alexametrics
25.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

AS Tetap Raup Keuntungan dari Perang Rusia dan Ukraina, Siapapun Pemenangnya

MANADOPOST.ID–Di tengah krisis yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, terlihat peran Amerika Serikat. AS memasok bantuan senjata tempur ke Ukraina.

AS bahkan akan mengirim tambahan USD 800 juta dalam bentuk senjata, amunisi, dan bantuan keamanan lainnya ke Ukraina. Baik itu Rusia ataupun Ukraina yang bakal memenangkan pertempuran ini, AS mengklaim sektor pertahanan mereka yang unggul.

“Pasokan senjata yang stabil yang telah diberikan AS dan sekutu serta mitra kami ke Ukraina sangat penting dalam mempertahankan perjuangannya melawan invasi Rusia,” kata Presiden AS Joe Biden.

AS telah memasok bantuan militer ke Ukraina senilai lebih dari USD 2,4 miliar sejak pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Pasokan tersebut termasuk sistem anti-pesawat Stinger, sistem anti-armor Javelin, drone Switchblade, radar pengawasan udara, helikopter Mi17, howitzer 155mm.

Akan tetapi, itu bukan hanya AS. Kanada, Inggris, Jerman, Italia, dan Turki juga termasuk di antara 30-an negara yang menyediakan senjata dan sistem pertahanan Ukraina yang didukung negara atau perusahaan swasta mereka berspesialisasi dalam manufaktur.

Beberapa tetangga Ukraina, seperti Polandia dan Republik Ceko, juga mengirim perangkat keras militer mereka sendiri untuk digunakan melawan Rusia dalam perang yang telah menewaskan ribuan orang.

Ada juga bantuan tunai bagi Ukraina untuk membeli senjata dan amunisi. Pada 7 April, Uni Eropa menjanjikan tambahan USD 543 juta, menjadikan bantuan militer 27 anggota blok itu untuk Kyiv menjadi USD 1,63 miliar setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menginvasi Ukraina untuk menegakkan netralitas tetangganya sehubungan dengan pergumulan strategisnya dengan Barat.

Di tengah krisis yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, terlihat peran Amerika Serikat. AS memasok bantuan senjata tempur ke Ukraina.

AS bahkan akan mengirim tambahan USD 800 juta dalam bentuk senjata, amunisi, dan bantuan keamanan lainnya ke Ukraina. Baik itu Rusia ataupun Ukraina yang bakal memenangkan pertempuran ini, AS mengklaim sektor pertahanan mereka yang unggul.

“Pasokan senjata yang stabil yang telah diberikan AS dan sekutu serta mitra kami ke Ukraina sangat penting dalam mempertahankan perjuangannya melawan invasi Rusia,” kata Presiden AS Joe Biden.

AS telah memasok bantuan militer ke Ukraina senilai lebih dari USD 2,4 miliar sejak pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Pasokan tersebut termasuk sistem anti-pesawat Stinger, sistem anti-armor Javelin, drone Switchblade, radar pengawasan udara, helikopter Mi17, howitzer 155mm.

Akan tetapi, itu bukan hanya AS. Kanada, Inggris, Jerman, Italia, dan Turki juga termasuk di antara 30-an negara yang menyediakan senjata dan sistem pertahanan Ukraina yang didukung negara atau perusahaan swasta mereka berspesialisasi dalam manufaktur.

Beberapa tetangga Ukraina, seperti Polandia dan Republik Ceko, juga mengirim perangkat keras militer mereka sendiri untuk digunakan melawan Rusia dalam perang yang telah menewaskan ribuan orang.

Ada juga bantuan tunai bagi Ukraina untuk membeli senjata dan amunisi. Pada 7 April, Uni Eropa menjanjikan tambahan USD 543 juta, menjadikan bantuan militer 27 anggota blok itu untuk Kyiv menjadi USD 1,63 miliar setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menginvasi Ukraina untuk menegakkan netralitas tetangganya sehubungan dengan pergumulan strategisnya dengan Barat.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Di tengah krisis yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, terlihat peran Amerika Serikat. AS memasok bantuan senjata tempur ke Ukraina.

AS bahkan akan mengirim tambahan USD 800 juta dalam bentuk senjata, amunisi, dan bantuan keamanan lainnya ke Ukraina. Baik itu Rusia ataupun Ukraina yang bakal memenangkan pertempuran ini, AS mengklaim sektor pertahanan mereka yang unggul.

“Pasokan senjata yang stabil yang telah diberikan AS dan sekutu serta mitra kami ke Ukraina sangat penting dalam mempertahankan perjuangannya melawan invasi Rusia,” kata Presiden AS Joe Biden.

AS telah memasok bantuan militer ke Ukraina senilai lebih dari USD 2,4 miliar sejak pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Pasokan tersebut termasuk sistem anti-pesawat Stinger, sistem anti-armor Javelin, drone Switchblade, radar pengawasan udara, helikopter Mi17, howitzer 155mm.

Akan tetapi, itu bukan hanya AS. Kanada, Inggris, Jerman, Italia, dan Turki juga termasuk di antara 30-an negara yang menyediakan senjata dan sistem pertahanan Ukraina yang didukung negara atau perusahaan swasta mereka berspesialisasi dalam manufaktur.

Beberapa tetangga Ukraina, seperti Polandia dan Republik Ceko, juga mengirim perangkat keras militer mereka sendiri untuk digunakan melawan Rusia dalam perang yang telah menewaskan ribuan orang.

Ada juga bantuan tunai bagi Ukraina untuk membeli senjata dan amunisi. Pada 7 April, Uni Eropa menjanjikan tambahan USD 543 juta, menjadikan bantuan militer 27 anggota blok itu untuk Kyiv menjadi USD 1,63 miliar setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menginvasi Ukraina untuk menegakkan netralitas tetangganya sehubungan dengan pergumulan strategisnya dengan Barat.

Di tengah krisis yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, terlihat peran Amerika Serikat. AS memasok bantuan senjata tempur ke Ukraina.

AS bahkan akan mengirim tambahan USD 800 juta dalam bentuk senjata, amunisi, dan bantuan keamanan lainnya ke Ukraina. Baik itu Rusia ataupun Ukraina yang bakal memenangkan pertempuran ini, AS mengklaim sektor pertahanan mereka yang unggul.

“Pasokan senjata yang stabil yang telah diberikan AS dan sekutu serta mitra kami ke Ukraina sangat penting dalam mempertahankan perjuangannya melawan invasi Rusia,” kata Presiden AS Joe Biden.

AS telah memasok bantuan militer ke Ukraina senilai lebih dari USD 2,4 miliar sejak pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Pasokan tersebut termasuk sistem anti-pesawat Stinger, sistem anti-armor Javelin, drone Switchblade, radar pengawasan udara, helikopter Mi17, howitzer 155mm.

Akan tetapi, itu bukan hanya AS. Kanada, Inggris, Jerman, Italia, dan Turki juga termasuk di antara 30-an negara yang menyediakan senjata dan sistem pertahanan Ukraina yang didukung negara atau perusahaan swasta mereka berspesialisasi dalam manufaktur.

Beberapa tetangga Ukraina, seperti Polandia dan Republik Ceko, juga mengirim perangkat keras militer mereka sendiri untuk digunakan melawan Rusia dalam perang yang telah menewaskan ribuan orang.

Ada juga bantuan tunai bagi Ukraina untuk membeli senjata dan amunisi. Pada 7 April, Uni Eropa menjanjikan tambahan USD 543 juta, menjadikan bantuan militer 27 anggota blok itu untuk Kyiv menjadi USD 1,63 miliar setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menginvasi Ukraina untuk menegakkan netralitas tetangganya sehubungan dengan pergumulan strategisnya dengan Barat.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/