31.4 C
Manado
Tuesday, 28 March 2023

Sinovac Mulai Dapat Dukungan di Singapura, Metode Vaksin Barat Diragukan

MANADOPOST.ID- Meski tak masuk dalam program nasional karena kurangnya data kemanjuran, vaksin Covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok, mulai mendapat dukungan di Singapura.

Alasannya, Sinovac  dirasa lebih aman karena menggunakan metode virus yang tak aktif atau tradisional. Sebagian warga  ragu dengan metode vaksin Barat dengan metode mRNA.

Singapura menyediakan vaksin mRNA yang lebih efektif yakni Pfizer-BioNTech dan Moderna gratis di bawah program vaksinasi nasional. Namun, ribuan orang telah memilih untuk membayar sebanyak USD 18,5 untuk CoronaVac Sinovac. Itu karena sebagian warga Singapura merasa Sinovac lebih aman.

“Saya pribadi tidak percaya hasil (mRNA), dibandingkan dengan sesuatu yang tradisional, yang telah digunakan selama lebih dari 100 tahun,” kata pensiunan dokter Singapura Tan Bin Seng, mengacu pada vaksin dengan metode virus yang tidak aktif.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Beberapa orang tidak melihat kerugian dari penggunaan vaksin buatan Tiongkok. Mereka mengatakan mereka kurang percaya dengan keamanan jangka panjang dari vaksin messenger RNA (mRNA) yang baru dikembangkan.

Baca Juga:  Sejumlah Negara ini Miliki Peningkatan Kasus Covid-19 Seperti Indonesia

Pakar penyakit menular Leong Hoe Nam mengatakan banyak penduduk setempat yang mendaftar di klinik Rophi miliknya untuk Sinovac. Mereka berusia 60-an tahun dan menyuarakan ketakutan akan vaksin Barat dengan metode mRNA.

Regulator obat Eropa pekan lalu mengatakan telah menemukan kemungkinan hubungan antara peradangan jantung sebagai dampak vaksin mRNA Covid-19 dari Pfizer-BioNTech dan Moderna, sejalan dengan temuan di AS bulan lalu. Reaksi alergi juga telah dilaporkan setelah suntikan mRNA.

Klinik swasta di Singapura telah memberikan lebih dari 17 ribu dosis vaksin Sinovac pada awal Juli. Sementara, lebih dari 6 juta dosis total vaksin mRNA telah diberikan di Singapura. Dan sekitar 2,4 juta orang telah divaksinasi lengkap dengannya.

Baca Juga:  Hati-hati Diciduk Satpol PP! Ternyata Mereka Bisa Menyidik Perkara, Begini Penjelasan Polisi

Vaksin mRNA sendiri menunjukkan tingkat kemanjuran lebih dari 90 persen terhadap penyakit simtomatik dalam uji klinis. Sedangkan uji coba untuk Sinovac menunjukkan hasil 51 persen hingga sekitar 84 persen.

“Tidak ada salahnya pakai Sinovac, tingkat kemanjurannya mungkin relatif lebih rendah tetapi risiko terkena Covid-19 di Singapura sangat rendah,” kata Luo Qiufeng, 25, warga negara Tiongkok yang tinggal di Singapura.

Singapura hanya mengizinkan klinik swasta untuk memberikan vaksin Sinovac setelah persetujuan penggunaan darurat bulan lalu oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bahwa kebijakan vaksin Sinovac tersedia di klinik swasta memungkinkan akses bagi mereka yang tidak ingin disuntik vaksin Barat. Itu daripada tidak memiliki perlindungan sama sekali.(jawapos.com)

MANADOPOST.ID- Meski tak masuk dalam program nasional karena kurangnya data kemanjuran, vaksin Covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok, mulai mendapat dukungan di Singapura.

Alasannya, Sinovac  dirasa lebih aman karena menggunakan metode virus yang tak aktif atau tradisional. Sebagian warga  ragu dengan metode vaksin Barat dengan metode mRNA.

Singapura menyediakan vaksin mRNA yang lebih efektif yakni Pfizer-BioNTech dan Moderna gratis di bawah program vaksinasi nasional. Namun, ribuan orang telah memilih untuk membayar sebanyak USD 18,5 untuk CoronaVac Sinovac. Itu karena sebagian warga Singapura merasa Sinovac lebih aman.

“Saya pribadi tidak percaya hasil (mRNA), dibandingkan dengan sesuatu yang tradisional, yang telah digunakan selama lebih dari 100 tahun,” kata pensiunan dokter Singapura Tan Bin Seng, mengacu pada vaksin dengan metode virus yang tidak aktif.

Beberapa orang tidak melihat kerugian dari penggunaan vaksin buatan Tiongkok. Mereka mengatakan mereka kurang percaya dengan keamanan jangka panjang dari vaksin messenger RNA (mRNA) yang baru dikembangkan.

Baca Juga:  VAP: Jangan Takut, Berdoa dan Ikut Anjuran Pemerintah

Pakar penyakit menular Leong Hoe Nam mengatakan banyak penduduk setempat yang mendaftar di klinik Rophi miliknya untuk Sinovac. Mereka berusia 60-an tahun dan menyuarakan ketakutan akan vaksin Barat dengan metode mRNA.

Regulator obat Eropa pekan lalu mengatakan telah menemukan kemungkinan hubungan antara peradangan jantung sebagai dampak vaksin mRNA Covid-19 dari Pfizer-BioNTech dan Moderna, sejalan dengan temuan di AS bulan lalu. Reaksi alergi juga telah dilaporkan setelah suntikan mRNA.

Klinik swasta di Singapura telah memberikan lebih dari 17 ribu dosis vaksin Sinovac pada awal Juli. Sementara, lebih dari 6 juta dosis total vaksin mRNA telah diberikan di Singapura. Dan sekitar 2,4 juta orang telah divaksinasi lengkap dengannya.

Baca Juga:  Sejumlah Negara ini Miliki Peningkatan Kasus Covid-19 Seperti Indonesia

Vaksin mRNA sendiri menunjukkan tingkat kemanjuran lebih dari 90 persen terhadap penyakit simtomatik dalam uji klinis. Sedangkan uji coba untuk Sinovac menunjukkan hasil 51 persen hingga sekitar 84 persen.

“Tidak ada salahnya pakai Sinovac, tingkat kemanjurannya mungkin relatif lebih rendah tetapi risiko terkena Covid-19 di Singapura sangat rendah,” kata Luo Qiufeng, 25, warga negara Tiongkok yang tinggal di Singapura.

Singapura hanya mengizinkan klinik swasta untuk memberikan vaksin Sinovac setelah persetujuan penggunaan darurat bulan lalu oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bahwa kebijakan vaksin Sinovac tersedia di klinik swasta memungkinkan akses bagi mereka yang tidak ingin disuntik vaksin Barat. Itu daripada tidak memiliki perlindungan sama sekali.(jawapos.com)

Most Read

Artikel Terbaru