31.4 C
Manado
Jumat, 30 Juli 2021

Jerman Terendam Banjir, Puluhan Orang Dilaporkan Tewas

MANADOPOST.ID – Wilayah barat Jerman luluh lantak. Banjir sejak Rabu (14/7) membuat puluhan rumah rusak parah.

Mobil-mobil terbalik akibat terseret aliran air dan pohon-pohon hanyut. Yang terparah menimpa Negara Bagian Rhineland-Palatinate dan North Rhine-Westphalia. Data sementara, 42 warga dilaporkan tewas.

Banjir yang sama melanda wilayah Belgia yang berbatasan dengan Jerman. Sebanyak enam orang dilaporkan meninggal di Belgia. Di Belanda, sungai-sungai meluap dan merusak rumah-rumah di Provinsi Limburg.

Tidak ada laporan korban tewas di wilayah tersebut. Namun, penghuni beberapa panti jompo akhirnya dievakuasi. Situasi itu disebabkan rekor hujan deras yang terjadi di wilayah barat Eropa. Banyak sungai yang akhirnya meluap.

’’Ini adalah malapetaka. Ada yang tewas, hilang, dan masih banyak orang yang dalam situasi bahaya,’’ ujar Kepala Negara Bagian Rhineland-Palatinate Malu Dreyer seperti dikutip BBC.

Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengaku syok dengan bencana yang terjadi. Sebagian penduduk harus naik ke atap dan menunggu diselamatkan karena rumah mereka sudah tenggelam sepenuhnya. Sebagian jalur transportasi terputus. Helikopter polisi dan ratusan tentara dikerahkan ke beberapa wilayah untuk membantu penduduk yang terjebak.

’’Tidak ada yang menyangka ini akan terjadi. Dari mana datangnya semua hujan deras ini? Ini gila,’’ ujar Annemarie Mueller, warga Mayen, Rhineland-Palatinate, seperti dikutip Agence France-Presse.

Di Ahrweiler, Rhineland-Palatinate, ada 18 jenazah yang dievakuasi. Masih ada 70-an orang yang dinyatakan hilang. Karena itu, sangat mungkin jumlah korban jiwa bertambah. Sekitar 25 rumah di wilayah tersebut juga terancam ambruk.

Banjir juga membuat aliran listrik diputus. Di Leverkusen hujan badai mengakibatkan mati lampu dan mengharuskan 468 pasien di rumah sakit dievakuasi. Mereka adalah pasien yang dirawat di ICU dan membutuhkan alat-alat yang harus tetap menyala.

Kemarin (15/7) air mulai surut meski belum benar-benar menghilang. Penduduk mulai melihat kerusakan di rumah mereka masing-masing. Pemadam kebakaran di Mayen juga sibuk memompa ruang penyimpanan bawah tanah mereka. (Jawa Pos)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru