alexametrics
32.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

BORIS JHONSON TERDESAK! Bertahan, Mengundurkan Diri atau Didepak Gara-gara Skandal Pesta

MANADOPOST.ID– Berusaha bertahan, mengundurkan diri atau didepak. Itu adalah pilihan bagi Perdana Menteri (PM) Boris Johnson, setelah skandal pesta di tengah lockdown yang membelitnya. Media Inggris menyebutnya sebagai partygate. Kemarin (26/1), politisi 57 tahun tersebut harus menjawab berbagai pertanyaan tentang masalah tersebut di House of Commons alias majelis rendah.

’’Orang-orang partai Konservatif telah melakukan kerusakan besar pada kepercayaan publik,’’ tegas Ketua Partai Buruh Inggris Sir Keir Starmer seperti dikutip Evening Standard.

Kepolisian Metropolitan (Met) London kini tengah menyelidiki skandal ini. Johnson menjadi PM kedua yang ditanyai oleh polisi ketika masih menjabat. Sebelumnya ada mantan PM Tony Blair yang terkena skandal donasi politik. Berbagai tokoh memberi sumbangan untuk mendapatkan gelar bangsawan. ’’Kita sedang menyaksikan tontonan memalukan dimana PM Inggris menjadi sasaran penyelidikan polisi,’’ tegas Starmer.

Saat ini penyelidikan yang dilakukan Pejabat Senior Kantor Kabinet Sue Gray terkait partygate sudah tuntas. Johnson berjanji akan merilis sepenuhnya laporan tersebut ke publik. Paling lambat laporan itu dibuka hari ini (27/1). Starmer menegaskan pada Johnson untuk menepati janjinya dan tidak memotong hasil laporan Gray tersebut.

Johnson menegaskan bahwa dia bakal merilis laporan tersebut segera setelah mendapatkannya. Menurutnya saat ini para menterinya tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, tidak hanya fokus pada skandal ini. Salah satunya adalah terkait dengan memanasnya hubungan Rusia-Ukraina dan rencana menjatuhkan sanksi ke Moskow.

Agar bisa terus bertahan sebagai PM, Johnson harus meraih kepercayaan partainya. Sebab mereka juga berpeluang mendepaknya. Jika 15 persen anggota partai Konservatif atau setara 54 legislator mengajukan mosi tidak percaya, maka jabatan Johnson dalam pertaruhan. Dia punya opsi mundur atau mencari dukungan sebanyak-banyaknya.

Jika Johnson mengundurkan diri atau skenario terburuknya dilengserkan, maka ada dua opsi. Opsi pertama yaitu Partai Konservatif menggelar pemilihan internal untuk mencari pengganti Johnson. Ini sedikit rumit dan butuh waktu beberapa bulan.

Opsi kedua adalah menggelar percepatan pemilu. Di Inggris, pemilu digelar 5 tahun sekali. Jadwal pemilu selanjutnya adalah 2 Mei 2024. Opsi kedua itu cukup menakutkan. Sebab para politikus yang kini menjabat juga berpeluang kehilangan kursi jika tidak terpilih kembali. Kekuatan partai Konservatif di perlemen juga bisa berubah.

Anggota Partai Konservatif Sir Iain Duncan Smith menyatakan bahwa partainya akan memutuskan nasib Johnson dalam beberapa hari kedepan. Dia termasuk golongan yang menentang sikap Johnson ’’Rangkaian pesta di Downing Street itu mengerikan,’’ ujarnya. Dia menyatakan bahwa seharusnya budaya melanggar aturan seperti itu tidak berkembang di kantor pemerintahan.(jawapos)

MANADOPOST.ID– Berusaha bertahan, mengundurkan diri atau didepak. Itu adalah pilihan bagi Perdana Menteri (PM) Boris Johnson, setelah skandal pesta di tengah lockdown yang membelitnya. Media Inggris menyebutnya sebagai partygate. Kemarin (26/1), politisi 57 tahun tersebut harus menjawab berbagai pertanyaan tentang masalah tersebut di House of Commons alias majelis rendah.

’’Orang-orang partai Konservatif telah melakukan kerusakan besar pada kepercayaan publik,’’ tegas Ketua Partai Buruh Inggris Sir Keir Starmer seperti dikutip Evening Standard.

Kepolisian Metropolitan (Met) London kini tengah menyelidiki skandal ini. Johnson menjadi PM kedua yang ditanyai oleh polisi ketika masih menjabat. Sebelumnya ada mantan PM Tony Blair yang terkena skandal donasi politik. Berbagai tokoh memberi sumbangan untuk mendapatkan gelar bangsawan. ’’Kita sedang menyaksikan tontonan memalukan dimana PM Inggris menjadi sasaran penyelidikan polisi,’’ tegas Starmer.

Saat ini penyelidikan yang dilakukan Pejabat Senior Kantor Kabinet Sue Gray terkait partygate sudah tuntas. Johnson berjanji akan merilis sepenuhnya laporan tersebut ke publik. Paling lambat laporan itu dibuka hari ini (27/1). Starmer menegaskan pada Johnson untuk menepati janjinya dan tidak memotong hasil laporan Gray tersebut.

Johnson menegaskan bahwa dia bakal merilis laporan tersebut segera setelah mendapatkannya. Menurutnya saat ini para menterinya tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, tidak hanya fokus pada skandal ini. Salah satunya adalah terkait dengan memanasnya hubungan Rusia-Ukraina dan rencana menjatuhkan sanksi ke Moskow.

Agar bisa terus bertahan sebagai PM, Johnson harus meraih kepercayaan partainya. Sebab mereka juga berpeluang mendepaknya. Jika 15 persen anggota partai Konservatif atau setara 54 legislator mengajukan mosi tidak percaya, maka jabatan Johnson dalam pertaruhan. Dia punya opsi mundur atau mencari dukungan sebanyak-banyaknya.

Jika Johnson mengundurkan diri atau skenario terburuknya dilengserkan, maka ada dua opsi. Opsi pertama yaitu Partai Konservatif menggelar pemilihan internal untuk mencari pengganti Johnson. Ini sedikit rumit dan butuh waktu beberapa bulan.

Opsi kedua adalah menggelar percepatan pemilu. Di Inggris, pemilu digelar 5 tahun sekali. Jadwal pemilu selanjutnya adalah 2 Mei 2024. Opsi kedua itu cukup menakutkan. Sebab para politikus yang kini menjabat juga berpeluang kehilangan kursi jika tidak terpilih kembali. Kekuatan partai Konservatif di perlemen juga bisa berubah.

Anggota Partai Konservatif Sir Iain Duncan Smith menyatakan bahwa partainya akan memutuskan nasib Johnson dalam beberapa hari kedepan. Dia termasuk golongan yang menentang sikap Johnson ’’Rangkaian pesta di Downing Street itu mengerikan,’’ ujarnya. Dia menyatakan bahwa seharusnya budaya melanggar aturan seperti itu tidak berkembang di kantor pemerintahan.(jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/