alexametrics
31.4 C
Manado
Senin, 16 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Soal Konflik Rusia-Ukraina, Ini Tanggapan Presiden Prancis Emmanuel Macron

MANADOPOST.ID – Harapan agar perang tak pecah antara Rusia dan Ukraina masih ada. Itu karena Rusia merupakan salah satu penyuplai gas terbesar di Benua Biru.

Jika konflik terjadi dan Moskow berhenti mengalirkan gas, maka negara-negara Eropa yang bergantung bakal terpuruk.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz bertemu di Berlin untuk membahas hal itu. Jerman termasuk salah satu negara yang mengimpor gas dari Rusia.

Mereka enggan jika terjadi perang. Mereka juga menolak permintaan Ukraina untuk mengirimkan bantuan berupa peralatan tempur.

’’Presiden Emmanuel Macron berpikir masih ada ruang untuk diplomasi dan jalan menuju de-eskalasi,’’ ujar salah satu ajudannya.

Rusia sejatinya sudah beberapa kali berbicara dengan para pejabat negara Barat. Tapi belum ada kata sepakat yang diraih. Itu karena tuntutan Kremlin terlalu sulit dipenuhi.

Di antaranya yaitu menolak pendaftaran Ukraina masuk NATO dan pasukan aliansi mundur dari negara-negara Eropa Timur yang bergabung setelah Perang Dingin. AS dan NATO telah menolak tuntutan tersebut. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Harapan agar perang tak pecah antara Rusia dan Ukraina masih ada. Itu karena Rusia merupakan salah satu penyuplai gas terbesar di Benua Biru.

Jika konflik terjadi dan Moskow berhenti mengalirkan gas, maka negara-negara Eropa yang bergantung bakal terpuruk.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz bertemu di Berlin untuk membahas hal itu. Jerman termasuk salah satu negara yang mengimpor gas dari Rusia.

Mereka enggan jika terjadi perang. Mereka juga menolak permintaan Ukraina untuk mengirimkan bantuan berupa peralatan tempur.

’’Presiden Emmanuel Macron berpikir masih ada ruang untuk diplomasi dan jalan menuju de-eskalasi,’’ ujar salah satu ajudannya.

Rusia sejatinya sudah beberapa kali berbicara dengan para pejabat negara Barat. Tapi belum ada kata sepakat yang diraih. Itu karena tuntutan Kremlin terlalu sulit dipenuhi.

Di antaranya yaitu menolak pendaftaran Ukraina masuk NATO dan pasukan aliansi mundur dari negara-negara Eropa Timur yang bergabung setelah Perang Dingin. AS dan NATO telah menolak tuntutan tersebut. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/