alexametrics
23.4 C
Manado
Rabu, 18 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Korut China Satu Suara, Bela Rusia, Tuding Penyebab Krisis Ukraina Sikap Sewenang-wenang AS

MANADOPOST.ID-Korut bela Rusia atas invansi yang dilakukannya ke Ukraina. Korut juga menuding Amerika Serikat (AS) sebagai penyebab krisis Ukraina dengan sikap sewenang-wenang selama ini.

 

Dalam tanggapan yang diposting di situs web Kementerian Luar Negeri miliknya, Korut menyebut AS yang harus disalahkan atas apa yang kini terjadi di Ukraina.

 

“Washington telah mengejar supremasi militer dengan mengabaikan permintaan sah Rusia untuk keamanannya” demikian komentar yang ditulis Ri Ji Song, seorang peneliti di North’s Society for International Politics Study.

 

“Akar penyebab krisis Ukraina juga terletak pada sikap sewenang-wenang AS,” imbuh komentar yang dimuat pada Sabtu (26/2) lalu.

 

Ri Ji Song mengecam AS karena memberlakukan standar ganda. Dengan mengatakan AS mencampuri urusan dalam negeri negara lain atas nama perdamaian dan stabilitas, tetapi tanpa alasan yang baik ia mencela tindakan pertahanan diri yang diambil oleh negara lain untuk memastikan keamanan nasional mereka sendiri.

 

Park Won-gon, seorang profesor Studi Korea Utara di Ewha Womans University berpendapat tanggapan tersebut merupakan reaksi resmi low-key (samar) karena diterbitkan dengan nama individu.

 

“Kesimpulannya adalah semua karena AS. Poin utamanya adalah Anda akan menderita jika tidak memiliki kekuatan,” kata Park Won-gon kepada AFP dilansir Minggu (27/2).

 

Bersama dengan Beijing, Rusia adalah salah satu dari sedikit teman internasional Korea Utara dan sebelumnya telah membantu rezim tersebut. Moskow juga turut menentang tekanan internasional terhadap persenjataan nuklir Korea Utara, bahkan meminta sanksi internasional diringankan demi alasan kemanusiaan.

 

Sebelumnya, China, sekutu terpenting Korea Utara, juga menyalahkan Amerika Serikat dan sekutu Baratnya terkait konflik yang terjadi di Ukraina. (ral/int/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Korut bela Rusia atas invansi yang dilakukannya ke Ukraina. Korut juga menuding Amerika Serikat (AS) sebagai penyebab krisis Ukraina dengan sikap sewenang-wenang selama ini.

 

Dalam tanggapan yang diposting di situs web Kementerian Luar Negeri miliknya, Korut menyebut AS yang harus disalahkan atas apa yang kini terjadi di Ukraina.

 

“Washington telah mengejar supremasi militer dengan mengabaikan permintaan sah Rusia untuk keamanannya” demikian komentar yang ditulis Ri Ji Song, seorang peneliti di North’s Society for International Politics Study.

 

“Akar penyebab krisis Ukraina juga terletak pada sikap sewenang-wenang AS,” imbuh komentar yang dimuat pada Sabtu (26/2) lalu.

 

Ri Ji Song mengecam AS karena memberlakukan standar ganda. Dengan mengatakan AS mencampuri urusan dalam negeri negara lain atas nama perdamaian dan stabilitas, tetapi tanpa alasan yang baik ia mencela tindakan pertahanan diri yang diambil oleh negara lain untuk memastikan keamanan nasional mereka sendiri.

 

Park Won-gon, seorang profesor Studi Korea Utara di Ewha Womans University berpendapat tanggapan tersebut merupakan reaksi resmi low-key (samar) karena diterbitkan dengan nama individu.

 

“Kesimpulannya adalah semua karena AS. Poin utamanya adalah Anda akan menderita jika tidak memiliki kekuatan,” kata Park Won-gon kepada AFP dilansir Minggu (27/2).

 

Bersama dengan Beijing, Rusia adalah salah satu dari sedikit teman internasional Korea Utara dan sebelumnya telah membantu rezim tersebut. Moskow juga turut menentang tekanan internasional terhadap persenjataan nuklir Korea Utara, bahkan meminta sanksi internasional diringankan demi alasan kemanusiaan.

 

Sebelumnya, China, sekutu terpenting Korea Utara, juga menyalahkan Amerika Serikat dan sekutu Baratnya terkait konflik yang terjadi di Ukraina. (ral/int/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/