alexametrics
25.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Trump Tuding Demokrat Ingin Ubah Amerika Serikat Jadi Negara Komunis

MANADOPOST.ID– Donald Trump muncul di hadapan publik. Presiden Amerika Serikat ke-45 itu Sabtu (15/1) menggelar kampanye di Canyon Moon Ranch, Florence, Arizona. Ribuan massa pendukungnya hadir. Pidato suami Melania Trump itu penuh dengan sindiran ke Presiden Joe Biden dan pemerintahann saat ini.

’’(Partai) Demokrat yang radikal ingin mengubah AS menjadi negara komunis,’’ ujar Trump dalam pidatonya seperti dikutip Agence France-Presse.

Pernyataan tersebut merujuk pada aturan untuk menekan pandemi Covid-19 di AS. Salah satunya adalah vaksinasi. Versi Trump, pemerintah telah mengontrol hidup rakyat dengan berbagai kewajiban terkait pandemi. Dalam acara itu, tidak ada yang memakai masker atau jaga jarak. Padahal saat ini penularan varian Omicron di AS sedang tinggi. Per hari ada 750 ribuan kasus baru.

Sekali lagi, Trump mengklaim bahwa dia adalah pemenang dalam pemilu 2020 lalu. Dia merasa telah dicurangi oleh Biden. Media yang dituding tidak adil, perbatasan yang dibuka kembali serta beberapa kebijakan lain disorot dalam orasi tersebut. Di masa jabatan Trump, dia membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko agar para imigran tidak bisa masuk. Ketika Biden berkuasa, proyek itu dihentikan dan pintu perbatasan dibuka kembali. ’’Kita memenangkan pemilu. Kita menang besar. Kita tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja,’’ tegas Trump.

Di berbagai titik tampak bendera bertuliskan Trump 2020 dan Trump 2024. Itu seakan menjadi sinyal bahwa Trump akan mencalonkan diri lagi pada pemilu selanjutnya. Acara tersebut memang sudah mirip dengan kampanye Make America Great Again (MAGA) yang dilakukan Trump jelang pemilu dulu.

’’Ini adalah para patriot dari berbagai wilayah di negara ini berkumpul bersama untuk kebaikan negeri ini. Kami mencintai presiden kami,’’ ujar Jonathan Riches salah satu pendukung Trump yang hadir. (sha/bay/jawapos)

MANADOPOST.ID– Donald Trump muncul di hadapan publik. Presiden Amerika Serikat ke-45 itu Sabtu (15/1) menggelar kampanye di Canyon Moon Ranch, Florence, Arizona. Ribuan massa pendukungnya hadir. Pidato suami Melania Trump itu penuh dengan sindiran ke Presiden Joe Biden dan pemerintahann saat ini.

’’(Partai) Demokrat yang radikal ingin mengubah AS menjadi negara komunis,’’ ujar Trump dalam pidatonya seperti dikutip Agence France-Presse.

Pernyataan tersebut merujuk pada aturan untuk menekan pandemi Covid-19 di AS. Salah satunya adalah vaksinasi. Versi Trump, pemerintah telah mengontrol hidup rakyat dengan berbagai kewajiban terkait pandemi. Dalam acara itu, tidak ada yang memakai masker atau jaga jarak. Padahal saat ini penularan varian Omicron di AS sedang tinggi. Per hari ada 750 ribuan kasus baru.

Sekali lagi, Trump mengklaim bahwa dia adalah pemenang dalam pemilu 2020 lalu. Dia merasa telah dicurangi oleh Biden. Media yang dituding tidak adil, perbatasan yang dibuka kembali serta beberapa kebijakan lain disorot dalam orasi tersebut. Di masa jabatan Trump, dia membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko agar para imigran tidak bisa masuk. Ketika Biden berkuasa, proyek itu dihentikan dan pintu perbatasan dibuka kembali. ’’Kita memenangkan pemilu. Kita menang besar. Kita tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja,’’ tegas Trump.

Di berbagai titik tampak bendera bertuliskan Trump 2020 dan Trump 2024. Itu seakan menjadi sinyal bahwa Trump akan mencalonkan diri lagi pada pemilu selanjutnya. Acara tersebut memang sudah mirip dengan kampanye Make America Great Again (MAGA) yang dilakukan Trump jelang pemilu dulu.

’’Ini adalah para patriot dari berbagai wilayah di negara ini berkumpul bersama untuk kebaikan negeri ini. Kami mencintai presiden kami,’’ ujar Jonathan Riches salah satu pendukung Trump yang hadir. (sha/bay/jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/