alexametrics
24.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Serangan Rusia ke Ukraina, Presiden Turki: NATO Harusnya Ambil Langkah Tegas

MANADOPOST.ID– NATO dan negara Barat tidak tegas merespons serangan Rusia ke Ukraina. Hal ini dikatakan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

“NATO seharusnya mengambil langkah yang lebih tegas,” ujar Erdogan, dikutip Reutrea, Sabtu 26 Februari 2022.

Dilansir dari Fajar.co.id, Erdogan berharap, konferensi tingkat tinggi NATO dapat menghasilkan pendekatan yang lebih tegas.

“Mentalitas Uni Eropa dan negara Barat tidak menunjukkan tekad yang serius. Mereka semua terus memberikan saran kepada Ukraina. Tidak mungkin bisa melangkah hanya dengan saran,” katanya.

Kendati begitu, Erdogan menegaskan, Turki menolak menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, berbeda dengan beberapa negara Barat lain.

Turki juga tidak menggunakan kata “invasi” untuk menggambarkan situasi ini.

Ia hanya menyatakan tindakan Rusia “tak dapat diterima.”

Kiev juga sempat meminta Turki untuk menutup selat Bosphorus dan Dardanelles demi mencegah kapal Rusia masuk ke Laut Hitam yang berada di selatan Ukraina.

Namun, Ankara menyatakan tak bisa memenuhi permintaan Kiev. Menurut Turki Rusia memiliki hak untuk menarik kapal mereka ke pangkalan berdasarkan pakta 1936.

Turki, yang juga merupakan anggota NATO, memiliki hubungan dekat dengan Ukraina dan Rusia.

Negara itu kerap menjadi penengah netral kala dua kubu melakukan perundingan.(fin/fajar)

MANADOPOST.ID– NATO dan negara Barat tidak tegas merespons serangan Rusia ke Ukraina. Hal ini dikatakan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

“NATO seharusnya mengambil langkah yang lebih tegas,” ujar Erdogan, dikutip Reutrea, Sabtu 26 Februari 2022.

Dilansir dari Fajar.co.id, Erdogan berharap, konferensi tingkat tinggi NATO dapat menghasilkan pendekatan yang lebih tegas.

“Mentalitas Uni Eropa dan negara Barat tidak menunjukkan tekad yang serius. Mereka semua terus memberikan saran kepada Ukraina. Tidak mungkin bisa melangkah hanya dengan saran,” katanya.

Kendati begitu, Erdogan menegaskan, Turki menolak menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, berbeda dengan beberapa negara Barat lain.

Turki juga tidak menggunakan kata “invasi” untuk menggambarkan situasi ini.

Ia hanya menyatakan tindakan Rusia “tak dapat diterima.”

Kiev juga sempat meminta Turki untuk menutup selat Bosphorus dan Dardanelles demi mencegah kapal Rusia masuk ke Laut Hitam yang berada di selatan Ukraina.

Namun, Ankara menyatakan tak bisa memenuhi permintaan Kiev. Menurut Turki Rusia memiliki hak untuk menarik kapal mereka ke pangkalan berdasarkan pakta 1936.

Turki, yang juga merupakan anggota NATO, memiliki hubungan dekat dengan Ukraina dan Rusia.

Negara itu kerap menjadi penengah netral kala dua kubu melakukan perundingan.(fin/fajar)

Most Read

Artikel Terbaru

/