MANADOPOST.ID- Bus BTS, Selasa (2/12) kembali beroperasi. Namun, pengoperasian bus tersebut sempat dihalanGi oleh sejumlah supir angkutan umum mikrolet di sejumlah titik di Kota Manado.
Nampak para supir enggan memberikan jalan bagi bus BTS untuk mengantar penumpang. Mereka ternyata protes kebijakan gratis naik bus tersebut selama 3 bulan kedepan.
"Kalau gratis begini, pasti penumpang lebih memilih naik bus itu dari pada mikrolet. Kami bukan menolak kehadirannya, tapi kebijakan gratis itu. Kalau kami tak ada penumpang, mau makan apa anak istri kami di rumah," seru sejumlah supir.
Beberapa titik jalur bus BTS yang digalang oleh supir mikro yakni di seputaran Tugu Adipura, Terminal Malalayang dan Kawasan Bahu, hingga Boulevard.
Akan hal itu, Pemerintah Kota Manado melalui Kepala Dinas Perhubungan Jeffry Worang langsung melakukan pertemuan bersama unsur kepolisian dan perwakilan supir mikrolet.
Dikatakan Worang, persoalan tersebut timbul akibat miskomunikasi dari hasil pertemuan sebelumnya.
“Ada hal yang tidak tersampaikan sehingga terjadi miskomunikasi. Karena itu kami langsung melakukan koordinasi kembali bersama kepolisian dan para supir,” ungkap Worang.
Pihaknya menyodorkan sejumlah solusi yang dirancang agar operasional Bus Trans Manado itu tetap berjalan tanpa merugikan para sopir angkutan konvensional.
Salah satu yang menjadi fokus adalah penyesuaian titik-titik penjemputan Bus Trans Manado yang selama ini dinilai sebagian sopir bersinggungan dengan trayek mikrolet.
“Besok kita akan turun bersama-sama untuk melihat titik mana saja yang perlu disesuaikan. Solusi ini memang kita buat agar tidak ada pihak yang dirugikan,” teranganya.
Disampaikannay, ada beberapa penyesuaian yang sudah disepakati dan akan melalui proses teknis.
Dijelaskannya juga, Bus BTS beroperasi secara resmi berdasarkan SK Wali Kota Manado yang mencakup izin trayek dan rute.
Oleh karena itu, layanan tersebut menjadi bagian dari program peningkatan transportasi massal kota.
Soal tarif bus, pihaknya .asih menunggu penetapan dari pemerintah pusat. Setelah keputusan tarif keluar, pemerintah akan mengatur skema yang tetap menjaga keseimbangan pendapatan supir angkot. Terutama pada masa transisi layanan.
Pihaknya juga bersama para supir sudah menyepakati bahwa hari Minggu bus tidak beroperasi. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas