29.4 C
Manado
Sabtu, 25 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Angka Penularan Covid-19 Melonjak, Rusia Tidak Mau Terapkan Lockdown

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Angka penularan Covid-19 di Rusia sedang tinggi-tingginya. The Washington Post melaporkan bahwa angka penularan harian lebih tinggi 70 persen dibandingkan pada bulan lalu.

Sabtu (16/10) angka kematian akibat Covid-19 di Rusia mencapai 1.002 jiwa. Itu pertama kalinya sejak pandemi, angka kematian di Rusia lebih dari seribu. Minggu (17/10) angka tersebut turun menjadi 999 jiwa dan penularan baru mencapai 34.303 kasus.

Penyebab lonjakan tersebut bukan hanya varian Delta saja. Tapi juga karena banyaknya penduduk yang tak mau divaksin.

Angka vaksinasi di negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu masih rendah. Baru 43 juta penduduk Rusia yang divaksin lengkap. Itu setara dengan 29 persen dari 146 juta penduduknya.

- Advertisement -

Demi mempercepat angka vaksinasi, pemerintah melakukan berbagai cara. Mulai dari menggelar undian, memberi bonus dan berbagai insentif lainnya.

Meski lonjakan penularan tinggi, Rusia tidak mau lagi menerapkan lockdown nasional seperti awal pandemi. Saat itu perekonomian terpukul dan popularitas Putin turun drastis. Negara kini menyerahkan keputusan pada pemerintah daerah masing-masing. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Angka penularan Covid-19 di Rusia sedang tinggi-tingginya. The Washington Post melaporkan bahwa angka penularan harian lebih tinggi 70 persen dibandingkan pada bulan lalu.

Sabtu (16/10) angka kematian akibat Covid-19 di Rusia mencapai 1.002 jiwa. Itu pertama kalinya sejak pandemi, angka kematian di Rusia lebih dari seribu. Minggu (17/10) angka tersebut turun menjadi 999 jiwa dan penularan baru mencapai 34.303 kasus.

Penyebab lonjakan tersebut bukan hanya varian Delta saja. Tapi juga karena banyaknya penduduk yang tak mau divaksin.

Angka vaksinasi di negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu masih rendah. Baru 43 juta penduduk Rusia yang divaksin lengkap. Itu setara dengan 29 persen dari 146 juta penduduknya.

Demi mempercepat angka vaksinasi, pemerintah melakukan berbagai cara. Mulai dari menggelar undian, memberi bonus dan berbagai insentif lainnya.

Meski lonjakan penularan tinggi, Rusia tidak mau lagi menerapkan lockdown nasional seperti awal pandemi. Saat itu perekonomian terpukul dan popularitas Putin turun drastis. Negara kini menyerahkan keputusan pada pemerintah daerah masing-masing. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/