MANADOPOST.ID- Masyarakat Kelurahan Tumumpa Dua, Kecamatan Tuminting mengeluhkan terkait balap liar di sepanjang Jembatan Boulevard II.
Hal itu menurut masyarakat sekitar sangat mengganggu. Apalagi aksi yang dilakukan kebanyakan anak-anak muda itu, di jam-jam orang istirahat.
Tokoh Agama, Imam Masjid Tumumpa Dua Wahyudi memberikan masukan terkait masalah balap liar di jembatan.
"Hampir setiap malam itu terjadi. Dan ini sangat mengganggu. Bahkan aksi itu membahayakan pengendara yang lain.
Kami mohon kalau bisa ada komunikasi pemerintah setempat dengan aparat yang berwajib," ungkap Imam Wahyudi dalam kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Kota Manado, Mona Kloer.
Menanggapi itu, Lurah Tumumpa Dua Stenly Mandiangan mengaku pernah menerima laporan soal balap liar.
Akan tetapi, ketika laporan masuk, 7 menit kemudian pihak Polsek dan aparat kelurahan serta kecamatan turun langsung ke lokasi, tidak mendapati adanya aksi balap liar.
"Mungkin memang mereka langsung melarikan diri. Karena sudah mengetahui adanya laporan. Tapi kami sudah meminta agar pasang CCTV di kawasan tersebut supaya aksi-aksi balap liar termonitor," ucapnya.
Dia pun meminta masyarakat agar melapor jika menemukan atau ada hal-hal yang mengganggu ketertiban umum.
"Silahkan laporkan dulu ke ketua lingkungan. Kalau situasinya makin tak kondusif lagi, maka silahkan hubungi call center 112.
Dan kami tentunya selalu patroli sampai di ujung wilayah Kelurahan Tumumpa Dua.
Kami tetap pantau terus situasi," tuturnya.
Dirinya pun mengakui bahwa saat ini Kelurahan Tumumpa Dua paling sedikit ada laporan 112.
"Berarti wilayah ini semakin kondusif berkat koordinasi tokoh agama dan masyarakt serta aparat. Kalau dibandingkan dulu, keamaan di Tumumpa Dua memang rawan. Tapi saat ini sudah tidak lagi," kuncinya. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas