32.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Rusia Bicara Ancaman Perang Nuklir, Peringatkan Negara Barat, Sebut Presiden Ukraina Berakting

Membela tindakan Moskow, Lavrov juga menyalahkan Washington atas minimnya dialog.

“Amerika Serikat praktis telah menutup semua kontak semata-mata karena kami berkewajiban membela orang-orang Rusia di Ukraina,” kata Lavrov, mengulangi alasan Moskow melakukan invasi di negara tetangganya itu.

Namun, dia mengatakan pasokan senjata canggih Barat, termasuk rudal anti tank Javelin, kendaraan lapis baja dan pesawat nirawak, merupakan tindakan provokatif yang sudah diperhitungkan untuk memperpanjang konflik ketimbang mengakhirinya.

“Senjata-senjata ini akan menjadi target yang sah bagi tindakan militer Rusia dalam konteks operasi khusus,” kata Lavrov.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Fasilitas penyimpanan di Ukraina barat telah menjadi target lebih dari sekali (oleh pasukan Rusia). Bagaimana tidak?” katanya menambahkan.

“NATO, pada dasarnya, terlibat dalam perang dengan Rusia melalui sebuah proksi dan mempersenjatai proksi tersebut. Perang berarti perang.”

Dia mengatakan pemerintah Ukraina tidak berunding dengan niat baik dan Presiden Volodymyr Zelenskyy, mantan aktor, seperti Perdana Menteri Inggris yang berakting di depan publik daripada menangani tugas di depan mata: perundingan.

“Mereka mirip dalam hal kemampuan berakting. Misalnya, mereka pura-pura bernegosiasi,” kata Lavrov. (Antara)

Membela tindakan Moskow, Lavrov juga menyalahkan Washington atas minimnya dialog.

“Amerika Serikat praktis telah menutup semua kontak semata-mata karena kami berkewajiban membela orang-orang Rusia di Ukraina,” kata Lavrov, mengulangi alasan Moskow melakukan invasi di negara tetangganya itu.

Namun, dia mengatakan pasokan senjata canggih Barat, termasuk rudal anti tank Javelin, kendaraan lapis baja dan pesawat nirawak, merupakan tindakan provokatif yang sudah diperhitungkan untuk memperpanjang konflik ketimbang mengakhirinya.

“Senjata-senjata ini akan menjadi target yang sah bagi tindakan militer Rusia dalam konteks operasi khusus,” kata Lavrov.

“Fasilitas penyimpanan di Ukraina barat telah menjadi target lebih dari sekali (oleh pasukan Rusia). Bagaimana tidak?” katanya menambahkan.

“NATO, pada dasarnya, terlibat dalam perang dengan Rusia melalui sebuah proksi dan mempersenjatai proksi tersebut. Perang berarti perang.”

Dia mengatakan pemerintah Ukraina tidak berunding dengan niat baik dan Presiden Volodymyr Zelenskyy, mantan aktor, seperti Perdana Menteri Inggris yang berakting di depan publik daripada menangani tugas di depan mata: perundingan.

“Mereka mirip dalam hal kemampuan berakting. Misalnya, mereka pura-pura bernegosiasi,” kata Lavrov. (Antara)

Most Read

Artikel Terbaru

/