alexametrics
24.4 C
Manado
Rabu, 25 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Negara Ini Gelar Festival Pertama untuk Monyet di Era Pandemi

MANADOPOST.ID – Deretan aneka buah tersaji di depan Kuil Phra Prang Sam Yod, Lopburi, Thailand, Minggu (28/11). Buah itu bukan untuk pengunjung di kuil yang sudah berusia 800 tahun tersebut. Melainkan untuk tamu khusus. Yaitu, sekitar seribu monyet. Buah-buahan itu disediakan untuk Festival Prasmanan Monyet.

’’Buah spesial hari ini (kemarin, Red) adalah durian yang terkenal mahal. Monyet-monyet Lopburi suka hal-hal yang mahal,’’ ujar Yongyuth Kitwatananusont yang mengorganisasi acara tersebut seperti yang dikutip CNN.

Sejatinya acara itu diadakan setiap tahun sejak 1980-an sebagai praktik keagamaan dan bertujuan menarik turis. Namun, dua tahun terakhir festival tersebut tidak diselenggarakan akibat pandemi.

Sejak awal November, Thailand membuka perbatasannya secara berkala untuk para turis yang telah divaksin lengkap. Total, ada 100 ribu turis yang masuk ke Thailand bulan ini. Sebagian di antara mereka datang ke festival ini. Ada sekitar 100 pelancong asing yang menonton festival tersebut.

Kegiatan itu menghabiskan anggaran THB 100 ribu atau setara Rp 42,8 juta. Tema acara tahun ini adalah kursi roda. Rencananya, penyelenggara menyumbangkan 100 kursi roda kepada orang-orang yang membutuhkan, tapi tidak mampu membeli.

Para monyet yang datang tidak hanya berfokus pada makanan yang disajikan. Beberapa monyet malah sibuk mengganggu pengunjung dan awak media yang hadir. Mereka tampak bergelantungan di tubuh seorang fotografer dan berusaha mengambil topinya.

“’Saya sangat senang bisa melihat ini dan berencana datang ke festival berikutnya. Monyet-monyetnya cukup konyol,’’ kata salah seorang turis dari Maroko, Ayoub Boukhari. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Deretan aneka buah tersaji di depan Kuil Phra Prang Sam Yod, Lopburi, Thailand, Minggu (28/11). Buah itu bukan untuk pengunjung di kuil yang sudah berusia 800 tahun tersebut. Melainkan untuk tamu khusus. Yaitu, sekitar seribu monyet. Buah-buahan itu disediakan untuk Festival Prasmanan Monyet.

’’Buah spesial hari ini (kemarin, Red) adalah durian yang terkenal mahal. Monyet-monyet Lopburi suka hal-hal yang mahal,’’ ujar Yongyuth Kitwatananusont yang mengorganisasi acara tersebut seperti yang dikutip CNN.

Sejatinya acara itu diadakan setiap tahun sejak 1980-an sebagai praktik keagamaan dan bertujuan menarik turis. Namun, dua tahun terakhir festival tersebut tidak diselenggarakan akibat pandemi.

Sejak awal November, Thailand membuka perbatasannya secara berkala untuk para turis yang telah divaksin lengkap. Total, ada 100 ribu turis yang masuk ke Thailand bulan ini. Sebagian di antara mereka datang ke festival ini. Ada sekitar 100 pelancong asing yang menonton festival tersebut.

Kegiatan itu menghabiskan anggaran THB 100 ribu atau setara Rp 42,8 juta. Tema acara tahun ini adalah kursi roda. Rencananya, penyelenggara menyumbangkan 100 kursi roda kepada orang-orang yang membutuhkan, tapi tidak mampu membeli.

Para monyet yang datang tidak hanya berfokus pada makanan yang disajikan. Beberapa monyet malah sibuk mengganggu pengunjung dan awak media yang hadir. Mereka tampak bergelantungan di tubuh seorang fotografer dan berusaha mengambil topinya.

“’Saya sangat senang bisa melihat ini dan berencana datang ke festival berikutnya. Monyet-monyetnya cukup konyol,’’ kata salah seorang turis dari Maroko, Ayoub Boukhari. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/