MANADOPOST.ID- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Manado menerima kunjungan kerja Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Maya Rumantir, Rabu (17/12).
Kedatangan senator asal Sulut di Kantor Disdukcapil Manado itu untuk menyerap aspirasi terkait pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk).
Rumantir diterima oleh Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado, Erwin Kontu. Dalam pertemuan itu, Disdukcapil Manado menyampaikan kendala-kendala faktual yang dihadapi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Maya Rumantir juga menyoroti isu krusial mengenai hak sipil anak, khususnya bagi mereka yang berada di panti asuhan dan tidak diketahui keberadaan orang tuanya.
"Status anak dalam kewarganegaraan adalah hak dasar. Bagaimana nasib anak-anak yang tidak diketahui orang tuanya? Ini kasus yang sering ditemui di panti asuhan. Nah, negara harus hadir untuk memastikan mereka tercatat dan terlindungi secara hukum," kata Maya Rumantir.
Selain isu perlindungan anak, kesiapan infrastruktur dan sistem Disdukcapil Manado dalam menghadapi integrasi data nasional juga ditanya. Dimana Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kini sangat bergantung pada Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Dirinya menilai kesiapan ini vital untuk menjamin kelancaran administrasi perpajakan dan layanan publik lainnya.
Tidak hanya membahas aspek teknis dan kebijakan, Maya Rumantir juga memberikan penguatan mental dan spiritual bagi seluruh jajaran pegawai Disdukcapil Manado. Ia menekankan pentingnya integritas moral dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
"Sebagai orang percaya, menjaga hati adalah hal yang utama. Jaga kekudusan hidup kita. Agar ketika melayani masyarakat, mereka dapat merasakan ketulusan itu. Kita harus melayani dengan hati. Bukan sekadar menggugurkan kewajiban," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado, Erwin Kontu menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti masukan terkait akuntabilitas data kependudukan.
"Kendala yang dihadapi daerah serta aspirasi yang disampaikan, akan dibawa ke tingkat pusat untuk dicarikan solusi kebijakan tepat," kata Kontu. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas