alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Tiap Pekan Naik Kali Lipat, WHO Sebut Omicron Jadi Varian Dominan di Eropa Barat

MANADOPOST.ID – Eropa dan Asia Tengah sekali lagi akan menjadi episentrum penularan Covid-19. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa 50 dari 53 negara di wilayah tersebut melaporkan adanya penularan Omicron.

Tiap pekan, jumlahnya naik berkali lipat. Omicron dengan cepat menjadi varian dominan di Eropa Barat dan kini menyebar ke Balkan.

’’Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) memperkirakan bahwa jika tren penularan itu terus berlanjut, dalam 6-8 pekan kedepan sebanyak 50 persen populasi di wilayah ini akan tertular Omicron,’’ ujar Direktur Regional WHO untuk Eropa Dr Hans Henri P. Kluge seperti dikutip The Guardian.

WHO memang menemukan bukti bahwa Omicron menyebabkan gejala yang lebih ringan. Utamanya pada mereka yang sudah divaksin. Tapi mereka meminta agar semua pihak tidak lengah. Sebab tingginya angka penularan mulai menekan sistem kesehatan di berbagai negara.

’’Saya ingatkan kembali bahwa vaksin yang sudah disetujui saat ini benar-benar melindungi terhadap keparahan dan kematian, termasuk karena Omicron,’’ tegas Kluge.

Meski begitu dia memaparkan bahwa booster berulang bukanlah strategi yang bagus. Seharusnya berbagai pihak memastikan negara-negara miskin juga memiliki cukup vaksin.

Kluge juga menjelaskan bahwa kembali membuka sekolah memiliki manfaat untuk mental, sosial, dan pendidikan anak-anak. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Sekolah harus menjadi yang paling akhir ditutup dan paling awal dibuka.

Beberapa negara Eropa memang mulai waspada. Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya hanya punya waktu 2 pekan untuk menyambut gelombang penularan Omicron. Rusia masih kesulitan untuk meminta penduduknya vaksin.

Dia mendesak PM Mikhail Mishustin agar segera meningkatkan angka vaksinasi. Rusia menggunakan vaksin buatan dalam negerinya, Sputnik-V. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Eropa dan Asia Tengah sekali lagi akan menjadi episentrum penularan Covid-19. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa 50 dari 53 negara di wilayah tersebut melaporkan adanya penularan Omicron.

Tiap pekan, jumlahnya naik berkali lipat. Omicron dengan cepat menjadi varian dominan di Eropa Barat dan kini menyebar ke Balkan.

’’Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) memperkirakan bahwa jika tren penularan itu terus berlanjut, dalam 6-8 pekan kedepan sebanyak 50 persen populasi di wilayah ini akan tertular Omicron,’’ ujar Direktur Regional WHO untuk Eropa Dr Hans Henri P. Kluge seperti dikutip The Guardian.

WHO memang menemukan bukti bahwa Omicron menyebabkan gejala yang lebih ringan. Utamanya pada mereka yang sudah divaksin. Tapi mereka meminta agar semua pihak tidak lengah. Sebab tingginya angka penularan mulai menekan sistem kesehatan di berbagai negara.

’’Saya ingatkan kembali bahwa vaksin yang sudah disetujui saat ini benar-benar melindungi terhadap keparahan dan kematian, termasuk karena Omicron,’’ tegas Kluge.

Meski begitu dia memaparkan bahwa booster berulang bukanlah strategi yang bagus. Seharusnya berbagai pihak memastikan negara-negara miskin juga memiliki cukup vaksin.

Kluge juga menjelaskan bahwa kembali membuka sekolah memiliki manfaat untuk mental, sosial, dan pendidikan anak-anak. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Sekolah harus menjadi yang paling akhir ditutup dan paling awal dibuka.

Beberapa negara Eropa memang mulai waspada. Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya hanya punya waktu 2 pekan untuk menyambut gelombang penularan Omicron. Rusia masih kesulitan untuk meminta penduduknya vaksin.

Dia mendesak PM Mikhail Mishustin agar segera meningkatkan angka vaksinasi. Rusia menggunakan vaksin buatan dalam negerinya, Sputnik-V. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/