30.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Akhiri Konflik di Afganistan, Ini Seruan Paus Fransiskus

MANADOPOST.ID–Paus Fransiskus menyerukan diadakannya dialog untuk mengakhiri konflik di Afghanistan. Hal ini penting dilakukan, sehingga rakyat di negara itu dapat hidup damai, aman dan saling menghormati.

Hal itu dikatakan Fransiskus dalam khotbah Minggu (15/8) siang ketika gerilyawan Taliban dikabarkan memasuki ibu kota Kabul dan Amerika Serikat mengevakuasi diplomat dari kedutaan mereka dengan helikopter.

“Saya turut khawatir dengan situasi di Afghanistan. Saya minta anda berdoa bersama dengan saya kepada Tuhan yang damai, agar gemuruh senjata berakhir dan solusi ditemukan di meja perundingan,” kata Paus kepada jemaat dan turis yang memenuhi Lapangan Santo Petrus, dikutip dari Antara.

“Hanya dengan cara ini penduduk negara itu, laki-laki, perempuan, orang tua dan anak-anak kembali ke rumah mereka, hidup damai dan aman dalam suasana saling menghormati,” kata dia.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Hanya ada sedikit umat Kristiani di Afghanistan, hampir semuanya warga negara asing yang bekerja di kedutaan atau pekerja kemanusiaan.

Masuknya Taliban ke Kabul menegaskan kemenangan kelompok bersenjata itu. Mereka digulingkan oleh Amerika Serikat 20 tahun lalu dari puncak kekuasaan menyusul serangan 11 September 2001 di AS.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Paus Fransiskus menyerukan diadakannya dialog untuk mengakhiri konflik di Afghanistan. Hal ini penting dilakukan, sehingga rakyat di negara itu dapat hidup damai, aman dan saling menghormati.

Hal itu dikatakan Fransiskus dalam khotbah Minggu (15/8) siang ketika gerilyawan Taliban dikabarkan memasuki ibu kota Kabul dan Amerika Serikat mengevakuasi diplomat dari kedutaan mereka dengan helikopter.

“Saya turut khawatir dengan situasi di Afghanistan. Saya minta anda berdoa bersama dengan saya kepada Tuhan yang damai, agar gemuruh senjata berakhir dan solusi ditemukan di meja perundingan,” kata Paus kepada jemaat dan turis yang memenuhi Lapangan Santo Petrus, dikutip dari Antara.

“Hanya dengan cara ini penduduk negara itu, laki-laki, perempuan, orang tua dan anak-anak kembali ke rumah mereka, hidup damai dan aman dalam suasana saling menghormati,” kata dia.

Hanya ada sedikit umat Kristiani di Afghanistan, hampir semuanya warga negara asing yang bekerja di kedutaan atau pekerja kemanusiaan.

Masuknya Taliban ke Kabul menegaskan kemenangan kelompok bersenjata itu. Mereka digulingkan oleh Amerika Serikat 20 tahun lalu dari puncak kekuasaan menyusul serangan 11 September 2001 di AS.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/