26.4 C
Manado
Jumat, 30 Juli 2021

Ganti Strategi, Thailand Campur Vaksin Bagi Nakes dan Warga

MANADOPOST.ID – Pemerintah Thailand mengganti strategi. Pemberian vaksin di negara tersebut kini dicampur. Dosis pertama diberikan Sinovac, sedangkan yang kedua diberikan vaksin keluaran perusahaan lain. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan perlindungan terhadap penerimanya. Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa metode tersebut efektif untuk melatih kekebalan tubuh.

Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di negara tersebut terpapar Covid-19. Dari total 677 ribu petugas medis yang sudah divaksin lengkap dengan Sinovac, sebanyak 618 di antaranya tertular Covid-19 pada April-Juli. Satu perawat meninggal dan satu petugas medis lainnya dalam kondisi kritis.

Karena itulah nakes yang sudah divaksin lengkap dengan Sinovac akan diberi dosis ketiga dengan AstraZeneca atau Pfizer/BioNTech untuk booster imun. ’’Dosis ketiga tersebut diberikan 3-4 pekan setelah suntikan kedua,’’ bunyi pernyataan Komite Penyakit Menular Nasional Thailand kemarin (12/7) seperti dikutip BBC.

Sedangkan penduduk yang sudah mendapatkan Sinovac di dosis pertama maka pada injeksi kedua diberi AstraZeneca. Tidak ada rencana pemberian tiga dosis untuk penduduk biasa, hanya penggantian jenis vaksin saja.

Vaksin pertama yang didapatkan oleh Thailand adalah Sinovac yang berasal dari Tiongkok. Tenaga medis mulai divaksin pada Februari. Kini selain Sinovac, mereka hanya memiliki AstraZeneca. Amerika Serikat berencana mendonasikan vaksin Pfizer/BioNTech.

Thailand kini tengah menghadapi lonjakan kasus. Infeksi baru terus bertambah. Minggu (11/7) kasus barunya mencapai 9.418 dan angka kematiannya 91 orang. Itu rekor tertinggi di negara tersebut. Total keseluruhan adalah 345 ribu kasus dan 2.791 kematian. Mayoritas berasal dari gelombang terakhir yang dimulai sejak April.

Gara-gara lonjakan kasus tersebut, kemarin pemerintah menerapkan lockdown dan jam malam. Itu berlaku di Bangkok serta provinsi di sekitarnya. Mereka membangun 145 tempat pengecekan di 10 provinsi beresiko tinggi. Sebanyak 88 di antaranya di Bangkok.

Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan bahwa varian Delta sudah menyebar ke provinsi lain yang merupakan pusat industri. ’’Situasinya mengkhawatirkan,’’ ujarnya seperti dikutip Agence France-Presse.

Vietnam pun menerapkan lockdown selama 14 hari untuk kota Can Tho, Mekong Delta. Di awal pandemi Vietnam berhasil mengendalikan situasi dan membuat angka penularan hanya dua digit saja. Tapi beberapa bulan ini situasinya berbanding terbalik. Pada Minggu saja, ada 1.953 penularan baru.

Saat ini hanya protokol kesehatan dan vaksin yang bisa menjadi pelindung dari SARS-CoV-2 dengan berbagai variannya. Sayangnya tak semua negara memiliki stok yang merata. Taiwan termasuk salah satu yang beruntung. Dua perusahaan teknologi di negara tersebut, TSMC dan Foxconn, berhasil membuat kesepakatan dengan BioNTech untuk membeli 10 juta dosis vaksin Covid-19. Vaksin senilai USD 350 juta atau setara Rp 5,07 triliun itu akan disumbangkan ke pusat komando epidemi Taiwan untuk didistribusikan ke penduduk.

Taiwan kekurangan vaksin dan mendapatkan bantuan dari AS. Tiongkok juga menawari memberikan Sinovac, tapi para peneliti menegaskan bahwa itu sama saja dengan bunuh diri. Sudah bukan rahasia lagi jika pemerintah Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai salah satu provinsi mereka. Padahal tak pernah sekalipun mereka memerintah Taiwan. Negara kecil itu lahir dari perang saudara di Tiongkok antara golongan komunis dan pro demokrasi. Kelompok pro demokrasi itulah yang mundur ke Taiwan dan membangun negara sendiri.

Di sisi lain, Covax mengungkap bahwa mereka mendapatkan bantuan lebih dari 100 juta vaksin dari Sinovac dan Sinopharm. Covax adalah lembaga yang didukung WHO dan Gavi untuk pemerataan vaksin. Negara-negara kaya membantu memberi subsidi pembelian vaksin untuk negara golongan menegah ke bawah. Saat ini ada 11 vaksin dan kandidat vaksin dalam portofolio Covax. Termasuk di antaranya AstraZeneca, Johnson&Johnson, Moderna, dan Pfizer. (jawapos)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru