alexametrics
32.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pangeran William: Kami Berdiri Bersama Presiden dan Seluruh Masyarakat Ukraina yang Berjuang

MANADOPOST.ID–Pangeran William dan istrinya Kate mengatakan, mereka berpihak kepada masyarakat Ukraina yang dengan berani melawan invasi Rusia, dalam komentar politik yang jarang dilontarkan anggota kerajaan Inggris.

”Pada Oktober 2022, kami mendapat kehormatan bertemu Presiden (Volodymyr) Zelenskiy dan Ibu Negera untuk mengetahui harapan dan optimisme bagi masa depan Ukraina,” tulis William dan Kate di Twitter, dikutip dari Reuters seperti dilansir dari Antara, Minggu (27/2).

”Hari ini kami berdiri bersama Presiden dan seluruh masyarakat Ukraina yang sedang berjuang dengan berani demi masa depan itu,” tambah dia.

Keluarga kerajaan Inggris biasanya tidak berkomentar soal isu politik besar, berpegang pada norma konstitusional bahwa mereka harus tetap netral. Kendati demikian, adik William, Pangeran Harry dan istrinya Meghan, yang mundur dari tugas kerajaan untuk pergi ke Los Angeles, menyatakan di laman resmi mereka bahwa mereka juga memihak masyarakat Ukraina menentang pelanggaran hukum internasional dan kemanusiaan ini.

Dalam perjalanan ke Kanada pada 2014, ayah William, Pangeran Charles menimbulkan pertikaian diplomatik ketika pernyataan pribadinya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan hal yang hampir sama seperti Hitler diketahui publik.

Charles melontarkan pernyataan itu setelah aneksasi Krimea oleh Rusia, memicu kritik dari kementerian luar negeri Rusia yang mengatakan komentar itu tidak dapat diterima, keterlaluan, dan tidak mencerminkan Raja Inggris pada masa depan.

Istana Buckingham mengatakan, ratu telah menerima saran dari Menteri Luar Negeri Liz Truss bahwa resepsi diplomatik untuk para duta besar di Inggris yang akan diadakan di Kastil Windsor harus ditunda.

Surat kabar The Times melaporkan bahwa Truss dan pejabat-pejabat menganggap itu bukan waktu yang tepat untuk mengadakan acara tersebut. Sedangkan yang lain mengatakan, acara itu dapat mempermalukan Rusia dan Belarusia, yang membantu invasi ke Ukraina, dengan tidak mengundang diplomat mereka.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Pangeran William dan istrinya Kate mengatakan, mereka berpihak kepada masyarakat Ukraina yang dengan berani melawan invasi Rusia, dalam komentar politik yang jarang dilontarkan anggota kerajaan Inggris.

”Pada Oktober 2022, kami mendapat kehormatan bertemu Presiden (Volodymyr) Zelenskiy dan Ibu Negera untuk mengetahui harapan dan optimisme bagi masa depan Ukraina,” tulis William dan Kate di Twitter, dikutip dari Reuters seperti dilansir dari Antara, Minggu (27/2).

”Hari ini kami berdiri bersama Presiden dan seluruh masyarakat Ukraina yang sedang berjuang dengan berani demi masa depan itu,” tambah dia.

Keluarga kerajaan Inggris biasanya tidak berkomentar soal isu politik besar, berpegang pada norma konstitusional bahwa mereka harus tetap netral. Kendati demikian, adik William, Pangeran Harry dan istrinya Meghan, yang mundur dari tugas kerajaan untuk pergi ke Los Angeles, menyatakan di laman resmi mereka bahwa mereka juga memihak masyarakat Ukraina menentang pelanggaran hukum internasional dan kemanusiaan ini.

Dalam perjalanan ke Kanada pada 2014, ayah William, Pangeran Charles menimbulkan pertikaian diplomatik ketika pernyataan pribadinya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan hal yang hampir sama seperti Hitler diketahui publik.

Charles melontarkan pernyataan itu setelah aneksasi Krimea oleh Rusia, memicu kritik dari kementerian luar negeri Rusia yang mengatakan komentar itu tidak dapat diterima, keterlaluan, dan tidak mencerminkan Raja Inggris pada masa depan.

Istana Buckingham mengatakan, ratu telah menerima saran dari Menteri Luar Negeri Liz Truss bahwa resepsi diplomatik untuk para duta besar di Inggris yang akan diadakan di Kastil Windsor harus ditunda.

Surat kabar The Times melaporkan bahwa Truss dan pejabat-pejabat menganggap itu bukan waktu yang tepat untuk mengadakan acara tersebut. Sedangkan yang lain mengatakan, acara itu dapat mempermalukan Rusia dan Belarusia, yang membantu invasi ke Ukraina, dengan tidak mengundang diplomat mereka.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/