alexametrics
24.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Banjir di Eropa Makin Mengerikan, Renggut 184 Nyawa

MANADOPOST.ID – ’’Ini adalah situasi mengerikan yang tidak biasa.’’ Pernyataan itu dilontarkan Kanselir Jerman Angela Merkel saat berkunjung ke lokasi banjir di Schuld, Rhineland-Palatinate, Minggu (18/7).

Dia prihatin dengan tingkat kerusakan akibat banjir yang melanda sebagian besar wilayah barat Jerman tersebut. Politikus 67 tahun itu berjanji menggelontorkan bantuan agar kota-kota yang rusak parah bisa kembali dibangun.

’’Ini mengejutkan. Bisa saya katakan tidak ada bahasa Jerman yang dapat menggambarkan kerusakan yang terjadi,’’ terang Merkel seperti dikutip Agence France-Presse. Politikus yang berencana pensiun pascapemilu September nanti itu berkunjung demi mendengarkan keluh kesah penduduk yang dihantam luapan Sungai Ahr.

Banjir menyapu sebagian wilayah Eropa sejak Senin (12/7). Total korban jiwa mencapai 184 orang dan puluhan orang masih hilang. Pencarian korban masih berlangsung. Korban jiwa tertinggi berada di Jerman, yaitu mencapai 157 orang. Mayoritas korban jiwa berada di Rhineland-Palatinate. Ada 110 korban.

Di Belgia, 27 korban meninggal. Hujan deras juga terjadi di Swiss, Luksemburg, dan Belanda. Beruntung, di tiga negara tersebut tidak terjadi banjir bandang yang merenggut nyawa.

Tim penyelamat menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari korban selamat maupun tewas. Polisi juga mengerahkan speedboat dan penyelam guna menyisir sungai dan mengevakuasi jenazah yang hanyut terbawa arus.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz memaparkan, pemerintah mengucurkan dana darurat EUR 300 juta (Rp 5,14 triliun). Anggaran itu dialokasikan untuk mereka yang rumah dan tempat usahanya hancur. Rencananya, ada bantuan dana yang lebih besar untuk rekonstruksi area terdampak. Anggaran tambahan itu bakal dibahas pada Rabu (21/7).

Penduduk Jerman kemarin mulai membereskan rumahnya. Jalan-jalan juga dibersihkan. Sebagian gedung yang rusak parah akan dirobohkan. Layanan gas, telepon, dan listrik juga mulai diperbaiki. Di beberapa area, tentara menggunakan kendaraan militer untuk memindahkan reruntuhan yang menutupi jalan. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – ’’Ini adalah situasi mengerikan yang tidak biasa.’’ Pernyataan itu dilontarkan Kanselir Jerman Angela Merkel saat berkunjung ke lokasi banjir di Schuld, Rhineland-Palatinate, Minggu (18/7).

Dia prihatin dengan tingkat kerusakan akibat banjir yang melanda sebagian besar wilayah barat Jerman tersebut. Politikus 67 tahun itu berjanji menggelontorkan bantuan agar kota-kota yang rusak parah bisa kembali dibangun.

’’Ini mengejutkan. Bisa saya katakan tidak ada bahasa Jerman yang dapat menggambarkan kerusakan yang terjadi,’’ terang Merkel seperti dikutip Agence France-Presse. Politikus yang berencana pensiun pascapemilu September nanti itu berkunjung demi mendengarkan keluh kesah penduduk yang dihantam luapan Sungai Ahr.

Banjir menyapu sebagian wilayah Eropa sejak Senin (12/7). Total korban jiwa mencapai 184 orang dan puluhan orang masih hilang. Pencarian korban masih berlangsung. Korban jiwa tertinggi berada di Jerman, yaitu mencapai 157 orang. Mayoritas korban jiwa berada di Rhineland-Palatinate. Ada 110 korban.

Di Belgia, 27 korban meninggal. Hujan deras juga terjadi di Swiss, Luksemburg, dan Belanda. Beruntung, di tiga negara tersebut tidak terjadi banjir bandang yang merenggut nyawa.

Tim penyelamat menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari korban selamat maupun tewas. Polisi juga mengerahkan speedboat dan penyelam guna menyisir sungai dan mengevakuasi jenazah yang hanyut terbawa arus.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz memaparkan, pemerintah mengucurkan dana darurat EUR 300 juta (Rp 5,14 triliun). Anggaran itu dialokasikan untuk mereka yang rumah dan tempat usahanya hancur. Rencananya, ada bantuan dana yang lebih besar untuk rekonstruksi area terdampak. Anggaran tambahan itu bakal dibahas pada Rabu (21/7).

Penduduk Jerman kemarin mulai membereskan rumahnya. Jalan-jalan juga dibersihkan. Sebagian gedung yang rusak parah akan dirobohkan. Layanan gas, telepon, dan listrik juga mulai diperbaiki. Di beberapa area, tentara menggunakan kendaraan militer untuk memindahkan reruntuhan yang menutupi jalan. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/