25.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Kabar Tak Sedap Orang Dekat Trump

WILMINGTON– Konvensi Partai Republik AS yang diprediksi mengantarkan Donald Trump menjadi capres bakal digelar pekan depan. Sayang, pekan ini ada kabar tak sedap yang menimpa sang petahana.

Kabar itu berasal dari Steve Bannon, mantan penasihat Trump. Sosok yang mengawal Trump dalam kampanye presiden 2016 itu baru saja tertangkap atas dakwaan kasus penggelapan uang sumbangan.

Kamis pukul 07.30, pria berusia 66 tahun itu ditangkap di yacht milik pembelot Tiongkok Guo Wengui. Beberapa jam kemudian, dia langsung dibawa ke pengadilan New York atas tuduhan berkomplot untuk menyelewengkan uang donor proyek tembok perbatasan mandiri.

”Semua kegaduhan ini hanya upaya sekelompok orang untuk menghentikan pembangunan tembok,” ujar Bannon kepada CNN setelah persidangan pertamanya. Bannon mengaku tak bersalah atas dakwaan dari kantor Jaksa Agung Manhattan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pelaksana Tugas Jaksa Agung Manhattan Audrey Strauss menjelaskan, kasus yang menyeret Bannon dan tiga orang lainnya berawal dari crowdfunding pembangunan tembok pembatas. Brian Kolfage membentuk kampanye We Build the Wall untuk membantu pemerintah membangun tembok di perbatasan selatan AS.

Saat itu, Kolfage menyebutkan dengan tegas bahwa semua dana sumbangan yang masuk bakal dialokasikan untuk pembangunan tembok. Namun, veteran angkatan udara itu bersekongkol dengan dua orang lainnya ?Andrew Badolato dan Timothy Shea– untuk menggelapkan sebagian dana. Dana tersebut disalurkan ke LSM yang dipilih. Lalu, lembaga amal itu mengirimkan kembali sebagian uang ke Kolfage.

Nah, LSM yang dipilih merupakan milik Bannon. Lembaga tersebut sudah menggelapan sekitar USD 1 juta (Rp 14 miliar). Kolfage sendiri menilap uang senilai USD 350 ribu. Uang tersebut digunakan untuk operasi plastik, membeli mobil SUV mewah dan mobil golf, merenovasi rumah, membeli perhiasan, dan uang muka untuk sebuah perahu.

Trump pun kembali menjauhkan diri dari Bannon. Menurut dia, Bannon tak bertahan lama menjadi pejabat di Gedung Putih. Dia juga menegaskan tak pernah setuju soal gerakan We Build the Wall. ”Saya sudah pernah bilang soal ini. Saya tak suka (proyek tersebut, Red),” ujarnya. (jpg)

WILMINGTON– Konvensi Partai Republik AS yang diprediksi mengantarkan Donald Trump menjadi capres bakal digelar pekan depan. Sayang, pekan ini ada kabar tak sedap yang menimpa sang petahana.

Kabar itu berasal dari Steve Bannon, mantan penasihat Trump. Sosok yang mengawal Trump dalam kampanye presiden 2016 itu baru saja tertangkap atas dakwaan kasus penggelapan uang sumbangan.

Kamis pukul 07.30, pria berusia 66 tahun itu ditangkap di yacht milik pembelot Tiongkok Guo Wengui. Beberapa jam kemudian, dia langsung dibawa ke pengadilan New York atas tuduhan berkomplot untuk menyelewengkan uang donor proyek tembok perbatasan mandiri.

”Semua kegaduhan ini hanya upaya sekelompok orang untuk menghentikan pembangunan tembok,” ujar Bannon kepada CNN setelah persidangan pertamanya. Bannon mengaku tak bersalah atas dakwaan dari kantor Jaksa Agung Manhattan.

Pelaksana Tugas Jaksa Agung Manhattan Audrey Strauss menjelaskan, kasus yang menyeret Bannon dan tiga orang lainnya berawal dari crowdfunding pembangunan tembok pembatas. Brian Kolfage membentuk kampanye We Build the Wall untuk membantu pemerintah membangun tembok di perbatasan selatan AS.

Saat itu, Kolfage menyebutkan dengan tegas bahwa semua dana sumbangan yang masuk bakal dialokasikan untuk pembangunan tembok. Namun, veteran angkatan udara itu bersekongkol dengan dua orang lainnya ?Andrew Badolato dan Timothy Shea– untuk menggelapkan sebagian dana. Dana tersebut disalurkan ke LSM yang dipilih. Lalu, lembaga amal itu mengirimkan kembali sebagian uang ke Kolfage.

Nah, LSM yang dipilih merupakan milik Bannon. Lembaga tersebut sudah menggelapan sekitar USD 1 juta (Rp 14 miliar). Kolfage sendiri menilap uang senilai USD 350 ribu. Uang tersebut digunakan untuk operasi plastik, membeli mobil SUV mewah dan mobil golf, merenovasi rumah, membeli perhiasan, dan uang muka untuk sebuah perahu.

Trump pun kembali menjauhkan diri dari Bannon. Menurut dia, Bannon tak bertahan lama menjadi pejabat di Gedung Putih. Dia juga menegaskan tak pernah setuju soal gerakan We Build the Wall. ”Saya sudah pernah bilang soal ini. Saya tak suka (proyek tersebut, Red),” ujarnya. (jpg)

Most Read

Artikel Terbaru

/