23.4 C
Manado
Saturday, 4 February 2023

Penembakan Massal Meletus Lagi di California, Tujuh Orang Dilaporkan Tewas

MANADOPOST.ID- Bendera setengah tiang masih berkibar di Amerika Serikat (AS). Belum hilang mendung duka tragedi penembakan di Monterey Park, Los Angeles County, California. Namun, Senin (23/1), insiden serupa meletus kembali di California. Total tujuh orang dilaporkan tewas.

’’Saat ini yang kami tahu bahwa beberapa korban adalah orang Tionghoa, pelakunya orang Tionghoa dan ini adalah komunitas pertanian, mereka adalah pekerja pertanian,’’ ujar Wali Kota Half Moon Bay Deborah Penrose kepada CNN This Morning kemarin (24/1).

Penembakan terjadi di dua lokasi sekitar Half Moon Bay, California. Kasus ini merupakan penembakan masal ketiga di California dalam delapan hari terakhir. Pelaku bernama Chunli Zhao berhasil diamankan polisi. Pria 67 tahun itu juga bekerja di salah satu lokasi kejadian.

Baca Juga:  Balas Tudingan AS, Tiongkok Minta WHO Selediki Laboratorium Ini

Sejatinya, California merupakan salah satu negara bagian AS dengan aturan senjata yang ketat dibanding wilayah lainnya. Karena itu, serentetan aksi penembakan masal itu sampai membuat Gubernur California Gavin Newsom tidak habis pikir.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

’’Saat di rumah sakit bertemu dengan para korban penembakan massal, saya ditarik untuk diberi pengarahan tentang penembakan lain. Kali ini di Half Moon Bay. Tragedi demi tragedi,’’ cuit Newsom.

Sheriff San Mateo County Christina Corpus mengungkapkan bahwa pelaku diamanakan ketika berkendara menuju ke kantor polisi. Belum diketahui apakah pelaku memang berniat menyerahkan diri. Kejadian penembakan pertama ada di perusahaan truk dan satu lagi di ladang jamur.

Di lokasi pertama, ada empat orang tewas dan satu korban luka parah. Sedangkan di lokasi kedua, ada tiga orang meregang nyawa. Bahkan, di salah satu lokasi, ada anak-anak yang langsung melihat aksi biadab tersebut. Sore itu, mereka pulang dari sekolah.

Baca Juga:  Selidiki Klaim Ukraina Soal Gandum Curian, Turki Hentikan Kapal Kargo Rusia

’’Zhao diamankan tanpa insiden dan senjata semiotomatis ditemukan di dalam kendaraannya,’’ ujar Corpus seperti dikutip Agence France-Presse. Saat ini, polisi masih menyelidiki apa motif dari tindakan Zhao.

Sementara itu, perkembangan penembakan di studio dansa Monterey Park, korban jiwa naik menjadi sebelas orang. Polisi menduga motif dari aksi tersebut adalah cemburu atau ada perselisihan pribadi. Dari catatan, Huu Can Tran, pelaku penembakan pernah ditahan pada 1994 karena memiliki senjata ilegal. Saat diburu polisi, Tran memilih mengakhiri hidup dengan cara menembak diri. (sha/hud)

MANADOPOST.ID- Bendera setengah tiang masih berkibar di Amerika Serikat (AS). Belum hilang mendung duka tragedi penembakan di Monterey Park, Los Angeles County, California. Namun, Senin (23/1), insiden serupa meletus kembali di California. Total tujuh orang dilaporkan tewas.

’’Saat ini yang kami tahu bahwa beberapa korban adalah orang Tionghoa, pelakunya orang Tionghoa dan ini adalah komunitas pertanian, mereka adalah pekerja pertanian,’’ ujar Wali Kota Half Moon Bay Deborah Penrose kepada CNN This Morning kemarin (24/1).

Penembakan terjadi di dua lokasi sekitar Half Moon Bay, California. Kasus ini merupakan penembakan masal ketiga di California dalam delapan hari terakhir. Pelaku bernama Chunli Zhao berhasil diamankan polisi. Pria 67 tahun itu juga bekerja di salah satu lokasi kejadian.

Baca Juga:  Pemerintah Bangun Pabrik Es dengan Bantuan Amerika Serikat

Sejatinya, California merupakan salah satu negara bagian AS dengan aturan senjata yang ketat dibanding wilayah lainnya. Karena itu, serentetan aksi penembakan masal itu sampai membuat Gubernur California Gavin Newsom tidak habis pikir.

’’Saat di rumah sakit bertemu dengan para korban penembakan massal, saya ditarik untuk diberi pengarahan tentang penembakan lain. Kali ini di Half Moon Bay. Tragedi demi tragedi,’’ cuit Newsom.

Sheriff San Mateo County Christina Corpus mengungkapkan bahwa pelaku diamanakan ketika berkendara menuju ke kantor polisi. Belum diketahui apakah pelaku memang berniat menyerahkan diri. Kejadian penembakan pertama ada di perusahaan truk dan satu lagi di ladang jamur.

Di lokasi pertama, ada empat orang tewas dan satu korban luka parah. Sedangkan di lokasi kedua, ada tiga orang meregang nyawa. Bahkan, di salah satu lokasi, ada anak-anak yang langsung melihat aksi biadab tersebut. Sore itu, mereka pulang dari sekolah.

Baca Juga:  Pesawat Militer Rusia Jatuh dan Terbakar, Empat Orang Tewas

’’Zhao diamankan tanpa insiden dan senjata semiotomatis ditemukan di dalam kendaraannya,’’ ujar Corpus seperti dikutip Agence France-Presse. Saat ini, polisi masih menyelidiki apa motif dari tindakan Zhao.

Sementara itu, perkembangan penembakan di studio dansa Monterey Park, korban jiwa naik menjadi sebelas orang. Polisi menduga motif dari aksi tersebut adalah cemburu atau ada perselisihan pribadi. Dari catatan, Huu Can Tran, pelaku penembakan pernah ditahan pada 1994 karena memiliki senjata ilegal. Saat diburu polisi, Tran memilih mengakhiri hidup dengan cara menembak diri. (sha/hud)

Most Read

Artikel Terbaru