alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Stok Vaksin di Taiwan Menipis, Vietnam Lockdown 14 Hari

MANADOPOST.ID – Vietnam menerapkan lockdown selama 14 hari untuk kota Can Tho, Mekong Delta.

Di awal pandemi Vietnam berhasil mengendalikan situasi dan membuat angka penularan hanya dua digit saja. Tapi beberapa bulan ini situasinya berbanding terbalik. Pada Minggu saja, ada 1.953 penularan baru.

Saat ini hanya protokol kesehatan dan vaksin yang bisa menjadi pelindung dari SARS-CoV-2 dengan berbagai variannya. Sayangnya tak semua negara memiliki stok yang merata.

Taiwan termasuk salah satu yang beruntung. Dua perusahaan teknologi di negara tersebut, TSMC dan Foxconn, berhasil membuat kesepakatan dengan BioNTech untuk membeli 10 juta dosis vaksin Covid-19. Vaksin senilai USD 350 juta atau setara Rp 5,07 triliun itu akan disumbangkan ke pusat komando epidemi Taiwan untuk didistribusikan ke penduduk.

Taiwan kekurangan vaksin dan mendapatkan bantuan dari AS. Tiongkok juga menawari memberikan Sinovac, tapi para peneliti menegaskan bahwa itu sama saja dengan bunuh diri.

Sudah bukan rahasia lagi jika pemerintah Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai salah satu provinsi mereka. Padahal tak pernah sekalipun mereka memerintah Taiwan.

Negara kecil itu lahir dari perang saudara di Tiongkok antara golongan komunis dan pro demokrasi. Kelompok pro demokrasi itulah yang mundur ke Taiwan dan membangun negara sendiri.

Di sisi lain, Covax mengungkap bahwa mereka mendapatkan bantuan lebih dari 100 juta vaksin dari Sinovac dan Sinopharm. Covax adalah lembaga yang didukung WHO dan Gavi untuk pemerataan vaksin.

Negara-negara kaya membantu memberi subsidi pembelian vaksin untuk negara golongan menegah ke bawah. Saat ini ada 11 vaksin dan kandidat vaksin dalam portofolio Covax. Termasuk di antaranya AstraZeneca, Johnson&Johnson, Moderna, dan Pfizer. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Vietnam menerapkan lockdown selama 14 hari untuk kota Can Tho, Mekong Delta.

Di awal pandemi Vietnam berhasil mengendalikan situasi dan membuat angka penularan hanya dua digit saja. Tapi beberapa bulan ini situasinya berbanding terbalik. Pada Minggu saja, ada 1.953 penularan baru.

Saat ini hanya protokol kesehatan dan vaksin yang bisa menjadi pelindung dari SARS-CoV-2 dengan berbagai variannya. Sayangnya tak semua negara memiliki stok yang merata.

Taiwan termasuk salah satu yang beruntung. Dua perusahaan teknologi di negara tersebut, TSMC dan Foxconn, berhasil membuat kesepakatan dengan BioNTech untuk membeli 10 juta dosis vaksin Covid-19. Vaksin senilai USD 350 juta atau setara Rp 5,07 triliun itu akan disumbangkan ke pusat komando epidemi Taiwan untuk didistribusikan ke penduduk.

Taiwan kekurangan vaksin dan mendapatkan bantuan dari AS. Tiongkok juga menawari memberikan Sinovac, tapi para peneliti menegaskan bahwa itu sama saja dengan bunuh diri.

Sudah bukan rahasia lagi jika pemerintah Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai salah satu provinsi mereka. Padahal tak pernah sekalipun mereka memerintah Taiwan.

Negara kecil itu lahir dari perang saudara di Tiongkok antara golongan komunis dan pro demokrasi. Kelompok pro demokrasi itulah yang mundur ke Taiwan dan membangun negara sendiri.

Di sisi lain, Covax mengungkap bahwa mereka mendapatkan bantuan lebih dari 100 juta vaksin dari Sinovac dan Sinopharm. Covax adalah lembaga yang didukung WHO dan Gavi untuk pemerataan vaksin.

Negara-negara kaya membantu memberi subsidi pembelian vaksin untuk negara golongan menegah ke bawah. Saat ini ada 11 vaksin dan kandidat vaksin dalam portofolio Covax. Termasuk di antaranya AstraZeneca, Johnson&Johnson, Moderna, dan Pfizer. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/