alexametrics
30.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Kurangi Ketergantungan Minyak dan Gas Rusia, Jerman Berpaling Kepada Qatar

MANADOPOST.ID – Jerman berhasil membuat kesepakatan energi jangka panjang dengan Qatar. Kerjasama ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan Jerman pada gas dan minyak Rusia.

Selama ini Moskow adalah pemasok gas terbesar ke Berlin. Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck telah meluncurkan beberapa inisiatif tersebut sejak Rusia menginvasi Ukraina.

Habeck mengamankan kerjasama itu selama kunjungannya ke Doha akhir pekan lalu. Jerman berkomitmen mempercepat pembangunan dua terminal gas alam cair (LNG) sebagai bagian dari kesepakatan.

Qatar bersikeras melakukan kontrak jangka panjang karena biaya investasi yang besar untuk memproduksi gas. Rencananya, negara yang masuk jajaran satu dari tiga pengekspor LNG teratas dunia tersebut akan meningkatkan produksinya sekitar 50 persen pada 2027.

’’Perusahaan-perusahaan yang ikut dalam perjalanan ini akan mengadakan negosiasi kontrak dengan pihak Qatar,’’ ujar Habeck seperti dikutip The Guardian.

Dia tidak menjelaskan secara detail tentang kontrak jangka panjang tersebut, termasuk berapa yang akan diimpor oleh Jerman. Dari Qatar, Hebeck bertolak ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk membicarakan tentang suplai minyak. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Jerman berhasil membuat kesepakatan energi jangka panjang dengan Qatar. Kerjasama ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan Jerman pada gas dan minyak Rusia.

Selama ini Moskow adalah pemasok gas terbesar ke Berlin. Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck telah meluncurkan beberapa inisiatif tersebut sejak Rusia menginvasi Ukraina.

Habeck mengamankan kerjasama itu selama kunjungannya ke Doha akhir pekan lalu. Jerman berkomitmen mempercepat pembangunan dua terminal gas alam cair (LNG) sebagai bagian dari kesepakatan.

Qatar bersikeras melakukan kontrak jangka panjang karena biaya investasi yang besar untuk memproduksi gas. Rencananya, negara yang masuk jajaran satu dari tiga pengekspor LNG teratas dunia tersebut akan meningkatkan produksinya sekitar 50 persen pada 2027.

’’Perusahaan-perusahaan yang ikut dalam perjalanan ini akan mengadakan negosiasi kontrak dengan pihak Qatar,’’ ujar Habeck seperti dikutip The Guardian.

Dia tidak menjelaskan secara detail tentang kontrak jangka panjang tersebut, termasuk berapa yang akan diimpor oleh Jerman. Dari Qatar, Hebeck bertolak ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk membicarakan tentang suplai minyak. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/