alexametrics
27.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Rusia Bicara Ancaman Perang Nuklir, Peringatkan Negara Barat, Sebut Presiden Ukraina Berakting

MANADOPOST.ID – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan Barat pada Senin (25/4/2022) untuk tidak meremehkan risiko perang nuklir atas Ukraina.

Dalam wawancara di televisi pemerintah, Lavrov juga mengatakan bahwa inti dari setiap perjanjian untuk mengakhiri konflik di Ukraina akan sangat bergantung pada situasi militer di lapangan.

Lavrov ditanya tentang pentingnya menghindari perang dunia ketiga dan apakah situasi saat ini bisa dibandingkan dengan krisis rudal Kuba pada 1962, salah satu masa terburuk dalam hubungan AS-Soviet.

Rusia melakukan banyak hal untuk menjunjung prinsip-prinsip dalam upaya mencegah perang nuklir dengan cara apa pun, kata dia.

“Ini posisi penting kami yang mendasari segalanya. Risikonya kini cukup besar,” kata Lavrov.

“Saya tidak akan mau meningkatkan risiko itu secara sengaja. Banyak orang akan seperti itu. Bahayanya serius, nyata. Dan kita tak boleh meremehkannya.”

Invasi Rusia di Ukraina yang telah berlangsung 2,5 bulan telah membuat ribuan orang tewas dan terluka, menghancurkan kota dan desa, dan memaksa 5 juta orang mengungsi ke luar negeri.

Moskow menyebut aksinya itu sebagai “operasi khusus” untuk melucuti Ukraina dan melindungi negara itu dari kaum fasis. Ukraina dan Barat mengatakan hal itu hanyalah dalih Presiden Vladimir Putin untuk melakukan agresi tak berdasar.

MANADOPOST.ID – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan Barat pada Senin (25/4/2022) untuk tidak meremehkan risiko perang nuklir atas Ukraina.

Dalam wawancara di televisi pemerintah, Lavrov juga mengatakan bahwa inti dari setiap perjanjian untuk mengakhiri konflik di Ukraina akan sangat bergantung pada situasi militer di lapangan.

Lavrov ditanya tentang pentingnya menghindari perang dunia ketiga dan apakah situasi saat ini bisa dibandingkan dengan krisis rudal Kuba pada 1962, salah satu masa terburuk dalam hubungan AS-Soviet.

Rusia melakukan banyak hal untuk menjunjung prinsip-prinsip dalam upaya mencegah perang nuklir dengan cara apa pun, kata dia.

“Ini posisi penting kami yang mendasari segalanya. Risikonya kini cukup besar,” kata Lavrov.

“Saya tidak akan mau meningkatkan risiko itu secara sengaja. Banyak orang akan seperti itu. Bahayanya serius, nyata. Dan kita tak boleh meremehkannya.”

Invasi Rusia di Ukraina yang telah berlangsung 2,5 bulan telah membuat ribuan orang tewas dan terluka, menghancurkan kota dan desa, dan memaksa 5 juta orang mengungsi ke luar negeri.

Moskow menyebut aksinya itu sebagai “operasi khusus” untuk melucuti Ukraina dan melindungi negara itu dari kaum fasis. Ukraina dan Barat mengatakan hal itu hanyalah dalih Presiden Vladimir Putin untuk melakukan agresi tak berdasar.

Most Read

Artikel Terbaru

/