alexametrics
24.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ilmuwan Afsel Ungkap Vaksin yang Bisa Cegah Kanker Serviks, Kemanjuran Capai 97,5 Persen

MANADOPOST.ID–Kanker serviks menjadi satu-satunya kanker yang bisa dicegah dengan vaksin. Hal ini karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus HPV atau Human Papillomavirus.

Ilmuwan dan dokter asal Afrika Selatan dan Kepala Divisi Penyakit Menular di Rumah Sakit Umum Massachusetts AS, dr. Ruanne Barnabas, menemukan bukti bahwa vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis tunggal efektif dalam mencegah insiden infeksi HPV.

Sebagai bagian dari Pekan Imunisasi Dunia 2022, kepada News-Medical, dr. Ruanne Barnabas mengungkap penelitian tentang studi yang ia lakukan. Salah satunya adalah bahwa ada harapan kanker serviks bisa dihilangkan sebagai beban kesehatan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.

“Sangat jarang dalam kedokteran bahwa kita memiliki peluru perak, tetapi vaksin Human Papillomavirus adalah peluru perak. Ini adalah vaksin yang hampir sempurna yang hampir seluruhnya mencegah infeksi dan mencegah perkembangan menjadi kanker serviks. Ini memiliki efek besar di seluruh populasi,” jelasnya.

Ia telah melihat penurunan kutil kelamin. Ia mengharapkan di negara-negara dengan cakupan vaksinasi yang tinggi, bakal menghilangkan kanker serviks sebagai beban penyakit.

“Ada juga bukti yang sangat baik bahwa dosis tunggal memiliki kemanjuran yang sangat tinggi,” kata dr. Ruanne Barnabas.

Inspirasi utama lainnya, kata dia, adalah betapa mengerikan penyakit kanker serviks itu. Penyakit itu sering terlambat didiagnosis. Seringkali membutuhkan pembedahan dan kemoterapi.

“Baik ekonomi maupun sosial, perempuan meninggal dini akibat kanker serviks, penyakit yang sepenuhnya dapat dicegah, sangat menyedihkan untuk dilihat,” jelasnya.

“Begitu banyak orang yang menunda pengobatan sambil menunggu suplai darah. Sakit hati melihatnya,” ungkap dr. Ruanne Barnabas lagi.

MANADOPOST.ID–Kanker serviks menjadi satu-satunya kanker yang bisa dicegah dengan vaksin. Hal ini karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus HPV atau Human Papillomavirus.

Ilmuwan dan dokter asal Afrika Selatan dan Kepala Divisi Penyakit Menular di Rumah Sakit Umum Massachusetts AS, dr. Ruanne Barnabas, menemukan bukti bahwa vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis tunggal efektif dalam mencegah insiden infeksi HPV.

Sebagai bagian dari Pekan Imunisasi Dunia 2022, kepada News-Medical, dr. Ruanne Barnabas mengungkap penelitian tentang studi yang ia lakukan. Salah satunya adalah bahwa ada harapan kanker serviks bisa dihilangkan sebagai beban kesehatan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.

“Sangat jarang dalam kedokteran bahwa kita memiliki peluru perak, tetapi vaksin Human Papillomavirus adalah peluru perak. Ini adalah vaksin yang hampir sempurna yang hampir seluruhnya mencegah infeksi dan mencegah perkembangan menjadi kanker serviks. Ini memiliki efek besar di seluruh populasi,” jelasnya.

Ia telah melihat penurunan kutil kelamin. Ia mengharapkan di negara-negara dengan cakupan vaksinasi yang tinggi, bakal menghilangkan kanker serviks sebagai beban penyakit.

“Ada juga bukti yang sangat baik bahwa dosis tunggal memiliki kemanjuran yang sangat tinggi,” kata dr. Ruanne Barnabas.

Inspirasi utama lainnya, kata dia, adalah betapa mengerikan penyakit kanker serviks itu. Penyakit itu sering terlambat didiagnosis. Seringkali membutuhkan pembedahan dan kemoterapi.

“Baik ekonomi maupun sosial, perempuan meninggal dini akibat kanker serviks, penyakit yang sepenuhnya dapat dicegah, sangat menyedihkan untuk dilihat,” jelasnya.

“Begitu banyak orang yang menunda pengobatan sambil menunggu suplai darah. Sakit hati melihatnya,” ungkap dr. Ruanne Barnabas lagi.

Most Read

Artikel Terbaru

/