alexametrics
29.4 C
Manado
Selasa, 19 Oktober 2021
spot_img

Tak Hanya Tentara AS, Puluhan Pejuang Taliban Jadi Korban Serangan ISIS di Bandara Kabul

MANADOPOST.ID–Setidaknya 28 anggota pejuang Taliban termasuk di antara orang-orang yang tewas dalam ledakan bom bunuh diri pada Kamis (26/8) di luar Bandara di Kabul, Afghanistan. Hal ini seperti disampaikan pejabat Taliban kepada Reuters, Jumat (27/8).

“Kami telah kehilangan lebih banyak orang daripada Amerika,” kata pejabat itu, yang menolak disebutkan namanya.

Dia lantas mengatakan tidak ada alasan untuk memperpanjang batas waktu 31 Agustus bagi pasukan asing untuk meninggalkan negara itu.

Dalam peristiwa berdarah itu, setidaknya 13 tentara Amerika Serikat (AS) dan sejumlah orang di luar Bandara, termasuk anggota Taliban, tewas. Pejabat kesehatan Kabul mengatakan 60 warga sipil tewas, dan disebut bisa lebih.

(Baca Juga: Belasan Tentara AS Tewas Dalam Serangan ISIS di Bandara Kabul, Joe Biden: Kami Akan Buru)

ISIS Khorasan (ISIS-K), afiliasi militan yang sebelumnya memerangi pasukan AS di Syria dan Irak, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Sementara itu, Presiden Joe Biden berjanji akan memburu mereka yang bertanggung jawab atas ledakan di Bandara Kabul di Afghanistan, Kamis (26/8). Insiden itu menyebabkan sedikitnya 13 tentara Amerika Serikat tewas dan puluhan warga sipil kehilangan nyawa.

Biden telah meminta Pentagon untuk mengembangkan rencana untuk menyerang balik penyerang yang disebut-sebut sebagai ISIS. Biden berbicara beberapa jam setelah ledakan yang menewaskan sedikitnya 13 tentara Amerika dan sejumlah warga sipil.

ISIS Khorasan (ISIS-K), afiliasi militan yang sebelumnya memerangi pasukan AS di Syria dan Irak, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

“Kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan melupakan. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayarnya,” kata Biden di Gedung Putih. (Jawapos)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru