alexametrics
30.4 C
Manado
Jumat, 3 Desember 2021
spot_img

Eks Menteri SBY Ngaku Taliban Sempat Minta Ketemu JK Sebelum Serangan ke Kabul

MANADOPOST.ID–Mantan Menkumham Hamid Awaludin mengaku dihubungi petinggi Taliban saat penyerangan ke Kabul dilakukan.

Hamid menceritakan, pada pertengahan Juli lalu, tokoh Taliban di Doha, Qatar, menghubunginya. Si tokoh meminta agar diberi kesempatan bertemu dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pada prinsipnya, permintaan itu disanggupi. Karena kondisi pandemi, tentu menjadi tidak leluasa untuk mewujudkannya.

“Sekitar enam minggu yang lalu saya itu masih teleponan dengan kelompok Taliban. Mendesak minta bertemu dengan Pak JK dan saya, tapi kan suasana Covid, susah kita tinggalkan,” ungkap Hamid, Jumat (27/8).

Sejatinya, Jusuf Kalla mengagendakan bertemu pimpinan Taliban di Doha, Qatar, September mendatang.

“Schedule-nya Agustus, lalu September. Tapi rupanya perkembangan sangat dinamis, sangat cepat sekali pergerakannya,” kata Hamid yang sejak 2017 ditugasi Jusuf Kalla menjadi ketua tim negosiasi antara Taliban dan Afghanistan.

Ia juga mengaku, tiga hari sebelum pasukan Taliban memasuki Kabul, salah satu pimpinannya, Mullah Abdul Ghani Baradar, sempat mengabarkan lewat telepon bahwa mereka akan segera menguasai ibu kota Afghanistan itu.

“Kami akan menang, doakan,” kata Hamid mengulang percakapannya dengan Baradar.

Beberapa jam setelah pasukan Taliban memasuki dan menguasai Kabul, Minggu (15 Agustus 2021).

Mullah Baradar kembali mengabarkan kesuksesan itu melalui telepon kepada Hamid. “Dia memberitahu bahwa mereka sudah di dalam Kabul, doakan,” ungkap Hamid.

Setelah itu, ia melanjutkan, dirinya segera berkomunikasi dengan pihak pemerintah Afganistan agar tidak muncul prasangka.

“Biar fair setiap kali berbicara dengan Taliban saya komunikasikan dengan pemerintah Afghanistan, begitu juga sebaliknya,” katanya.

Taliban dan pemerintah Afganistan yang sudah bertahun-tahun berseteru, sejak 2017 memilih Indonesia sebagai penengah.

Mereka menilai Indonesia punya reputasi dalam penyelesaian konflik Aceh antara RI dan Gerakan Aceh Merdeka pada Agustus 2005.

“Sesungguhnya kenapa kedua belah pihak datang ke kita karena itu pengalaman mendamaikan Aceh sebenarnya,” jelas menteri era SBY ini.

Kedua belah pihak yang bertikai pernah ke Jakarta. Presiden Asraf Ghani bertemu Presiden Jokowi pada April 2019.

Dan kelompok Taliban diterima Jusuf Kalla di rumah dinas wakil presiden pada Juli 2019. Rombongan Taliban yang dipimpin Mullah Abdul Ghani Baradar juga sempat salat di Masjid Sunda Kelapa dan di Masjid Istiqlal, berdialog dengan MUI, dan pimpinan PBNU saat 2019 itu. (ral/int/pojoksatu)

spot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru