MANADOPOST.ID– KM Barcelona V, dilaporkan terbakar hebat saat berlayar di sekitar perairan Pulau Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Minggu siang (20/7/2025), sekira pukul 14.00 WITA.
Insiden nahas ini terjadi saat kapal sedang dalam pelayaran dari Kepulauan Talaud ke Manado.
Menurut laporan Basarnas dan Kementerian Perhubungan, lokasi kebakaran berada sekitar 10 mil laut dari arah barat laut Likupang.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang KM Barcelona VA telah berhasil dievakuasi, meskipun masih dilakukan proses pendataan jumlah korban selamat maupun yang meninggal dunia.
"Data lengkap akan diumumkan setelah pendataan rampung," ujar Masyhud, belum lama ini dikutip dari Antara.
Milik Perusahaan Raksasa Laut Sulut
KM Barcelona diketahui milik perusahaan pelayaran swasta besar asal Manado PT Surya Pacific Indonesia (SPI).
Perusahaan ini termasuk operator kapal penumpang dengan jaringan pelayaran terluas di Sulawesi Utara hingga Maluku.
SPI tercatat mengelola sejumlah kapal penumpang lain seperti KM Barcelona I, Barcelona II, Barcelona IIIA, dan KM Venecian.
Kapal-kapal tersebut melayani rute hingga ke wilayah Maluku, seperti Sanana dan Buano.
KM Barcelona VA sendiri tergolong kapal baru.
Dibangun pada Tahun 2020, kapal ini memiliki spesifikasi panjang 66,82 meter, lebar 9 meter, tinggi 2,9 meter, dengan kapasitas 1.106 gross tonnage (GT) dan bobot isi bersih 518 ton.
Nomor registrasinya tercatat sebagai 2021 KKB No. 1918/L.
Siapa Sosok di Balik SPI?
Merujuk data dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Ambon Kementerian Kesehatan, nama pengurus perusahaan SPI yang tercatat adalah Hansje.
"Ada yang menyebut Ko’ Sin," ungkap informan Manadopost.id pada Selasa (22/07/2025).
Saat ini, pihak SPI belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut, termasuk penyebab kebakaran dan langkah tanggung jawab terhadap penumpang maupun armada kapal. (*)
Editor : Gregorius Mokalu