alexametrics
32.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Skandal PM Inggris Kembali Menghangat, Kepolisian London Jatuhkan 20 Denda Awal

MANADOPOST.ID – Skandal partygate kembali menghangat. Itu terjadi setelah Polisi Metropolitan London kemarin (29/3) mengumumkan bahwa mereka mengeluarkan 20 surat denda. Itu bukan akhir penyelidikan. Bahkan, itu baru bagian awal. Mereka tidak mengungkap siapa saja yang dijatuhi denda dan besarannya.

Partygate adalah skandal pelanggaran aturan pandemi yang dilakukan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dan para stafnya. Mereka menghadiri belasan pesta yang digelar di kompleks permukiman dan kantor PM pada 2020–2021.

Padahal, saat itu Inggris memberlakukan lockdown akibat pandemi. Jangankan untuk berpesta, keluar rumah saja dibatasi.

Beberapa pesta yang dihadiri Johnson tersebut menyediakan minuman beralkohol. Itu kian menambah gunjingan karena tidak sepatutnya pejabat negara berpesta minuman keras di lingkungan kantor. Salah satunya terjadi pada malam sebelum pemakaman mendiang Pangeran Philip.

Juru bicara Johnson mengungkapkan bahwa PM 57 tahun tersebut tidak termasuk dalam daftar yang dijatuhi denda gelombang pertama. Menurut dia, kantor PM akan memberikan pemberitahuan lebih lanjut setiap perkembangan signifikan dalam penyelidikan yang berkaitan dengan PM. Sangat mungkin dia ikut dalam daftar selanjutnya. Masih banyak berkas yang harus diselidiki.

’’Kami berupaya sekuat tenaga untuk membuat kemajuan secepatnya atas penyelidikan ini dan menyelesaikan sejumlah penilaian,’’ bunyi pernyataan Polisi Metropolitan London seperti dikutip Agence France-Presse.

Skandal itu membuat elektabilitas Johnson turun drastis. Bahkan, beberapa anggota Partai Konservatif yang digawanginya mengecam tindakan Johnson. Partai Buruh juga terus mendesaknya mundur. Seruan itu kembali menguat pasca pengumuman kepolisian kemarin.

’’Downing Street terbukti bersalah melanggar hukum. Kebiasaan diatur oleh pimpinan. Tanggung jawab berhenti pada PM yang menghabiskan berbulan-bulan berbohong kepada publik Inggris, itulah mengapa dia harus mundur,’’ tegas Wakil Pemimpin Partai Buruh Angela Rayner. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Skandal partygate kembali menghangat. Itu terjadi setelah Polisi Metropolitan London kemarin (29/3) mengumumkan bahwa mereka mengeluarkan 20 surat denda. Itu bukan akhir penyelidikan. Bahkan, itu baru bagian awal. Mereka tidak mengungkap siapa saja yang dijatuhi denda dan besarannya.

Partygate adalah skandal pelanggaran aturan pandemi yang dilakukan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dan para stafnya. Mereka menghadiri belasan pesta yang digelar di kompleks permukiman dan kantor PM pada 2020–2021.

Padahal, saat itu Inggris memberlakukan lockdown akibat pandemi. Jangankan untuk berpesta, keluar rumah saja dibatasi.

Beberapa pesta yang dihadiri Johnson tersebut menyediakan minuman beralkohol. Itu kian menambah gunjingan karena tidak sepatutnya pejabat negara berpesta minuman keras di lingkungan kantor. Salah satunya terjadi pada malam sebelum pemakaman mendiang Pangeran Philip.

Juru bicara Johnson mengungkapkan bahwa PM 57 tahun tersebut tidak termasuk dalam daftar yang dijatuhi denda gelombang pertama. Menurut dia, kantor PM akan memberikan pemberitahuan lebih lanjut setiap perkembangan signifikan dalam penyelidikan yang berkaitan dengan PM. Sangat mungkin dia ikut dalam daftar selanjutnya. Masih banyak berkas yang harus diselidiki.

’’Kami berupaya sekuat tenaga untuk membuat kemajuan secepatnya atas penyelidikan ini dan menyelesaikan sejumlah penilaian,’’ bunyi pernyataan Polisi Metropolitan London seperti dikutip Agence France-Presse.

Skandal itu membuat elektabilitas Johnson turun drastis. Bahkan, beberapa anggota Partai Konservatif yang digawanginya mengecam tindakan Johnson. Partai Buruh juga terus mendesaknya mundur. Seruan itu kembali menguat pasca pengumuman kepolisian kemarin.

’’Downing Street terbukti bersalah melanggar hukum. Kebiasaan diatur oleh pimpinan. Tanggung jawab berhenti pada PM yang menghabiskan berbulan-bulan berbohong kepada publik Inggris, itulah mengapa dia harus mundur,’’ tegas Wakil Pemimpin Partai Buruh Angela Rayner. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/