25.3 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

Amerika Lewat! Vladimir Putin Klaim Rusia Terdepan dalam Teknologi Rudal Hipersonik

MANADOPOST.ID – Presiden Rusia, Vladimir Putin mengaku negaranya adalah pemimpin global dalam teknologi rudal hipersonik. Pada saat negara lain mengikuti, Rusia kemungkinan besar telah mengembangkan teknologi untuk melawan senjata baru tersebut. Hal ini diungkapkan Putin baru-baru ini sebagaimana dilansir dari merdeka.com.

Putin mengatakan, Rusia dan AS memiliki perkiraan kesamaan dalam hal kepemilikan jumlah hulu ledak dan kapal induk. Hal ini disampaikan Putin dalam komentar yang ditayangkan pada Minggu sebagai bagian dari film dokumenter berjudul “Rusia. Sejarah Baru”.

“Tetapi dalam perkembangan kami yang maju, kami jelas merupakan pemimpinnya,” ujar Putin, dikutip dari Al Arabiya, Senin (13/12).

Putin menambahkan, Rusia juga nomor 1 di dunia dalam skala peningkatan senjata tradisionalnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Di masa depan, lanjutnya, negara yang menjadi kekuatan dunia lainnya akan memiliki teknologi senjata hipersonik serupa.

“Ketika mereka memiliki senjata ini, kemungkinan besar mereka akan memiliki sarana untuk melawan senjata ini.”

Putin mengatakan bulan lalu, uji coba rudal jelajah hipersonik Zirkon Rusia hampir selesai dan pengiriman ke angkatan laut akan dimulai pada 2022.

Beberapa pakar Barat mempertanyakan seberapa canggih generasi baru senjata Rusia, sementara mengakui kombinasi kecepatan, kemampuan manuver, dan ketinggian rudal hipersonik membuat mereka sulit dilacak dan dicegat.

Rudal hipersonik ini bisa menempuh perjalanan lebih dari lima kali kecepatan suara di atmosfer atas, atau sekitar 6.200 km per jam (3.850 mph). Ini lebih lambat dari rudal balistik antarbenua, tetapi bentuk kendaraan luncur hipersonik memungkinkannya untuk bermanuver menuju target atau menjauh dari pertahanan.

Menurut data Bank Dunia, pengeluaran militer Moskow jauh lebih rendah daripada Washington. Rusia menggelontorkan USD 62 miliar untuk pengeluaran militer pada tahun 2020 versus USD 778 miliar yang digelontorkan AS.

Sekretaris Angkatan Udara AS Frank Kendall mengatakan kepada Reuters bulan lalu, AS dan China berlomba mengembangkan senjata hipersonik paling mematikan.

Pada Oktober, perwira tinggi militer AS, Jenderal Mark Milley, mengonfirmasi uji coba senjata hipersonik China yang menurut para ahli militer tampaknya menunjukkan pengejaran Beijing terhadap sistem yang mengorbit Bumi yang dirancang untuk menghindari pertahanan rudal Amerika.

Putin berbicara tentang kekuatan militer Rusia dalam film dokumenter yang sama di mana ia menyesali runtuhnya Uni Soviet tiga dekade lalu sebagai runtuhnya apa yang disebutnya “Rusia bersejarah”. (merdeka)

MANADOPOST.ID – Presiden Rusia, Vladimir Putin mengaku negaranya adalah pemimpin global dalam teknologi rudal hipersonik. Pada saat negara lain mengikuti, Rusia kemungkinan besar telah mengembangkan teknologi untuk melawan senjata baru tersebut. Hal ini diungkapkan Putin baru-baru ini sebagaimana dilansir dari merdeka.com.

Putin mengatakan, Rusia dan AS memiliki perkiraan kesamaan dalam hal kepemilikan jumlah hulu ledak dan kapal induk. Hal ini disampaikan Putin dalam komentar yang ditayangkan pada Minggu sebagai bagian dari film dokumenter berjudul “Rusia. Sejarah Baru”.

“Tetapi dalam perkembangan kami yang maju, kami jelas merupakan pemimpinnya,” ujar Putin, dikutip dari Al Arabiya, Senin (13/12).

Putin menambahkan, Rusia juga nomor 1 di dunia dalam skala peningkatan senjata tradisionalnya.

Di masa depan, lanjutnya, negara yang menjadi kekuatan dunia lainnya akan memiliki teknologi senjata hipersonik serupa.

“Ketika mereka memiliki senjata ini, kemungkinan besar mereka akan memiliki sarana untuk melawan senjata ini.”

Putin mengatakan bulan lalu, uji coba rudal jelajah hipersonik Zirkon Rusia hampir selesai dan pengiriman ke angkatan laut akan dimulai pada 2022.

Beberapa pakar Barat mempertanyakan seberapa canggih generasi baru senjata Rusia, sementara mengakui kombinasi kecepatan, kemampuan manuver, dan ketinggian rudal hipersonik membuat mereka sulit dilacak dan dicegat.

Rudal hipersonik ini bisa menempuh perjalanan lebih dari lima kali kecepatan suara di atmosfer atas, atau sekitar 6.200 km per jam (3.850 mph). Ini lebih lambat dari rudal balistik antarbenua, tetapi bentuk kendaraan luncur hipersonik memungkinkannya untuk bermanuver menuju target atau menjauh dari pertahanan.

Menurut data Bank Dunia, pengeluaran militer Moskow jauh lebih rendah daripada Washington. Rusia menggelontorkan USD 62 miliar untuk pengeluaran militer pada tahun 2020 versus USD 778 miliar yang digelontorkan AS.

Sekretaris Angkatan Udara AS Frank Kendall mengatakan kepada Reuters bulan lalu, AS dan China berlomba mengembangkan senjata hipersonik paling mematikan.

Pada Oktober, perwira tinggi militer AS, Jenderal Mark Milley, mengonfirmasi uji coba senjata hipersonik China yang menurut para ahli militer tampaknya menunjukkan pengejaran Beijing terhadap sistem yang mengorbit Bumi yang dirancang untuk menghindari pertahanan rudal Amerika.

Putin berbicara tentang kekuatan militer Rusia dalam film dokumenter yang sama di mana ia menyesali runtuhnya Uni Soviet tiga dekade lalu sebagai runtuhnya apa yang disebutnya “Rusia bersejarah”. (merdeka)

Most Read

Artikel Terbaru

/