30.4 C
Manado
Minggu, 14 Agustus 2022

Omicron Dominasi Penularan Baru di Amerika Serikat

MANADOPOST.ID – Amerika Serikat masuk dalam daftar negara terlarang untuk dikunjungi warga Israel. Selain Negeri Paman Sam, ada 9 negara lainnya. Yaitu Kanada, Italia, Jerman, Belgia, Hungaria, Maroko, Portugal, Turki dan Swiss.

Kebijakan ini berlaku mulai kemarin (21/12) tengah malam. Penyebaran virus Sars-CoV-2 varian Omicron menjadi alasannya.

Varian yang kali pertama ditemukan di Benua Afrika itu menyebar masif di AS. Senin (20/12) Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit (CDC) AS merilis data bahwa lebih dari 73,2 persen kasus Covid-19 baru berasal dari varian Omicron.

Itu adalah data pekan lalu. Pada pekan sebelumnya, kasus Omicron di AS masih 12,6 persen. Artinya, penularan varian terbaru itu sudah mengalahkan penyebaran Delta.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Saat ini hampir semua negara bagian di AS melaporkan adanya varian Omicron. Di beberapa area, jumlahnya bahkan mencapai 90 persen kasus baru, di antaranya di New York dan New Jersey. ’’Kemampuan penyebarannya luar biasa mengesankan, bahkan bagi saya,’’ ujar pakar epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health Bill Hanage seperti dikutip NBC News.

AS juga mencatat kematian pertama akibat Omicron. Pemerintah Texas melaporkan seorang pria yang berusia 50 tahun lebih di Houston meninggal karena varian tersebut. Pria yang tidak pernah divaksin ini sudah terkena Covid-19 dua kali dan memiliki penyakit bawaan yang memperparah kondisinya. Sebelumnya, kematian pertama di dunia akibat Omicron dilaporkan terjadi di Inggris. Ini kian membuktikan bahwa orang yang memiliki antibodi alami setelah tertular Covid-19 masih bisa terkena penyakit tersebut sekali lagi.

Hingga kemarin, AS belum memberlakukan pengetatan aturan untuk menekan angka penularan. Presiden AS Joe Biden bahkan menyatakan bahwa penduduk AS yang sudah divaksin tidak perlu membatalkan liburannya. AS membeli setengah miliar tes Covid-19 yang bisa dipakai secara mandiri di rumah. Dia berencana mendistribusikannya secara gratis pada penduduk. Mereka bisa mengajukan via situs web resmi milik pemerintah.

Sekitar 500 juta alat tes ini sudah bisa didapatkan bulan depan. Ia bakal dikirim via pos. Saat ini pemerintah masih menghitung alokasi maksimal alat tes untuk setiap rumah tangga.

Skema pemberian alat tes itu termasuk dalam rencana Gedung Putih dalam mengatasi lonjakan kasus. Penelitian awal menunjukkan Omicron cepat menular tapi tidak menyebabkan penyakit yang parah. Jika dideteksi sejak awal dan yang bersangkutan isolasi mandiri di rumah, maka penularan bisa ditekan. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Amerika Serikat masuk dalam daftar negara terlarang untuk dikunjungi warga Israel. Selain Negeri Paman Sam, ada 9 negara lainnya. Yaitu Kanada, Italia, Jerman, Belgia, Hungaria, Maroko, Portugal, Turki dan Swiss.

Kebijakan ini berlaku mulai kemarin (21/12) tengah malam. Penyebaran virus Sars-CoV-2 varian Omicron menjadi alasannya.

Varian yang kali pertama ditemukan di Benua Afrika itu menyebar masif di AS. Senin (20/12) Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit (CDC) AS merilis data bahwa lebih dari 73,2 persen kasus Covid-19 baru berasal dari varian Omicron.

Itu adalah data pekan lalu. Pada pekan sebelumnya, kasus Omicron di AS masih 12,6 persen. Artinya, penularan varian terbaru itu sudah mengalahkan penyebaran Delta.

Saat ini hampir semua negara bagian di AS melaporkan adanya varian Omicron. Di beberapa area, jumlahnya bahkan mencapai 90 persen kasus baru, di antaranya di New York dan New Jersey. ’’Kemampuan penyebarannya luar biasa mengesankan, bahkan bagi saya,’’ ujar pakar epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health Bill Hanage seperti dikutip NBC News.

AS juga mencatat kematian pertama akibat Omicron. Pemerintah Texas melaporkan seorang pria yang berusia 50 tahun lebih di Houston meninggal karena varian tersebut. Pria yang tidak pernah divaksin ini sudah terkena Covid-19 dua kali dan memiliki penyakit bawaan yang memperparah kondisinya. Sebelumnya, kematian pertama di dunia akibat Omicron dilaporkan terjadi di Inggris. Ini kian membuktikan bahwa orang yang memiliki antibodi alami setelah tertular Covid-19 masih bisa terkena penyakit tersebut sekali lagi.

Hingga kemarin, AS belum memberlakukan pengetatan aturan untuk menekan angka penularan. Presiden AS Joe Biden bahkan menyatakan bahwa penduduk AS yang sudah divaksin tidak perlu membatalkan liburannya. AS membeli setengah miliar tes Covid-19 yang bisa dipakai secara mandiri di rumah. Dia berencana mendistribusikannya secara gratis pada penduduk. Mereka bisa mengajukan via situs web resmi milik pemerintah.

Sekitar 500 juta alat tes ini sudah bisa didapatkan bulan depan. Ia bakal dikirim via pos. Saat ini pemerintah masih menghitung alokasi maksimal alat tes untuk setiap rumah tangga.

Skema pemberian alat tes itu termasuk dalam rencana Gedung Putih dalam mengatasi lonjakan kasus. Penelitian awal menunjukkan Omicron cepat menular tapi tidak menyebabkan penyakit yang parah. Jika dideteksi sejak awal dan yang bersangkutan isolasi mandiri di rumah, maka penularan bisa ditekan. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/