29.4 C
Manado
Senin, 8 Agustus 2022

112 Orang Dikabarkan Tewas Akibat Topan Rai di Filipina

MANADOPOST.ID – Topan Rai menyapu sebagian wilayah Filipina Jumat (17/12). Sebanyak 112 orang dilaporkan tewas. Besar kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah.

Sebagian besar permukiman penduduk yang dilewati Rai hampir tak berbentuk. Rumah-rumah hancur, pohon tumbang, jalan dan komunikasi juga terputus.

Meski situasinya cukup parah, namun bantuan pangan, obat dan keperluan lainnya dari pemerintah pusat tak kunjung tiba di sejumlah wilayah. Gubernur Bohol Arthur Yap mengungkapkan bahwa kapal Angkatan Laut Filipina yang membawa berbagai barang bantuan baru akan bertolak ke wilayahnya besok (20/12).

Yap sudah menyatakan status darurat untuk Bohol. Provinsi Surigao del Norte dan Dinagat juga belum tersentuh bantuan pusat. ’’Makanan yang kami siapkan untuk para pengungsi rusak karena topan,’’ ujar Wakil Gubernur Surigao del Norte Geed Gokiangkee seperti dikutip ABS-CBN.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Presiden Rodrigo Duterte terbang ke sejumlah lokasi terdampak sejak Sabtu (18/12). Dia menjanjikan bantuan sebesar PHP 2 miliar atau setara Rp 576,2 miliar. Ribuan personil militer, polisi, penjaga pantai dan pemadam kebakaran juga telah dikerahkan untuk membantu.

Menteri Transportasi Arthur Tugade menyatakan bahwa presiden telah memerintahkan untuk mengerahkan semua sumber daya guna membantu mereka yang membutuhkan. ’’Yakinlah, kami akan datang (membantu, Red),’’ ujarnya kemarin (19/12) seperti dikutip Al Jazeera.

Rai merupakan topan terkuat di Filipina sepanjang tahun ini. Angin yang menyertainya berkekuatan 195 kilometer per jam. Sekitar 300 ribu orang sudah dievakuasi. Semua turis dipindah dengan menggunakan kapal dan helikopter ke wilayah lain yang aman.

Di Bohol saja, tercatat 63 orang tewas, 10 orang hilang dan belasan lainnya luka-luka. Yap menyatakan bahwa karena komunikasi yang terputus, saat ini baru 33 dari 48 wali kota yang melaporkan kondisi wilayahnya.

Melihat parahnya kerusakan yang ditimbulkan Rai, Kepala Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Filipina Alberto Bocanegra memprediksi bahwa proses pemulihan bakal lama. Organisasi tersebut berharap mendapatkan bantuan sebesar Rp 311,24 miliar untuk mendanai bantuan darurat dan upaya pemulihan. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Topan Rai menyapu sebagian wilayah Filipina Jumat (17/12). Sebanyak 112 orang dilaporkan tewas. Besar kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah.

Sebagian besar permukiman penduduk yang dilewati Rai hampir tak berbentuk. Rumah-rumah hancur, pohon tumbang, jalan dan komunikasi juga terputus.

Meski situasinya cukup parah, namun bantuan pangan, obat dan keperluan lainnya dari pemerintah pusat tak kunjung tiba di sejumlah wilayah. Gubernur Bohol Arthur Yap mengungkapkan bahwa kapal Angkatan Laut Filipina yang membawa berbagai barang bantuan baru akan bertolak ke wilayahnya besok (20/12).

Yap sudah menyatakan status darurat untuk Bohol. Provinsi Surigao del Norte dan Dinagat juga belum tersentuh bantuan pusat. ’’Makanan yang kami siapkan untuk para pengungsi rusak karena topan,’’ ujar Wakil Gubernur Surigao del Norte Geed Gokiangkee seperti dikutip ABS-CBN.

Presiden Rodrigo Duterte terbang ke sejumlah lokasi terdampak sejak Sabtu (18/12). Dia menjanjikan bantuan sebesar PHP 2 miliar atau setara Rp 576,2 miliar. Ribuan personil militer, polisi, penjaga pantai dan pemadam kebakaran juga telah dikerahkan untuk membantu.

Menteri Transportasi Arthur Tugade menyatakan bahwa presiden telah memerintahkan untuk mengerahkan semua sumber daya guna membantu mereka yang membutuhkan. ’’Yakinlah, kami akan datang (membantu, Red),’’ ujarnya kemarin (19/12) seperti dikutip Al Jazeera.

Rai merupakan topan terkuat di Filipina sepanjang tahun ini. Angin yang menyertainya berkekuatan 195 kilometer per jam. Sekitar 300 ribu orang sudah dievakuasi. Semua turis dipindah dengan menggunakan kapal dan helikopter ke wilayah lain yang aman.

Di Bohol saja, tercatat 63 orang tewas, 10 orang hilang dan belasan lainnya luka-luka. Yap menyatakan bahwa karena komunikasi yang terputus, saat ini baru 33 dari 48 wali kota yang melaporkan kondisi wilayahnya.

Melihat parahnya kerusakan yang ditimbulkan Rai, Kepala Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Filipina Alberto Bocanegra memprediksi bahwa proses pemulihan bakal lama. Organisasi tersebut berharap mendapatkan bantuan sebesar Rp 311,24 miliar untuk mendanai bantuan darurat dan upaya pemulihan. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/