alexametrics
24.4 C
Manado
Selasa, 17 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Vietnam Buka Perbatasan Internasional, Turis Tak Perlu Lagi Karantina

MANADOPOST.ID – Satu per satu negara-negara di dunia mulai membuka perbatasan internasionalnya. Termasuk Vietnam.

Vietnam berharap perekonomian dan sektor pariwisata bakal pulih dengan adanya kebijakan tersebut. Dilansir Agence France Presse, mulai kemarin penerbangan internasional di Vietnam kembali dibuka.

Para turis internasional juga tidak perlu lagi menjalani proses karantina. Cukup menunjukkan bukti sudah vaksin lengkap dan negatif Covid-19.

’’Kebijakan bebas visa untuk kunjungan selama 15 hari bagi 13 negara juga kembali berlaku,’’ bunyi pernyataan Kementerian Kesehatan Vietnam. Negara yang dimaksud adalah Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, Rusia, Jepang, Korea Selatan, Denmark, Swedia, Norwegia, Finlandia dan Belarus.

Pemerintah mengakui bahwa kasus Covid-19 di negara berpenduduk 97 juta jiwa itu masih tinggi. Yaitu 200 ribu per hari. Penyebabnya adalah varian Omicron. Namun mereka memastikan bahwa situasinya terkendali.

Angka pasien yang dirawat di rumah sakit dan kematian tergolong rendah. Sebanyak 98 persen penduduk dewasa juga sudah divaksin lengkap. Saat ini program booster, vaksinasi remaja dan anak-anak terus dilakukan. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Satu per satu negara-negara di dunia mulai membuka perbatasan internasionalnya. Termasuk Vietnam.

Vietnam berharap perekonomian dan sektor pariwisata bakal pulih dengan adanya kebijakan tersebut. Dilansir Agence France Presse, mulai kemarin penerbangan internasional di Vietnam kembali dibuka.

Para turis internasional juga tidak perlu lagi menjalani proses karantina. Cukup menunjukkan bukti sudah vaksin lengkap dan negatif Covid-19.

’’Kebijakan bebas visa untuk kunjungan selama 15 hari bagi 13 negara juga kembali berlaku,’’ bunyi pernyataan Kementerian Kesehatan Vietnam. Negara yang dimaksud adalah Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, Rusia, Jepang, Korea Selatan, Denmark, Swedia, Norwegia, Finlandia dan Belarus.

Pemerintah mengakui bahwa kasus Covid-19 di negara berpenduduk 97 juta jiwa itu masih tinggi. Yaitu 200 ribu per hari. Penyebabnya adalah varian Omicron. Namun mereka memastikan bahwa situasinya terkendali.

Angka pasien yang dirawat di rumah sakit dan kematian tergolong rendah. Sebanyak 98 persen penduduk dewasa juga sudah divaksin lengkap. Saat ini program booster, vaksinasi remaja dan anak-anak terus dilakukan. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/