23.4 C
Manado
Saturday, 4 February 2023

Ratusan Nakes Terpapar Covid-19, Pemerintah Thailand Putuskan Campur Vaksin

MANADOPOST.ID – Pemerintah Thailand mengganti strategi. Pemberian vaksin di negara tersebut kini dicampur. Dosis pertama diberikan Sinovac, sedangkan yang kedua diberikan vaksin keluaran perusahaan lain.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan perlindungan terhadap penerimanya. Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa metode tersebut efektif untuk melatih kekebalan tubuh.

Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di negara tersebut terpapar Covid-19. Dari total 677 ribu petugas medis yang sudah divaksin lengkap dengan Sinovac, sebanyak 618 di antaranya tertular Covid-19 pada April-Juli. Satu perawat meninggal dan satu petugas medis lainnya dalam kondisi kritis.

Karena itulah nakes yang sudah divaksin lengkap dengan Sinovac akan diberi dosis ketiga dengan AstraZeneca atau Pfizer/BioNTech untuk booster imun.

Baca Juga:  Larangan Mudik Ampuh Tekan Covid-19 di Sulut
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

’’Dosis ketiga tersebut diberikan 3-4 pekan setelah suntikan kedua,’’ bunyi pernyataan Komite Penyakit Menular Nasional Thailand kemarin (12/7) seperti dikutip BBC.

Sedangkan penduduk yang sudah mendapatkan Sinovac di dosis pertama maka pada injeksi kedua diberi AstraZeneca. Tidak ada rencana pemberian tiga dosis untuk penduduk biasa, hanya penggantian jenis vaksin saja.

Vaksin pertama yang didapatkan oleh Thailand adalah Sinovac yang berasal dari Tiongkok. Tenaga medis mulai divaksin pada Februari. Kini selain Sinovac, mereka hanya memiliki AstraZeneca. Amerika Serikat berencana mendonasikan vaksin Pfizer/BioNTech.

Thailand kini tengah menghadapi lonjakan kasus. Infeksi baru terus bertambah. Minggu (11/7) kasus barunya mencapai 9.418 dan angka kematiannya 91 orang. Itu rekor tertinggi di negara tersebut. Total keseluruhan adalah 345 ribu kasus dan 2.791 kematian. Mayoritas berasal dari gelombang terakhir yang dimulai sejak April.

Baca Juga:  Diserang Dari Berbagai Sisi, Presiden Zelensky: 45 Rudal Rusia Hantam Ukraina dalam 24 Jam Terakhir

Gara-gara lonjakan kasus tersebut, kemarin pemerintah menerapkan lockdown dan jam malam. Itu berlaku di Bangkok serta provinsi di sekitarnya. Mereka membangun 145 tempat pengecekan di 10 provinsi beresiko tinggi. Sebanyak 88 di antaranya di Bangkok.

Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan bahwa varian Delta sudah menyebar ke provinsi lain yang merupakan pusat industri. ’’Situasinya mengkhawatirkan,’’ ujarnya seperti dikutip Agence France-Presse. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Pemerintah Thailand mengganti strategi. Pemberian vaksin di negara tersebut kini dicampur. Dosis pertama diberikan Sinovac, sedangkan yang kedua diberikan vaksin keluaran perusahaan lain.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan perlindungan terhadap penerimanya. Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa metode tersebut efektif untuk melatih kekebalan tubuh.

Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di negara tersebut terpapar Covid-19. Dari total 677 ribu petugas medis yang sudah divaksin lengkap dengan Sinovac, sebanyak 618 di antaranya tertular Covid-19 pada April-Juli. Satu perawat meninggal dan satu petugas medis lainnya dalam kondisi kritis.

Karena itulah nakes yang sudah divaksin lengkap dengan Sinovac akan diberi dosis ketiga dengan AstraZeneca atau Pfizer/BioNTech untuk booster imun.

Baca Juga:  Oh Ini Alasan Kemanjuran Vaksin Sinovac dari Tiongkok Diragukan

’’Dosis ketiga tersebut diberikan 3-4 pekan setelah suntikan kedua,’’ bunyi pernyataan Komite Penyakit Menular Nasional Thailand kemarin (12/7) seperti dikutip BBC.

Sedangkan penduduk yang sudah mendapatkan Sinovac di dosis pertama maka pada injeksi kedua diberi AstraZeneca. Tidak ada rencana pemberian tiga dosis untuk penduduk biasa, hanya penggantian jenis vaksin saja.

Vaksin pertama yang didapatkan oleh Thailand adalah Sinovac yang berasal dari Tiongkok. Tenaga medis mulai divaksin pada Februari. Kini selain Sinovac, mereka hanya memiliki AstraZeneca. Amerika Serikat berencana mendonasikan vaksin Pfizer/BioNTech.

Thailand kini tengah menghadapi lonjakan kasus. Infeksi baru terus bertambah. Minggu (11/7) kasus barunya mencapai 9.418 dan angka kematiannya 91 orang. Itu rekor tertinggi di negara tersebut. Total keseluruhan adalah 345 ribu kasus dan 2.791 kematian. Mayoritas berasal dari gelombang terakhir yang dimulai sejak April.

Baca Juga:  Diserang Dari Berbagai Sisi, Presiden Zelensky: 45 Rudal Rusia Hantam Ukraina dalam 24 Jam Terakhir

Gara-gara lonjakan kasus tersebut, kemarin pemerintah menerapkan lockdown dan jam malam. Itu berlaku di Bangkok serta provinsi di sekitarnya. Mereka membangun 145 tempat pengecekan di 10 provinsi beresiko tinggi. Sebanyak 88 di antaranya di Bangkok.

Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan bahwa varian Delta sudah menyebar ke provinsi lain yang merupakan pusat industri. ’’Situasinya mengkhawatirkan,’’ ujarnya seperti dikutip Agence France-Presse. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru