24.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Dua Faksi Taliban Saling Klaim Siapa Paling Berjasa Singkirkan AS

MANADOPOST.ID – Kabar keretakan di tubuh Taliban kian jelas. Penyebabnya bukan hanya perebutan kekuasaan antara dua faksi. Tapi juga saling klaim tentang siapa yang paling berjasa mengusir militer Amerika Serikat dan sekutunya. Hal itu diungkapkan oleh salah satu pejabat senior Taliban pada BBC.

Sumber yang tidak disebut namanya itu mengungkapkan bahwa pertengkaran terjadi hanya beberapa hari setelah pembentukan pemerintahan Afghanistan yang baru. Pendukung dua faksi Taliban bertengkar di istana kepresidenan Kabul. Seluruh menteri di kabinet tersebut laki-laki dan sebagian besar adalah sosok yang dikenal dalam serangan ke pasukan AS selama 20 tahun terakhir.

Wakil Perdana Menteri (PM) Mullah Abdul Ghani Baradar dikabarkan perang mulut dengan Khalil ur-Rahman Haqqani ketika para pendukung mereka saling berkelahi. Haqqani didapuk sebagai menteri pengungsi di kebinet baru Afghanistan. Dia adalah tokoh terkemuka jaringan militan Haqqani.

Sumber tersebut mengungkapkan bahwa sumber pertengkaran adalah karena Baradar tidak senang dengan struktur pemerintahan sementara tersebut. Perselisihan juga dilaporkan karena saling klaim tentang siapa di Taliban yang harus mendapat pujian atas kemenangan mereka di Afghanistan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Baradar selama ini dikenal sebagai pemimpin delegasi Taliban untuk pembicaraan damai. Versi Baradar orang-orang yang melakukan diplomasi seperti dirinyalah yang paling berjasa. Baradar adalah pemimpin Taliban pertama yang berkomunikasi langsung dengan seorang presiden AS. Dia melakukan percakapan telepon dengan Donald Trump pada tahun 2020. Sebelumnya dia telah menandatangani perjanjian Doha tentang penarikan pasukan AS. Saat ini, menguat rumor bahwa Baradar sudah tewas.

Di lain pihak, kelompok Haqqani meyakini bahwa kemenangan Taliban dicapai melalui pertempuran di lapangan. Jaringan Haqqani yang kuat dikaitkan dengan beberapa serangan paling keji pada pasukan Afghanistan dan sekutunya dari negara-negara Barat dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok ini dimasukkan sebagai organiasi teroris oleh AS. Pemimpin jaringan Haqqani, Sirajuddin Haqqani, didapuk sebagai menteri dalam negeri yang baru.

Taliban di lain pihak menampik adanya pertengkaran internal. Juru bicara Taliban sempat menyatakan bahwa Baradar ada di Kandahar untuk bertemu dengan pemimpin tertinggi Taliban Mullah Haibatullah Akhundzada. Namun, muncul pernyataan baru bahwa Baradar lelah dan ingin istirahat dulu karena itu dia tidak muncul di depan publik. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Kabar keretakan di tubuh Taliban kian jelas. Penyebabnya bukan hanya perebutan kekuasaan antara dua faksi. Tapi juga saling klaim tentang siapa yang paling berjasa mengusir militer Amerika Serikat dan sekutunya. Hal itu diungkapkan oleh salah satu pejabat senior Taliban pada BBC.

Sumber yang tidak disebut namanya itu mengungkapkan bahwa pertengkaran terjadi hanya beberapa hari setelah pembentukan pemerintahan Afghanistan yang baru. Pendukung dua faksi Taliban bertengkar di istana kepresidenan Kabul. Seluruh menteri di kabinet tersebut laki-laki dan sebagian besar adalah sosok yang dikenal dalam serangan ke pasukan AS selama 20 tahun terakhir.

Wakil Perdana Menteri (PM) Mullah Abdul Ghani Baradar dikabarkan perang mulut dengan Khalil ur-Rahman Haqqani ketika para pendukung mereka saling berkelahi. Haqqani didapuk sebagai menteri pengungsi di kebinet baru Afghanistan. Dia adalah tokoh terkemuka jaringan militan Haqqani.

Sumber tersebut mengungkapkan bahwa sumber pertengkaran adalah karena Baradar tidak senang dengan struktur pemerintahan sementara tersebut. Perselisihan juga dilaporkan karena saling klaim tentang siapa di Taliban yang harus mendapat pujian atas kemenangan mereka di Afghanistan.

Baradar selama ini dikenal sebagai pemimpin delegasi Taliban untuk pembicaraan damai. Versi Baradar orang-orang yang melakukan diplomasi seperti dirinyalah yang paling berjasa. Baradar adalah pemimpin Taliban pertama yang berkomunikasi langsung dengan seorang presiden AS. Dia melakukan percakapan telepon dengan Donald Trump pada tahun 2020. Sebelumnya dia telah menandatangani perjanjian Doha tentang penarikan pasukan AS. Saat ini, menguat rumor bahwa Baradar sudah tewas.

Di lain pihak, kelompok Haqqani meyakini bahwa kemenangan Taliban dicapai melalui pertempuran di lapangan. Jaringan Haqqani yang kuat dikaitkan dengan beberapa serangan paling keji pada pasukan Afghanistan dan sekutunya dari negara-negara Barat dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok ini dimasukkan sebagai organiasi teroris oleh AS. Pemimpin jaringan Haqqani, Sirajuddin Haqqani, didapuk sebagai menteri dalam negeri yang baru.

Taliban di lain pihak menampik adanya pertengkaran internal. Juru bicara Taliban sempat menyatakan bahwa Baradar ada di Kandahar untuk bertemu dengan pemimpin tertinggi Taliban Mullah Haibatullah Akhundzada. Namun, muncul pernyataan baru bahwa Baradar lelah dan ingin istirahat dulu karena itu dia tidak muncul di depan publik. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/