alexametrics
26.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

KOK BISA YAH! Ternyata Hamster Bisa Picu Klaster Covid-19, Akhirnya 2.000 Hamster Dimusnahkan

MANADOPOST.ID–2.000 Hamster bakal dimusnahkan. Pihak berwenang Hongkong telah mengeluarkan perintah terkait itu. Otoritas setempat memperingatkan masyarakat untuk tidak menciumi hewan-hewan peliharaan itu.

Perintah pemusnahan itu dikeluarkan setelah 11 hamster terinfeksi Covid-19. Baru-baru ini, satu klaster kasus virus korona pada manusia terlacak berasal dari seorang pegawai di sebuah toko hewan peliharaan.

”Dengan adanya temuan itu, pengecekan dilakukan pada ratusan binatang di Hongkong dan 11 hamster ditemukan terinfeksi,” kata para pejabat setempat seperti dilansir dari Antara.

Serupa dengan kebijakan tanpa toleransi yang diberlakukan Tiongkok, Hong Kong -wilayah di bawah pemerintahan Tiongkok, kemudian memerintahkan agar 2.000 hamster dimatikan secara manusiawi.

Kegiatan impor dan penjualan binatang pengerat itu juga diperintahkan untuk dihentikan. Berbagai toko hewan di kota tersebut ditutup dan disemproti disinfektan.

Sementara itu, para petugas yang berpakaian pelindung menyisir toko hewan yang menjadi jantung klaster penyebaran. Toko tersebut berada di distrik sibuk Causeway Bay.

Kelompok lokal aktivis anti penyiksaan hewan Prevention of Cruelty to Animals (SPCA), yang mengoperasikan klinik-klinik kesehatan hewan, minta agar perintah pemusnahan tersebut dipertimbangkan lagi.

”SPCA merasa kaget dan khawatir atas pengumuman pemerintah baru-baru ini soal penanganan pada 2.000 hewan kecil, yang tidak mempertimbangkan keselamatan hewan serta aspek ikatan antara manusia dan hewan,” kata kelompok tersebut.

Kepala badan kesehatan Hongkong Sophia Chan mengatakan dalam konferensi pers bahwa pihak berwenang mengambil tindakan atas dasar kehati-hatian kendati tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan bisa menulari manusia.

”Para pemilik toko hewan peliharaan harus terus menjaga kebersihan, termasuk mencuci tangan setelah memegang binatang, setelah memberi makan ataupun hal-hal lainnya, serta jangan mencium hewan,” kata Direktur Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Leung Siu-fai Leung.

Otoritas Hongkong juga sedang melaksanakan pengujian pada banyak kelinci dan hewan pengerat chinchilla. Semua binatang itu diimpor dari Belanda, menurut saluran penyiaran RTHK.

Di seluruh dunia, ada sejumlah anjing dan kucing yang juga terinfeksi virus korona. Namun, para ilmuwan mengatakan tidak ada bukti bahwa binatang bisa menjadi penyebab kuat penularan virus tersebut.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–2.000 Hamster bakal dimusnahkan. Pihak berwenang Hongkong telah mengeluarkan perintah terkait itu. Otoritas setempat memperingatkan masyarakat untuk tidak menciumi hewan-hewan peliharaan itu.

Perintah pemusnahan itu dikeluarkan setelah 11 hamster terinfeksi Covid-19. Baru-baru ini, satu klaster kasus virus korona pada manusia terlacak berasal dari seorang pegawai di sebuah toko hewan peliharaan.

”Dengan adanya temuan itu, pengecekan dilakukan pada ratusan binatang di Hongkong dan 11 hamster ditemukan terinfeksi,” kata para pejabat setempat seperti dilansir dari Antara.

Serupa dengan kebijakan tanpa toleransi yang diberlakukan Tiongkok, Hong Kong -wilayah di bawah pemerintahan Tiongkok, kemudian memerintahkan agar 2.000 hamster dimatikan secara manusiawi.

Kegiatan impor dan penjualan binatang pengerat itu juga diperintahkan untuk dihentikan. Berbagai toko hewan di kota tersebut ditutup dan disemproti disinfektan.

Sementara itu, para petugas yang berpakaian pelindung menyisir toko hewan yang menjadi jantung klaster penyebaran. Toko tersebut berada di distrik sibuk Causeway Bay.

Kelompok lokal aktivis anti penyiksaan hewan Prevention of Cruelty to Animals (SPCA), yang mengoperasikan klinik-klinik kesehatan hewan, minta agar perintah pemusnahan tersebut dipertimbangkan lagi.

”SPCA merasa kaget dan khawatir atas pengumuman pemerintah baru-baru ini soal penanganan pada 2.000 hewan kecil, yang tidak mempertimbangkan keselamatan hewan serta aspek ikatan antara manusia dan hewan,” kata kelompok tersebut.

Kepala badan kesehatan Hongkong Sophia Chan mengatakan dalam konferensi pers bahwa pihak berwenang mengambil tindakan atas dasar kehati-hatian kendati tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan bisa menulari manusia.

”Para pemilik toko hewan peliharaan harus terus menjaga kebersihan, termasuk mencuci tangan setelah memegang binatang, setelah memberi makan ataupun hal-hal lainnya, serta jangan mencium hewan,” kata Direktur Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Leung Siu-fai Leung.

Otoritas Hongkong juga sedang melaksanakan pengujian pada banyak kelinci dan hewan pengerat chinchilla. Semua binatang itu diimpor dari Belanda, menurut saluran penyiaran RTHK.

Di seluruh dunia, ada sejumlah anjing dan kucing yang juga terinfeksi virus korona. Namun, para ilmuwan mengatakan tidak ada bukti bahwa binatang bisa menjadi penyebab kuat penularan virus tersebut.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/