alexametrics
28.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Polusi di India Makin Parah, Pemerintah Berlakukan Lockdown

MANADOPOST.ID – Efek dari polusi dan perubahan iklim terpampang nyata di India. Polusi udara di New Delhi memaksa pemerintah setempat untuk menutup sekolah selama sepekan ke depan.

Proyek-proyek konstruksi juga diminta untuk berhenti selama 4 hari. Para pegawai negeri sipil diminta bekerja dari rumah, termasuk pekerja swasta.

Itu semua adalah upaya pemerintah untuk melindungi penduduk dari polusi asap beracun. Mereka menyebutnya sebagai lockdown polusi. ’’Sekolah-sekolah ditutup agar anak-anak tidak menghirup udara yang tercemar,’’ tegas Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal.

Ibu kota India itu merupakan kota terpolusi di dunia. Setiap musim dingin, pencemaran dari emisi kendaraan, asap pabrik serta pembakaran sisa pertanian menetap di langit kota tersebut. Sabtu (13/11) Mahkamah Agung (MA) menyarankan agar Delhi melakukan lockdown guna mengatasi kualitas udara. Kejriwal bersama para petinggi lain menyetujui saran MA itu. ’’Lockdown polusi tidak pernah terjadi sebelumnya. Ini akan menjadi langkah yang ekstrim,’’ ujarnya.

Dewan Pengendali Polusi Pusat menyarankan agar pemeritah bersiap mengambil langkah-langkah darurat. Itu karena kualitas udara yang buruk itu akan berlangsung hingga 18 November. Pada malam hari angin cenderung tenang, membuat udara kotor tersebut tidak bergerak. Pada Sabtu, level PM 2.5 di Delhi sudah lebih dari 300. Itu 20 kali batas maksimal harian yang direkomendasikan oleh WHO. PM 2.5 merupakan partikel polusi udara terkecil dan paling berbahaya.

The Times of India melaporkan bahwa beberapa rumah sakit menerima kenaikan pasien yang cukup tinggi karena masalah pernafasan. Yaitu sektiar 12-14 pasien per hari di unit gawat darurat. ’’Mereka datang saat malam ketika gejalanya menyebabkan gangguan tidur dan kepanikan,’’ujar Dr Suranjit Chatterjee dari Apollo Hospitals. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Efek dari polusi dan perubahan iklim terpampang nyata di India. Polusi udara di New Delhi memaksa pemerintah setempat untuk menutup sekolah selama sepekan ke depan.

Proyek-proyek konstruksi juga diminta untuk berhenti selama 4 hari. Para pegawai negeri sipil diminta bekerja dari rumah, termasuk pekerja swasta.

Itu semua adalah upaya pemerintah untuk melindungi penduduk dari polusi asap beracun. Mereka menyebutnya sebagai lockdown polusi. ’’Sekolah-sekolah ditutup agar anak-anak tidak menghirup udara yang tercemar,’’ tegas Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal.

Ibu kota India itu merupakan kota terpolusi di dunia. Setiap musim dingin, pencemaran dari emisi kendaraan, asap pabrik serta pembakaran sisa pertanian menetap di langit kota tersebut. Sabtu (13/11) Mahkamah Agung (MA) menyarankan agar Delhi melakukan lockdown guna mengatasi kualitas udara. Kejriwal bersama para petinggi lain menyetujui saran MA itu. ’’Lockdown polusi tidak pernah terjadi sebelumnya. Ini akan menjadi langkah yang ekstrim,’’ ujarnya.

Dewan Pengendali Polusi Pusat menyarankan agar pemeritah bersiap mengambil langkah-langkah darurat. Itu karena kualitas udara yang buruk itu akan berlangsung hingga 18 November. Pada malam hari angin cenderung tenang, membuat udara kotor tersebut tidak bergerak. Pada Sabtu, level PM 2.5 di Delhi sudah lebih dari 300. Itu 20 kali batas maksimal harian yang direkomendasikan oleh WHO. PM 2.5 merupakan partikel polusi udara terkecil dan paling berbahaya.

The Times of India melaporkan bahwa beberapa rumah sakit menerima kenaikan pasien yang cukup tinggi karena masalah pernafasan. Yaitu sektiar 12-14 pasien per hari di unit gawat darurat. ’’Mereka datang saat malam ketika gejalanya menyebabkan gangguan tidur dan kepanikan,’’ujar Dr Suranjit Chatterjee dari Apollo Hospitals. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/