alexametrics
27.4 C
Manado
Senin, 16 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Demi Pulihkan Ekonomi, Mulai Hari Ini Vietnam Buka Pintu Penerbangan Internasional

MANADOPOST.ID – Mulai hari ini (15/2), Vietnam mencabut semua aturan pembatasan untuk penerbangan internasional. Harapannya, kebijakan itu bisa memulihkan perekonomian mereka. Sektor pariwisata selama ini menyumbang 10 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.

’’Frekuensi penerbangan akan kembali seperti level sebelum pandemi,’’ ujar Wakil Direktur Administrasi Penerbangan Sipil Vietnam Dinh Viet Son sebagaimana yang dikutip media lokal Tuoi Tre.

Son menyatakan, dirinya sudah menginformasikan aturan baru itu kepada semua partner negara tersebut. Namun, hanya Tiongkok yang belum setuju. Tiongkok menjadi satu-satunya negara di dunia yang masih menerapkan kebijakan nol kasus Covid-19.

Perbatasan masih ditutup dan hanya dibuka untuk urusan tertentu. Penerbangan di Negeri Tirai Bambu belum normal 100 persen.

Vietnam sejatinya dulu menerapkan kebijakan yang hampir sama ketatnya seperti Tiongkok. Mereka berbatasan dengan Negeri Panda sehingga tahu lebih dulu informasi adanya persebaran virus SARS-CoV-2.

Vietnam termasuk golongan pertama negara yang menutup perbatasan dan menerapkan aturan ketat. Mereka bahkan sempat menghentikan ekspor beras demi mencukupi kebutuhan dalam negeri saat lockdown terjadi di banyak wilayah.

Mereka memang sukses mengendalikan penularan Covid-19. Namun, pada saat yang sama, perekonomian terpukul. Sebelumnya, Vietnam membuka penerbangan internasional secara berkala. Mulai awal tahun ini, sudah ada 15 jalur yang dibuka. Aturan karantina juga dipermudah. Mereka yang sudah divaksin lengkap kini hanya perlu menjalani isolasi mandiri selama tiga hari.

Sejak awal pandemi, tercatat ada 2,5 juta kasus di Vietnam dan sekitar 39 ribu kematian. Saat ini hampir 98 persen dari 98 juta penduduknya telah menerima dua dosis vaksin. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Mulai hari ini (15/2), Vietnam mencabut semua aturan pembatasan untuk penerbangan internasional. Harapannya, kebijakan itu bisa memulihkan perekonomian mereka. Sektor pariwisata selama ini menyumbang 10 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.

’’Frekuensi penerbangan akan kembali seperti level sebelum pandemi,’’ ujar Wakil Direktur Administrasi Penerbangan Sipil Vietnam Dinh Viet Son sebagaimana yang dikutip media lokal Tuoi Tre.

Son menyatakan, dirinya sudah menginformasikan aturan baru itu kepada semua partner negara tersebut. Namun, hanya Tiongkok yang belum setuju. Tiongkok menjadi satu-satunya negara di dunia yang masih menerapkan kebijakan nol kasus Covid-19.

Perbatasan masih ditutup dan hanya dibuka untuk urusan tertentu. Penerbangan di Negeri Tirai Bambu belum normal 100 persen.

Vietnam sejatinya dulu menerapkan kebijakan yang hampir sama ketatnya seperti Tiongkok. Mereka berbatasan dengan Negeri Panda sehingga tahu lebih dulu informasi adanya persebaran virus SARS-CoV-2.

Vietnam termasuk golongan pertama negara yang menutup perbatasan dan menerapkan aturan ketat. Mereka bahkan sempat menghentikan ekspor beras demi mencukupi kebutuhan dalam negeri saat lockdown terjadi di banyak wilayah.

Mereka memang sukses mengendalikan penularan Covid-19. Namun, pada saat yang sama, perekonomian terpukul. Sebelumnya, Vietnam membuka penerbangan internasional secara berkala. Mulai awal tahun ini, sudah ada 15 jalur yang dibuka. Aturan karantina juga dipermudah. Mereka yang sudah divaksin lengkap kini hanya perlu menjalani isolasi mandiri selama tiga hari.

Sejak awal pandemi, tercatat ada 2,5 juta kasus di Vietnam dan sekitar 39 ribu kematian. Saat ini hampir 98 persen dari 98 juta penduduknya telah menerima dua dosis vaksin. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/