alexametrics
29.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pendaki Tunanetra Ini Taklukkan Gunung Everest

MANADOPOST.ID – Pendaki Tunanetra Zhang Hong, berusia 46 tahun asal Tiongkok mencapai Himalaya setinggi 8,849 meter pada 24 Mei 2021. Dia didampingi tiga pemandu dan berhasil kembali ke markas pada (27/5). Dia pun sukses menaklukkan Gunung Everest.

“Tak peduli apakah kita punya disabilitas atau normal, apakah kita kehilangan penglihatan atau tidak memiliki kaki atau tangan, tak masalah selama kita punya tekad kuat, kita selalu bisa menyelesaikan sesuatu apa yang orang lain tidak mampu untuk melakukannya,” kata Zhang kepada Reuters.

Zhang lahir di Kota Chongqing, Tiongkok. Zhang kehilangan penglihatan pada usia 21 tahun akibat glaukoma.

“Saya masih merasa takut, sebab saya tidak dapat melihat ke mana saya berjalan, dan saya tidak dapat menemukan pusat gravitasi, sehingga terkadang saya jatuh,” ujarnya.

Ia terinspirasi oleh Erick Weihenmayer, pendaki tunanetra asal Amerika yang juga mencapai Everest pada 2001, dan mulai berlatih dengan teman pemandu Qiang Zi.

Diketahui Nepal membuka kembali Gunung Everest bagi wisatawan asing pada April setelah menutup tahun lalu akibat pandemi Covid-19.

“Akan tetapi saya terus berpikir sebab meskipun ini berat, saya harus menghadapi kesulitan ini. Karena ini adalah salah satu komponen pendakian, ada kesulitan bahaya dan ini yang dimaksud mendaki,” usai Zhang. (jawapos/ctr-06)

MANADOPOST.ID – Pendaki Tunanetra Zhang Hong, berusia 46 tahun asal Tiongkok mencapai Himalaya setinggi 8,849 meter pada 24 Mei 2021. Dia didampingi tiga pemandu dan berhasil kembali ke markas pada (27/5). Dia pun sukses menaklukkan Gunung Everest.

“Tak peduli apakah kita punya disabilitas atau normal, apakah kita kehilangan penglihatan atau tidak memiliki kaki atau tangan, tak masalah selama kita punya tekad kuat, kita selalu bisa menyelesaikan sesuatu apa yang orang lain tidak mampu untuk melakukannya,” kata Zhang kepada Reuters.

Zhang lahir di Kota Chongqing, Tiongkok. Zhang kehilangan penglihatan pada usia 21 tahun akibat glaukoma.

“Saya masih merasa takut, sebab saya tidak dapat melihat ke mana saya berjalan, dan saya tidak dapat menemukan pusat gravitasi, sehingga terkadang saya jatuh,” ujarnya.

Ia terinspirasi oleh Erick Weihenmayer, pendaki tunanetra asal Amerika yang juga mencapai Everest pada 2001, dan mulai berlatih dengan teman pemandu Qiang Zi.

Diketahui Nepal membuka kembali Gunung Everest bagi wisatawan asing pada April setelah menutup tahun lalu akibat pandemi Covid-19.

“Akan tetapi saya terus berpikir sebab meskipun ini berat, saya harus menghadapi kesulitan ini. Karena ini adalah salah satu komponen pendakian, ada kesulitan bahaya dan ini yang dimaksud mendaki,” usai Zhang. (jawapos/ctr-06)

Most Read

Artikel Terbaru

/