alexametrics
24.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Inggris Resmi Cabut Lockdown Nasional, Warga Sebut Freedom Day

MANADOPOST.ID – ’’Ini seperti lembaran baru.’’ Pernyataan itu dilontarkan oleh Nicola Webster Calliste, salah satu penduduk Leeds, Inggris. Kemarin (19/7) pemerintah Inggris mencabut lockdown nasional di negara tersebut. Tak cuma dicabut, tapi seluruh aturan yang menyertainya juga ditiadakan. Tidak ada lagi jaga jarak, pakai masker dan larangan berkerumun. Penduduk Inggris menyebutnya sebagai Freedom Day alias hari kebebasan.

Penduduk bisa beraktivitas seperti sedia kala ketika tidak ada pandemi. Restoran, klub malam dan semua tempat umum dibuka seperti biasa. Tidak ada batasan dalam penerimaan pengunjung. Pencabutan lockdown ini dilakukan ketika angka penularan di Inggris masih meningkat tajam.

Penularan harian di Inggris saat ini mencapai lebih dari 50 ribu kasus. Varian Delta dari India menjadi penyebab lonjakan kasus. Banyak pakar kesehatan yang berpendapat bahwa langkah yang diambil pemerintah Inggris bakal berimbas fatal. Gelombang masif penularan baru bakal terjadi. Peringatan itu sudah dilontarkan jauh hari sebelumnya, namun Perdana Menteri (PM) Boris Johnson kukuh dengan keputusannya.

’’Ini adalah saat yang tepat tetapi kita harus melakukannya dengan hati-hati. Kita harus ingat bahwa virus ini masih ada di luar sana,’’ tegas Johnson.

Profesor Neil Ferguson yang memantau strategi lockdown di Inggris khawatir, bahwa angka penularan harian nanti bisa mencapai 100 ribu kasus atau bahkan dua kali lipatnya. Dari jumlah itu, yang dirawat di rumah sakit bisa mencapai 2 ribu orang per hari. Itu akan membuat sistem kesehatan di Inggris kewalahan. Hal senada juga dilontarkan oleh Pakar Kesehatan Masyarakat di University of Bristol Gabriel Scally. ’’Ini adalah kekosongan moral dan kebodohan epidemiologis,’’ ujarnya seperti dikutip The Guardian.

Inggris merupakan salah satu negara dengan angka vaksinasi tertinggi di dunia. Jelang pencabutan lockdown, mereka juga menawarkan vaksinasi gratis untuk semua penduduk usia dewasa. Namun, para pakar menilai vaksin saja tidak cukup. Sebab itu hanya menghindari keparahan jika tertular. Hal tersebut tetap akan menjadi beban bagi RS. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – ’’Ini seperti lembaran baru.’’ Pernyataan itu dilontarkan oleh Nicola Webster Calliste, salah satu penduduk Leeds, Inggris. Kemarin (19/7) pemerintah Inggris mencabut lockdown nasional di negara tersebut. Tak cuma dicabut, tapi seluruh aturan yang menyertainya juga ditiadakan. Tidak ada lagi jaga jarak, pakai masker dan larangan berkerumun. Penduduk Inggris menyebutnya sebagai Freedom Day alias hari kebebasan.

Penduduk bisa beraktivitas seperti sedia kala ketika tidak ada pandemi. Restoran, klub malam dan semua tempat umum dibuka seperti biasa. Tidak ada batasan dalam penerimaan pengunjung. Pencabutan lockdown ini dilakukan ketika angka penularan di Inggris masih meningkat tajam.

Penularan harian di Inggris saat ini mencapai lebih dari 50 ribu kasus. Varian Delta dari India menjadi penyebab lonjakan kasus. Banyak pakar kesehatan yang berpendapat bahwa langkah yang diambil pemerintah Inggris bakal berimbas fatal. Gelombang masif penularan baru bakal terjadi. Peringatan itu sudah dilontarkan jauh hari sebelumnya, namun Perdana Menteri (PM) Boris Johnson kukuh dengan keputusannya.

’’Ini adalah saat yang tepat tetapi kita harus melakukannya dengan hati-hati. Kita harus ingat bahwa virus ini masih ada di luar sana,’’ tegas Johnson.

Profesor Neil Ferguson yang memantau strategi lockdown di Inggris khawatir, bahwa angka penularan harian nanti bisa mencapai 100 ribu kasus atau bahkan dua kali lipatnya. Dari jumlah itu, yang dirawat di rumah sakit bisa mencapai 2 ribu orang per hari. Itu akan membuat sistem kesehatan di Inggris kewalahan. Hal senada juga dilontarkan oleh Pakar Kesehatan Masyarakat di University of Bristol Gabriel Scally. ’’Ini adalah kekosongan moral dan kebodohan epidemiologis,’’ ujarnya seperti dikutip The Guardian.

Inggris merupakan salah satu negara dengan angka vaksinasi tertinggi di dunia. Jelang pencabutan lockdown, mereka juga menawarkan vaksinasi gratis untuk semua penduduk usia dewasa. Namun, para pakar menilai vaksin saja tidak cukup. Sebab itu hanya menghindari keparahan jika tertular. Hal tersebut tetap akan menjadi beban bagi RS. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/