Rendy TuejehBIKIN dag dig dug rasanya kalau tiba-tiba ditanya polisi. Padahal tidak melakukan kesalahan. Mungkin karena imej tegas yang sudah melekat. Tapi, kalau polisinya seorang Rendy Tuejeh gimana girls? Tinggi, berotot, ganteng, kulit putih dan mulus. Hmm, apa mau ditilang aja sekalian? Hehe. Kalau dibikin daftar polisi ganteng se-Indonesia, jelas nama Rendy Tuejeh harus masuk. Pengikut di Instagram-nya mencapai 60 ribuan. Wajahnya pernah eksis di acara televisi nasional. Tapi ada catatan penting girls. Jadi fans Rendy boleh, asal jangan berlebihan. Soalnya cowok kelahiran 9 Juni 1989 ini sudah berkeluarga. “Jadi ayah itu luar biasa ternyata. Tidak ada perasaan yang sebanding dengan rasa sayang dan cinta terhadap anak,” jawab suami Menthari Sukisman ini ketika ditanya gimana rasanya menyandang status sebagai ayah. Seperti para papa muda lainnya, banyak perubahan yang dirasakan Rendy pasca berkeluarga. Salah satunya waktu hangout berkurang. “Dulu saya bisa dengan bebas mengisi waktu luang mau pergi kemana. Setelah menikah, masih bisa curi waktu kosong di sela-sela menemani istri dan tidak mengganggu jam kantor. Tapi setelah jadi ayah, waktu luang lebih banyak bersama istri dan anak. Apalagi ini anak pertama,” beber cowok yang suka main badminton ini. Selain me time-nya berkurang, lingkaran pertemanannya ikut berubah. Rekan-rekannya kebanyakan sudah berkeluarga. “Kami saling berbagi pengalaman mengasuh. Hal ini juga membuat ikatan dan pengalaman baru bagi saya,” ungkap dia. Ilmu baru dari teman-temannya sangat membantu Rendy. Karena memang menjadi ayah tak mudah. Saat anaknya masih bayi, Rendy sedikit kewalahan. Ia harus menyesuaikan jam tidur dan bangun sang anak. “Kalau anak tiba-tiba bangun subuh, saya harus langsung temani. Walaupun paginya saya harus ke kantor. Tapi seiring berjalan waktu, anak saya kan sudah mulai besar sekarang, jadi jam bangun-tidurnya sudah teratur,” tutur ayah Adriell Alcander Tuejeh ini. Tantangan lain menjadi ayah adalah harus mengatur keuangan. Semenjak jadi ayah, urusan pundi-pundi harus diprioritaskan untuk si buah hati. Berapapun rupiah yang dihasilkan, bagi Rendy rasanya tak cukup. Ia harus membeli kebutuhan susu, popok hingga kunjungan dokter. Karena itu, ia bersama istri memperketat pengeluaran agar dapat dialihkan pada kebutuhan yang lebih penting, untuk anak misalnya. Ia juga jadi makin ekstra hati-hati di musim pandemi saat ini. Sebagai seorang polisi, tugas Rendy sering turun ke lapangan. Membuatnya rentan diserang virus. “Makanya tiap pulang ke rumah, sebelum bersentuhan dengan keluarga terutama anak harus terlebih dahulu membersihkan diri. Itu wajib tiap hari,” jelas cowok hobi fitness ini. Dengan berbagai tantangan, belum lagi tugas kerjanya yang banyak, bukan berarti Rendy tidak happy menjadi papa. Balik lagi di awal, menjadi ayah itu luar biasa baginya. Waktu dihabiaskan bersama keluarga kecilnya sangat berarti. Saat bebas tugas, Rendy memaksimalkannya sebaik mungkin. “Sebelum pandemi biasanya jalan-jalan ke mal karena ada tempat bermain anak. Tapi akhir-akhir ini lebih sering pulang ke rumah orangtua,” tuturnya. Tugas sebagai ayah, tak hanya membuat anak bahagia, tapi juga istri. Cara sederhana Rendy untuk membuat istri tersenyum membuatkan makanan. “Skill masak saya turunan dari orangtua, hehe. Jadi bisa dikit-dikit, masak apa yang istri suka. Cakalang goreng saus, ayam dan babi bakar, makanan khas Minahasa lain. Kalau dessert masih istri yang professional,” tukasnya. (*) Editor : Tanya Rompas