30.4 C
Manado
Rabu, 29 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Begini Cara Warga Sydney Rayakan Kebebasan dari Lockdown

- Advertisement -

MANADOPOST.ID– ’’Ini adalah hari kebebasan.’’ Pernyataan itu dilontarkan oleh Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales (NSW), Australia Dominic Perrottet kemarin (11/10). Itu merujuk pada berakhirnya lockdown di Sydney. Ibu kota NSW itu sudah dikuntara selama 106 hari. Kebijakan itu tidak lagi diperpanjang setelah kasus penularan baru terus menurun. Sebanyak 70 persen populasi yang berusia 16 tahun ke atas juga sudah divaksin penuh.

Penduduk yang dikuntara selama 3 bulan lebih langsung menyambut dengan antusias berakhirnya lockdown. Awal dini hari kemarin, kelab malam dibuka dan mereka yang sudah rindu bersosialisasi langsung berbondong-bondong menyerbu. Kmart di Mount Druitt, yang buka di menit-menit awal berakhirnya lockdown juga diserbu pengunjung. Ratusan orang antri untuk masuk.

Café, restoran, salon, pusat perbelanjaan dan tempat-tempat lainnya menyusul buka ketika matahari mulai muncul. Mereka yang bisa menunjukkan bukti telah divaksin penuh bebas masuk. Hampir semua tempat dipenuhi oleh penduduk. Tidak ada lagi jalan yang sepi.

Sebagian penduduk ada yang memilih untuk mengunjungi anggota keluarga yang jauh. Selama lockdown, ada batasan bepergian yaitu maksimal radius 5 kilometer. Kini sebanyak 10 orang sudah divaksin lengkap boleh berkumpul di satu rumah. Acara pemakaman ataupun pernikahan juga bisa dihadiri maksimal 100 orang.

- Advertisement -

Perrottet menegaskan bahwa akan lebih banyak lagi kelonggaran diberikan. Itu jika 80 persen penduduk di atas 16 tahun sudah divaksin penuh. Saat ini lebih dari 90 persen penduduk sudah mendapatkan minimal satu dosis vaksin. Penduduk pun masih disarankan memakai masker di dalam ruangan dan di area tertentu. ”Ini adalah 100 hari yang sulit. Tapi usaha yang dilakukan penduduk di penjuru negara bagian, untuk keluar dan divaksin, telah membuat hari yang luar biasa ini terjadi,’’ tegasnya seperti dikutip BBC. Dia menambahkan bahwa rumah sakit sudah siap jika ada kenaikan penularan.

Lockdown di Sydney dimulai akhir Juni lalu ketika varian Delta menyebar dengan cepat. Varian tersebut memicu lebih dari 50 ribu penularan dan 439 kematian di NSW. Hingga saat ini NSW belum menerapkan sistem untuk mengecek status vaksinasi penduduk. (jawapos)

MANADOPOST.ID– ’’Ini adalah hari kebebasan.’’ Pernyataan itu dilontarkan oleh Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales (NSW), Australia Dominic Perrottet kemarin (11/10). Itu merujuk pada berakhirnya lockdown di Sydney. Ibu kota NSW itu sudah dikuntara selama 106 hari. Kebijakan itu tidak lagi diperpanjang setelah kasus penularan baru terus menurun. Sebanyak 70 persen populasi yang berusia 16 tahun ke atas juga sudah divaksin penuh.

Penduduk yang dikuntara selama 3 bulan lebih langsung menyambut dengan antusias berakhirnya lockdown. Awal dini hari kemarin, kelab malam dibuka dan mereka yang sudah rindu bersosialisasi langsung berbondong-bondong menyerbu. Kmart di Mount Druitt, yang buka di menit-menit awal berakhirnya lockdown juga diserbu pengunjung. Ratusan orang antri untuk masuk.

Café, restoran, salon, pusat perbelanjaan dan tempat-tempat lainnya menyusul buka ketika matahari mulai muncul. Mereka yang bisa menunjukkan bukti telah divaksin penuh bebas masuk. Hampir semua tempat dipenuhi oleh penduduk. Tidak ada lagi jalan yang sepi.

Sebagian penduduk ada yang memilih untuk mengunjungi anggota keluarga yang jauh. Selama lockdown, ada batasan bepergian yaitu maksimal radius 5 kilometer. Kini sebanyak 10 orang sudah divaksin lengkap boleh berkumpul di satu rumah. Acara pemakaman ataupun pernikahan juga bisa dihadiri maksimal 100 orang.

Perrottet menegaskan bahwa akan lebih banyak lagi kelonggaran diberikan. Itu jika 80 persen penduduk di atas 16 tahun sudah divaksin penuh. Saat ini lebih dari 90 persen penduduk sudah mendapatkan minimal satu dosis vaksin. Penduduk pun masih disarankan memakai masker di dalam ruangan dan di area tertentu. ”Ini adalah 100 hari yang sulit. Tapi usaha yang dilakukan penduduk di penjuru negara bagian, untuk keluar dan divaksin, telah membuat hari yang luar biasa ini terjadi,’’ tegasnya seperti dikutip BBC. Dia menambahkan bahwa rumah sakit sudah siap jika ada kenaikan penularan.

Lockdown di Sydney dimulai akhir Juni lalu ketika varian Delta menyebar dengan cepat. Varian tersebut memicu lebih dari 50 ribu penularan dan 439 kematian di NSW. Hingga saat ini NSW belum menerapkan sistem untuk mengecek status vaksinasi penduduk. (jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/