alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ini Musuh Baru yang Ditakuti Amerika! Bukan China, Rusia atau Covid-19

MANADOPOST.ID – Amerika Serikat (AS) kali ini sedang diserang musuh baru. Bukan China, Rusia atau Covid-19. Ancaman musuh baru untuk Negeri Paman Sam yakni inflasi tinggi.

Dikutip dari CNBC Indonesia yang melansir Reuters, Rabu (12/1/2022), Indeks Harga Konsumen (CPI/IHK) naik 0,5% pada Desember 2021, setelah naik 0,8% di November sebelumnya. Angka ini sendiri merupakan yang tertinggi dalam empat dekade terakhir. Kenaikan ini didorong harga sewa yang tinggi.

Selain itu, konsumen juga membayar lebih untuk makanan, meskipun kenaikan harga makanan sebesar 0,5% lebih rendah dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Harga buah-buahan dan sayuran naik meski daging sapi turun 2,0% setelah kenaikan tajam belum lama ini dan harga bensin turun 0,5% setelah naik 6,1% di November dan Oktober 2021.

Dalam 12 bulan hingga Desember, IHK melonjak 7,0%. Jumlah ini menjadi peningkatan year-to-year (yoy) terbesar sejak Juni 1982 dan mengikuti kenaikan 6,8% pada November.

Meningkatnya inflasi juga mengikis kenaikan upah di mana penghasilan mingguan rata-rata yang disesuaikan dengan inflasi turun 2,3% pada yoy pada Desember. Meski inflasi overheat, pembacaan Desember sebenarnya sudah diekspektasikan pasar di mana indeks utama Wall Street menghijau penutupan kemerin maktu setempat.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa ini merupakan tanda pulihnya daya beli pasca pandemi. Ia berjanji akan berusaha untuk menekan hal ini secepat mungkin.

“Laporan ini menggarisbawahi bahwa kami masih memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dengan kenaikan harga yang masih terlalu tinggi dan menekan anggaran keluarga,” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Di sisi lain, Federal Reserve (Fed) juga telah memberikan sinyal kenaikan suku bunga pada awal Maret mendatang. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral AS siap untuk melakukan apapun untuk menjaga inflasi tinggi agar tidak “mengakar”. Analis menyebut bahwa hal ini juga dapat dilakukan atas dasar tekanan politik yang kuat dari senat.

“The Fed akan dipaksa untuk mulai menaikkan suku bunga pada bulan Maret dan tergantung pada tekanan politik pada mereka, dari kedua sisi, mereka harus menaikkan suku empat kali atau lebih di tahun ini dan berpotensi lebih dari itu pada tahun depan,” kata kepala investasi di Independent Advisor Alliance di Charlotte, North Carolina, Chris Zaccarelli.

MANADOPOST.ID – Amerika Serikat (AS) kali ini sedang diserang musuh baru. Bukan China, Rusia atau Covid-19. Ancaman musuh baru untuk Negeri Paman Sam yakni inflasi tinggi.

Dikutip dari CNBC Indonesia yang melansir Reuters, Rabu (12/1/2022), Indeks Harga Konsumen (CPI/IHK) naik 0,5% pada Desember 2021, setelah naik 0,8% di November sebelumnya. Angka ini sendiri merupakan yang tertinggi dalam empat dekade terakhir. Kenaikan ini didorong harga sewa yang tinggi.

Selain itu, konsumen juga membayar lebih untuk makanan, meskipun kenaikan harga makanan sebesar 0,5% lebih rendah dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Harga buah-buahan dan sayuran naik meski daging sapi turun 2,0% setelah kenaikan tajam belum lama ini dan harga bensin turun 0,5% setelah naik 6,1% di November dan Oktober 2021.

Dalam 12 bulan hingga Desember, IHK melonjak 7,0%. Jumlah ini menjadi peningkatan year-to-year (yoy) terbesar sejak Juni 1982 dan mengikuti kenaikan 6,8% pada November.

Meningkatnya inflasi juga mengikis kenaikan upah di mana penghasilan mingguan rata-rata yang disesuaikan dengan inflasi turun 2,3% pada yoy pada Desember. Meski inflasi overheat, pembacaan Desember sebenarnya sudah diekspektasikan pasar di mana indeks utama Wall Street menghijau penutupan kemerin maktu setempat.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa ini merupakan tanda pulihnya daya beli pasca pandemi. Ia berjanji akan berusaha untuk menekan hal ini secepat mungkin.

“Laporan ini menggarisbawahi bahwa kami masih memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dengan kenaikan harga yang masih terlalu tinggi dan menekan anggaran keluarga,” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Di sisi lain, Federal Reserve (Fed) juga telah memberikan sinyal kenaikan suku bunga pada awal Maret mendatang. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral AS siap untuk melakukan apapun untuk menjaga inflasi tinggi agar tidak “mengakar”. Analis menyebut bahwa hal ini juga dapat dilakukan atas dasar tekanan politik yang kuat dari senat.

“The Fed akan dipaksa untuk mulai menaikkan suku bunga pada bulan Maret dan tergantung pada tekanan politik pada mereka, dari kedua sisi, mereka harus menaikkan suku empat kali atau lebih di tahun ini dan berpotensi lebih dari itu pada tahun depan,” kata kepala investasi di Independent Advisor Alliance di Charlotte, North Carolina, Chris Zaccarelli.

Most Read

Artikel Terbaru

/