainnya. Perintah pembekuan aset hanya berlaku untuk Najib. Sebab, dia adalah terdakwa utama dalam kasus korupsi tersebut.

Aset yang dibekukan berupa properti apa pun, baik yang bergerak maupun tidak bergerak, serta uang. Komisaris Yudisial Atan Mustaffa Yussof juga meminta Najib mengungkapkan kepada 1MDB dan penggugat lainnya di mana saja aset miliknya, baik di dalam maupun luar negeri, serta atas nama siapa saja.

Yang diajukan ke Najib saat ini adalah perintah mareva. Yaitu perintah pengadilan yang secara efektif membekukan aset terdakwa agar tidak dihamburkan sambil menunggu hasil atau penyelesaian tindakan hukum. Menurut perintah pengadilan, Najib tidak boleh mengurangi nilai asetnya hingga MYR 2,8 miliar tadi. Jika nilai asetnya di atas angka itu, dia boleh memakai, membuang, atau menghapus aset sisanya.

”Kami akan mengajukan dokumen hukum besok dan klien kami akan mengajukan keberatan,” terang Farhan Muhammad Shafee, pengacara Najib, seperti dikutip Free Malaysia Today. Sidang dengar pendapat antara berbagai pihak yang terlibat atau inter-parte akan digelar 21 Februari. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/