alexametrics
24.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Omicron Diduga jadi Penyebab Hepatitis Misterius, Ini Pandangan Profesor Asal Jepang

MANADOPOST.ID–Para ahli masih meneliti penyebab wabah hepatitis misterius di berbagai negara yang menyerang anak-anak.

Sejumlah ahli mengaitkan Covid-19 sebagai penyebabnya atau juga virus lain yakni adenovirus. Sementara, ahli Jepang dari Universitas Kyoto, Profesor Hiroshi Nishiura juga mengaitkan hepatitis misterius dengan Covid-19.

“Varian Omicron dari Coronavirus mungkin memiliki pengaruh pada wabah hepatitis akut saat ini pada anak-anak,” menurut Nishiura.

Nishiura mengatakan kepada komite penasihat virus Korona Kementerian Kesehatan bahwa negara-negara dengan jumlah infeksi Omicron yang tinggi, seperti Inggris dan AS melaporkan jumlah kasus hepatitis yang relatif tinggi. Menurut ahli, riwayat infeksi strain Omicron di masa lalu mungkin berdampak pada munculnya hepatitis akut.

Teori yang menghubungkan SARS-COV-2 dengan wabah hepatitis ini sedang diselidiki. Namun, hipotesis terkuat hingga saat ini adalah bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh adenovirus, seperti yang telah terdeteksi pada setidaknya 74 kasus.

Apa yang para ilmuwan coba pahami sekarang adalah apakah ada mutasi pada adenovirus 41. Namun, teori lain yang sedang dipertimbangkan adalah bahwa paparan beberapa obat, racun atau sesuatu di lingkungan mungkin telah mempengaruhi anak-anak.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 23 April, WHO mengatakan tidak ada hubungan antara penyakit dan vaksin yang digunakan untuk melawan Covid-19, karena sebagian besar anak-anak yang terkena dampak tidak menerima vaksinasi virus Korona. Maka dari itu, tak ada hubungannya vaksin Covid-19 dengan hepatitis.

Hepatitis akut ditandai dengan peradangan hati yang tiba-tiba. Menurut WHO, jumlah kasus yang dicurigai dalam penyelidikan per 10 Mei adalah 348 di 20 negara.

Inggris adalah negara dengan kasus terbanyak, dengan 163 dikonfirmasi menurut otoritas kesehatan setempat. Di Amerika Serikat, penyakit ini dilaporkan pada 109 anak pada hari ke-6. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), lebih dari 90 persen dirawat di rumah sakit, 14 persen menerima transplantasi hati, dan 5 meninggal.

Di Brasil, Kementerian Kesehatan melaporkan Kamis (12/12), bahwa pihaknya sedang menyelidiki 28 kasus dugaan hepatitis akut pada anak yang tidak diketahui asalnya. Catatan tersebut berasal dari Sao Paulo (8), Rio de Janeiro (7), Minas Gerais (4), Parana (3), Espírito Santo (2), Pernambuco (2), dan Santa Catarina (2). Kasus-kasus tersebut masih menunggu tes lebih lanjut untuk memastikan penyakit tersebut.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Para ahli masih meneliti penyebab wabah hepatitis misterius di berbagai negara yang menyerang anak-anak.

Sejumlah ahli mengaitkan Covid-19 sebagai penyebabnya atau juga virus lain yakni adenovirus. Sementara, ahli Jepang dari Universitas Kyoto, Profesor Hiroshi Nishiura juga mengaitkan hepatitis misterius dengan Covid-19.

“Varian Omicron dari Coronavirus mungkin memiliki pengaruh pada wabah hepatitis akut saat ini pada anak-anak,” menurut Nishiura.

Nishiura mengatakan kepada komite penasihat virus Korona Kementerian Kesehatan bahwa negara-negara dengan jumlah infeksi Omicron yang tinggi, seperti Inggris dan AS melaporkan jumlah kasus hepatitis yang relatif tinggi. Menurut ahli, riwayat infeksi strain Omicron di masa lalu mungkin berdampak pada munculnya hepatitis akut.

Teori yang menghubungkan SARS-COV-2 dengan wabah hepatitis ini sedang diselidiki. Namun, hipotesis terkuat hingga saat ini adalah bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh adenovirus, seperti yang telah terdeteksi pada setidaknya 74 kasus.

Apa yang para ilmuwan coba pahami sekarang adalah apakah ada mutasi pada adenovirus 41. Namun, teori lain yang sedang dipertimbangkan adalah bahwa paparan beberapa obat, racun atau sesuatu di lingkungan mungkin telah mempengaruhi anak-anak.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 23 April, WHO mengatakan tidak ada hubungan antara penyakit dan vaksin yang digunakan untuk melawan Covid-19, karena sebagian besar anak-anak yang terkena dampak tidak menerima vaksinasi virus Korona. Maka dari itu, tak ada hubungannya vaksin Covid-19 dengan hepatitis.

Hepatitis akut ditandai dengan peradangan hati yang tiba-tiba. Menurut WHO, jumlah kasus yang dicurigai dalam penyelidikan per 10 Mei adalah 348 di 20 negara.

Inggris adalah negara dengan kasus terbanyak, dengan 163 dikonfirmasi menurut otoritas kesehatan setempat. Di Amerika Serikat, penyakit ini dilaporkan pada 109 anak pada hari ke-6. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), lebih dari 90 persen dirawat di rumah sakit, 14 persen menerima transplantasi hati, dan 5 meninggal.

Di Brasil, Kementerian Kesehatan melaporkan Kamis (12/12), bahwa pihaknya sedang menyelidiki 28 kasus dugaan hepatitis akut pada anak yang tidak diketahui asalnya. Catatan tersebut berasal dari Sao Paulo (8), Rio de Janeiro (7), Minas Gerais (4), Parana (3), Espírito Santo (2), Pernambuco (2), dan Santa Catarina (2). Kasus-kasus tersebut masih menunggu tes lebih lanjut untuk memastikan penyakit tersebut.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/